website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label ASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juni 2012

Saktinya ASI ... bisa membunuh virus HIV



Jumat, 15 Juni 2012 18:21 WIB | 2339 Views
Menyusui (flickr.com/photos/sheahammond)
 Ini karena ASI bisa menolak sepenuhnya transmisi dua bentuk HIV yang ditemukan di ASI ibu positif HIV, yaitu partikel virus dan sel-sel yang terinfeksi virus.
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Pemberian air susu ibu (ASI) memang tidak bisa terbantahkan lagi bisa memberikan begitu banyak manfaat bagi bayi.

Namun para peneliti HIV selama ini masih mencurigai bayi-bayi yang mendapatkan ASI dari ibu yang terpapar HIV akan turut terinfeksi virus pelemahan sistem daya tahan tubuh tersebut.

Penelitian terbaru dari University of North Carolina School of Medicine mendapati bahwa terhadap uji coba di tubuh tikus, pemberian ASI kepada bayi justru mencegah penularan HIV.

ASI memiliki efek kuat membunuh virus HIV, dan pada saat bersamaan mencegah transmisi oral HIV dari ibu ke bayi.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa ASI memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dalam hal penghancuran virus HIV dan mencegahnya bertransmisi," kata J. Victor Garcia, salah seorang peneliti.

Tim Garcia mempelopori model tikus yang diimplan sumsum tulang belakang, hati, dan jaringan timus manusia. Tikus ini tidak memiliki sistem imun sendiri.

Lalu tikus yang diimplan tadi membangun sistem imun manusia yang berfungsi normal dan bisa terpapar HIV seperti manusia normal.

Para peneliti kemudian memberikan ASI dari ibu yang negatif HIV kepada tikus tersebut, dan hasilnya virus itu tidak menular ke si tikus.

"Ini karena ASI bisa menolak sepenuhnya transmisi dua bentuk HIV yang ditemukan di ASI ibu positif  HIV, yaitu partikel virus dan sel-sel yang terinfeksi virus," kata Garcia seperti dikutip dari ScienceDaily.

Temuan ini membantah hipotesis yang menyebutkan bahwa HIV yang terdapat di sel-sel tubuh akan lebih sulit dibunuh oleh sel imun daripada HIV yang berada di partikel virus, tambah dia.

Dengan hasil ini, para peneliti meyakini bahwa pemberian ASI bukan hanya merupakan asupan nutrisi yang terbaik bagi bayi tapi juga upaya pencegahan penularan HIV yang sangat prospektif.
(E012)
ww.antaranews.com

Agar Buah Hati Terhindar Konstipasi



Nutrisi yang tepat akan membuat feses lebih lunak dengan frekuensi BAB 2-3 kali sehari.

KAMIS, 31 MEI 2012, 11:33 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Rizky Sekar Afrisia
VIVAnews - Memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif tak hanya penting bagi tumbuh kembang bayi, tapi juga kesehatan saluran cerna. ASI berperan penting mencegah terjadinya konstipasi pada bayi.

Dr Sri Rukmaniah MSC. SpGK, Ketua Program Studi Doter Spesialis Gizi di Universitas Indonesia, mengatakan, ASI mengandung komponen bioaktif seperti probiotik (komponen bakteri baik), yang penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna.

Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan akan membuat sistem pencernaan terjaga dengan baik. “Fesesnya lebih lunak, frekuensi BAB sekitar 2-3 kali sehari, dan punya mikroflora usus yang cenderung baik,” terang dr Sri.

Berdasar penelitian Sinkiewics dan timnya pada 2008, ASI juga mengandung lactobacillus reuteri, salah satu komponen probiotik yang secara alami juga terdapat dalam pencernaan anak-anak. Penelitian lanjutan yang dilakukan Coccorullo dan tim pada 2010, menunjukkan manfaat lactobacillus reuteri menetralkan pencernaan dan mengatasi konstipasi.

Konstipasi tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga bayi. "Lactobacillus reuteri yang terdapat pada ASI, akan memfermentasi karbohidrat laktosa yang tidak tercerna dalam usus besar, untuk menghasilkan suasana asam yang dapat membantu usus mengeluarkan feses."

