website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label KOPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOPI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juli 2012

Ingin Menurunkan Berat Badan? Konsumsi Saja Kopi Mentah!


Ingin Menurunkan Berat Badan? Konsumsi Saja Kopi Mentah!Jakarta - Minum kopi memang mengasyikkan buat yang menyukainya. Kopi yang selama ini diketahui punya manfaat ternyata punya manfaat baru. Sebuah temuan baru mengungkap manfaat biji kopi hijau atau mentah yang kini mulai populer.

Studi yang dilakukan oleh tim penelitian ini melibatkan sekelompok orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Mereka diminta untuk mengkonsumsi biji kopi hijau atau biji kopi yang belum disangrai dalam bentuk bubuk setiap hari. Hasilnya, berat badan mereka mengusut hingga 10 persen.

"Berdasarkan hasil penelitian kami, beberapa kapsul ekstrak biji kopi hijau diberikan pada responden setiap hari. Mereka juga diminta untuk menjalankan diet rendah lemak dan berolahraga dengan teratur. Cara yang aman dan mudah ini cukup efektif untuk menurunkan berat badan," ungkap Joe Vinton, salah satu tim peneliti dari University of Scranton.

Sebanyak 16 responden usia 22-26 tahun selalu diberikan dosis rendah dan dosis tinggi selama 22 minggu. Dosis terendah ekstrak kopi sebanyak 700 mg dan dosis tertinggi sekitar 1.050 mg. Proses pengecekan yang ketat dilakukan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Selain itu semua responden juga dimonitor dietnya mulai dari penghitungan jumlah kalori, jenis makanan dan banyaknya makanan yang dimakan. Tidak hanya kalori, jumlah karbohidrat, lemak dan protein pada responden juga diawasi.

Rata-rata berat badan responden menyusut hingga 7 kg selama 22 minggu. Total keseluruhan lemak tubuh yang hilang sekitar 16 persen. Peneliti juga mencatat bahwa penurunan berat badan ini secara signifikan lebih cepat karena pemberian dosisinya.


Detik.com

Sabtu, 16 Juni 2012

Minimalkan Resiko Kanker Kulit Dengan Kopi


kanker dan kopi
Bagi Anda yang gemar begadang, kopi adalah teman terbaik yang dipercaya dapat membuat mata tetap melek. Namun menurut sebuah penelitian baru yang hasilnya dilansir oleh situs Genius Beauty,manfaat kopi tak hanya untuk menghilangkan kantuk. Namun juga mampu meminimalkan resiko perkembangan kanker kulit.
Ilmuwan yang meneliti hal tersebut berasal dari Rutgers University, AS. Mereka melakukan percobaan dengan mencampurkan kafein dari kopi ke dalam sunscreen, yaitu krim perlindungan kulit.
Memang objek penelitian tersebut masih dilakukan pada tikus percobaan yang telah direkayasa secara genetik untuk memiliki kanker kulit, namun efek yang nampak memperlihatkan hasil yang positif.
Tikus yang diolesi sunscreen dengan kafein kopi ternyata kulitnya tidak menyerap radiasi sinarultra violet dari matahari, dan tidak nampak terjadi perkembangan sel tumor yang signifikan.
Sedangkan pada tikus yang tidak diberi krim sunscreen dengan kafein kopi, terjadi hal yang sebaliknya, menuju ke arah negatif.
Hingga waktu percobaan ke 19 minggu, perkembangan tikus dengan krim yang mengandung kafein lebih baik hingga 69% dibanding yang tidak.
Ini karena kafein menghambat pengaruh dari enzim ATR, enzim yang dapat memperburuk kanker jika terpapar sinar matahari.
Jadi, kopi ternyata mampu meminimalkan resiko terjadinya kanker kulit dan menolak pengaruh buruk sinar UV. Anda yang ingin mencoba, silahkan saja.
 sidomi.com

Kamis, 14 Juni 2012

Teh, Kopi dan Selada Obat untuk Dehidrasi


NILAH.COM, Jakarta - Cairan untuk tubuh tidak hanya bisa diperoleh dari air putih. Aturan tubuh setidaknya membutuhkan 'delapan gelas air sehari' bahkan kini dianggap aturan menyesatkan dan persyaratan yang terlalu tinggi.
Para peneliti dari La Trobe University di Victoria, Australia, dalam penelitian terbarunya menemukan cairan juga bisa dikontribusi selain air putih yaitu seperti teh, makanan dengan kandungan air tinggi seperti selada (97%), bahkan minuman mengandung kafein sekaligus seperti kopi.
Dikutip dari huffingtonpost, mereka dipercaya memiliki kerja yang sama efektifnya dengan air putih biasa untuk memenuhi cairan dan menangani tubuh kita ketika mengalami dehidrasi.
"Minuman seperti teh dan kopi memberikan kontribusi kebutuhan cairan seseorang dan, meski mengandung kadar kafein, mereka tidak menyebabkan dehidrasi," jelas dokter Spero Tsindos.
Tsindos setuju bahwa air atau cairan bisa membantu menurunkan berat. "Penelitian juga mengungkapkan bahwa air dalam makanan memiliki manfaat lebih besar dalam penurunan berat badan," kata Dr Tsindos.

Sebaliknya, dia juga setuju bahwa mengkonsumsi delapan gelas air sehari tidak melulu membuat warna kulit membaik, penurunan berat badan atau sakit kepala.
"Air adalah penting untuk kesehatan, tapi rekomendasi dari delapan gelas air murni sehari muncul sebuah persyaratan terlalu tinggi," pungkas Tsindos. [mor]

http://inilah.com

Jumat, 08 Juni 2012

Hindari Minum Kopi Sebelum Olahraga


SPONSORED BY
Komisi Gratis | Bisnis Online Tanpa Modal
KLIK GAMBAR ATAU DI SINI UNTUK BERGABUNG

Bila Anda hendak melakukan olahraga, jangan minum kopi setidaknya 36 jam sebelumnya.



VIVAnews – Tak bisa melewatkan pagi tanpa secangkir kopi? Mungkin Anda harus mengurungkan niat minum kopi jika hendak melakukan aktivitas olahraga pagi itu. Minum kopi sebelum olahraga bisa berisiko bagi jantung Anda.
Sebuah penelitian yang dilakukan American College of Cardiology mengungkapkan, sejumlah asupan kafein dari kopi bisa menahan kemampuan tubuh untuk meningkatkan aliran darah ke jantung selama melakukan olahraga.
Hal ini merupakan masalah. Pada saat berolahraga, aliran darah ke jantung sudah pasti meningkat, karena tubuh butuh asupan oksigen dan nutrisi lebih banyak.
Penelitian ini dilakukan terhadap para pecandu kopi. Mereka diminta puasa meminum kopi selama 36 jam, kemudian melakukan olahraga. Sebelum dan setelah berolahraga, pembuluh darah mereka diperiksa.
Pada tahap berikutnya, responden diminta mengonsumsi tablet kafein yang setara dua cangkir kopi, dan kembali dilakukan pemeriksaan pembuluh darah sebelum dan sesudah olahraga.
Kafein tidak berpengaruh pada pembuluh darah pada saat responden tidak minum kopi dalam 36 jam. Tapi setelah mengonsumsi tablet kafein, terjadi penurunan aliran darah sebesar 22%. Responden yang melakukan olahraga di tempat bertekanan tinggi bahkan bisa mengalami penurunan aliran darah lebih besar yaitu 39%.
Beberapa penelitian lain sempat mengungkapkan bahwa kopi adalah stimulan pemacu tenaga sebelum berolahraga. Oleh karena itu banyak atlet yang mengonsumsi kopi sebelmum berlatih atau bertanding. Tapi penelitian di atas membuktikan hasil yang berbeda.
Kafein memang bisa menstimulasi kerja otak, meningkatkan konsentrasi dan kesigapan. Atlet yang mengasup kafein sebelum bertanding merasakan stimulasi semangat, konsentrasi, dan fokus tinggi. Tapi sebetulnya pada pembuluh darah justru terjaid penurunan kerja.
Pada saat aliran darah di tubuh lebih rendah daripada yang diperlukan, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen. Terutama suplai oksigen ke otot, otak, dan jantung. Hal itu bisa menyebabkan pusing mendadak bahkan pingsan.
Selain kopi, minuman lain yang tak dianjurkan dikonsumsi sebelum olahraga adalah soda ataupun minuman berenergi. Minuman yang paling baik dikonsumsi sebelum olahraga adalah air.

Sumber : http://kosmo.vivanews.com
MINGGU, 10 MEI 2009, 11:05 WIB
Irma Kurniati

Pria Lebih Rasakan Efek Kafein


Wanita justru lebih memperoleh suntikan semangat dari kopi tanpa kafein.



  (dok. Corbis)

 VIVAnews – Saat rasa mengantuk mulai menyerang kita, salah satu senjata yang bisa diandalkan adalah secangkir kopi. Wangi kopi yang sedap mampu membuat mata kita terbuka dan efek meminum kopi membuat kita lebih bersemangat.
Tapi ternyata efek kopi yang membangkitkan semangat dan energi itu lebih terasa nyata pada pria. Menurut penelitian University of Barcelona, pria yang meminum kopi merasakan efek waspada dan siaga lebih cepat daripada wanita yang meminum dalam takaran sama.
Dalam studi ini, partisipan diminta meminum kopi espresso, lalu diukur tingkat konsentrasi dan kewaspadaannya dalam 10, 20 dan 30 menit kemudian.
Responden pria terbukti lebih cepat mengalami peningkatan kesigapan dan suntikan semangat, yaitu dalam tempo 10 menit saja dan bertahan hingga setengah jam kemudian.
Sedangkan responden wanita juga mengalami peningkatan konsentrasi dan semangat, tapi cenderung lebih lambat dan kadarnya lebih rendah daripada yang diperoleh pria.
Namun hasil sebaliknya terjadi saat responden disuguhi kopi tanpa kafein.
“Partisipan wanita lebih merasakan suntikan semangat dan energi dengan cepat setelah minum kopi tanpa kafein,” kata Ana Adan, Ph.D., Kepala Psychopharmacology and Drug Dependence Group, University of Barcelona. “Sedangkan pria hanya mengalami sedikit peningkatan semangat.”
Jadi, jika Anda ingin lebih merasakan suntikan semangat saat mood sedang drop, coba secangkir kopi nonkafein. Anda akan bisa merasakan manfaatnya lebih baik daripada secangkir kopi berkafein.

sumber : http://kosmo.vivanews.com
SABTU, 23 MEI 2009, 13:39 WIB
Irma Kurniati