Saat bayi melewati usia enam bulan dan mulai mendapat makanan pendamping ASI (MPASI), biasanya rentan mengalami konstipasi akibat perubahan pola makan. MPASI akan menjadi masalah jika kurang serat alami dan air. Karena upayakan untuk memberikan MPASI yang mengandung cukup serat, air, dan probiotik itu sendiri.

Makanan apa saja yang baik untuk mencegah konstipasi pada bayi usia di atas enam bulan? Dr Sri mengatakan, bayi usia 6-8 bulan bisa diberi jus buah tanpa gula, puree wortel, puree pisang-strawberry, dan bubur susu.

Bayi usia 8-10 bulan, bisa diberikan makanan yang lebih padat, seperti pudding roti-apel, sereal, atau bubur sereal. Dan, saat usia 10-12 bulan, anak bisa mulai dikenalkan dengan makanan keluarga seperti mie dengan tauge,  cake, atau yogurt
.

Kamis, 14 Juni 2012

ASI Bisa Kaya Omega-3 Jika Ibu Banyak Makan Ikan


Putro Agus Harnowo - detikHealth

img
(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Saat dalam masa pertumbuhan, asupan gizi sangat penting bagi perkembangan bayi. Nutrisi penting seperti omega-3 diketahui sangat membantu perkembangan saraf otak bayi. Omega-3 banyak terkandung dalam ikan. Sebuah penelitian menemukan bahwa ibu yang banyak makan ikan memiliki ASI dengan kandungan omega-3 yang tinggi.

Para peneliti di University of Pittsburgh, Rumah Sakit Anak Cincinnati dan antropolog di University of California Santa Barbara (UCSB) menemukan bahwa para wanita suku Indian di Amerika memiliki ASI yang kaya akan omega-3. Padahal warga Indian secara ekonomi lebih miskin dibandingkan warga lain di Amerika Serikat.

Penelitian yang dimuat jurnal Maternal and Child Nutrition ini membandingkan komposisi asam lemak pada ASI wanita Amerika Serikat dan suku Indian yang bernama Tsimane. Suku Tsimane tinggal di hutan Amazon di Bolivia dan banyak memakan makanan lokal, daging hewan liar dan ikan air tawar.

Hasilnya, sampel ASI wanita suku Tsimane mengandung lebih banyak asam lemak omega 3 docosahexaenoic acid (DHA) yang sangat penting untuk perkembangan kognitif dan visual bayi.

Selain itu, kadar DHA dalam ASI juga tidak menurun setelah 2 tahun melahirkan. Periode ini merupakan periode di mana otak bayi paling optimal mengalami pertumbuhan dan menyerap DHA.

"Komposisi asam lemak pada ASI bervariasi sesuai komposisi asam lemak dari makanan dan simpanan lemak ibu," Kata peneliti, Melanie Martin, mahasiswa doktoral di departemen antropolgi UCSB seperti dilansir Science Daily, Selasa (12/6/2012).

Perbandingan omega-6 dengan omega-3 pada ibu di AS bervariasi dari 10 : 1 hingga 20 : 1, sedangkan pada ibu di Tsimane hanya 4 : 1. Hal ini diduga karena di AS tidak ada ikan segar dan para wanita banyak mengkonsumsi makanan olahan yang kaya akan omega-6 serta lemak trans.

Kadar omega-6 yang tinggi diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, peradangan, penyakit kardiovaskular serta mengganggu pemrosesan DHA dan asam lemak omega-3.

"Rata-rata susu ibu di Tsimane mengandung DHA 400 persen lebih tinggi dibandingkan para ibu di Cincinnati. Namun persentase rata-rata omega-6 dan lemak transnya 84 persen dan 260 persen lebih rendah. Meskipun hidup dalam kondisi ekonomi yang miskin, para ibu di Tsimane menghasilkan ASI dengan komposisi lebih seimbang dan bergizi," kata Martin.

Temuan ini menyoroti pentingnya meningkatkan kandungan asam lemak di dalam ASI para ibu AS. Komposisi asam lemak dalam susu formula bayi sebaiknya meniru komposisi ASI di Tsimane. Peneliti juga menyarankan agar bayi mendapat asupan asam lemak omega-3 dari ASI yang diperoleh secara alami.

Minggu, 27 Mei 2012

INFORMASI TERBARU TENTANG MANFAAT ASI


Kumpulan Penelitian Ilmiah Terbaru
Kumpulan Artikel Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Terbaru dan Akurat

INFORMASI TERBARU TENTANG MANFAAT ASI



Pemberian ASI secara eksklusif selalu dikampanyekan oleh pemerintah, karena akhir-akhir ada tren penurunan pemberian ASI pada bayi. kampanye pemerintah untuk ASI eksklusif tentunya didasari oleh bukti-bukti penelitian yang menunjukan keunggulan ASI dibandingkan dengan susu formula. Beberapa hasil penelitian terbaru kembali menemukan manfaat baik ASI bagi bayi yaitu : ASI mampu mencegah gumoh, meningkatkan kesehatan usus bayi dan penemuan terakhir mendapatkan bahwa ASI mampu mencegah penularan HIV pada bayi
ASI MENCEGAH GUMOH/REGURGITASI
Gumoh atau regusgitasi adalah peristiwa saat susu yang sudah masuk lambung bayi dimuntahkan kembali, karena belum bekerjanya otot di ujung kerongkongan untuk menutup jalan masuk makanan ke lambung.
Berbagai hasil penelitian di dunia mendapatkan bahwa bayi yang di beri (ASI) air susu ibu secara eksklusif mengalami gumoh (regurgitasi) lebih sedikit dibandingkan dengan bayi yang minum susu formula.
Penelitian di Indonesia juga mendapatkan hasil yang sama. Dalam riset yang dilakukan tahun 2004 di RSCM Jakarta atas 138 bayi yang baru lahir, diketahui intensitas bayi yang gumoh atau mengeluarkan isi lambung sehabis minum susu lebih banyak dijumpai pada bayi yang mengonsumsi susu formula.
Bagaimana dengan bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI secara eksklusif ?
Salah satu solusi bagi bayi yang minum susu formula agar tidak sering gumoh adalah dengan pengentalan susu yakni menambahkan tepung beras ke susu formula, atau membeli susu formula dengan suplemen antiregurgitasi.
ASI MENJAGA KESEHATAN USUS BAYI
Sebuah studi terbaru mengindikasikan bahwa bayi yang diberi ASI cenderung memiliki usus yang lebih sehat ketimbang bayi yang diberi susu formula. Kolonisasi “bakteri baik” pada usus bayi sangat penting untuk perkembangan saluran usus mereka dan dalam pengembangan kekebalan tubuh.
Hasil penelitian menunjukkan, perbedaan kolonisasi bakteri pada bayi yang diberi susu formula dan yang diberi ASI, mengarah ke perubahan dalam ekspresi bayi pada gen yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh dan pertahanan terhadap patogen.
Dalam kajiannya, para peneliti menggunakan analisis transkriptome untuk membandingkan kondisi usus pada bayi yang selama tiga bulan diberi ASI eksklusif dan susu formula. Analisis transkriptome melihat pada sebagian kecil dari kode genetik yang ditranskripsi ke dalam molekul RNA dan mengukuran apakah gen dapat secara aktif membuat protein.
Hasil penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI memiliki jangkauan mikroba yang lebih luas dalam usus mereka daripada bayi yang diberi susu formula, meski sistem kekebalan tubuh mereka telah dikembangkan untuk mengatasinya.
ASI MENCEGAH PENULARAN HIV
Satu lagi alasan mengapa Air Susu Ibu harus tetap diberikan oleh setiap bayi baru lahir, meskipun ibu mereka terinfeksi virus HIV. Riset terbaru mengklaim, para peneliti telah mengisolasi antibodi dalam ASI yang dapat melindungi bayi dari ancaman virus HIV.
Peneliti mengatakan, hanya satu dari sepuluh orang wanita yang terinfeksi HIV, yang dapat menularkan virus tersebut kepada bayi yang dikandungnya. Temuan ini dipublikasikan dalam PLoS One

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis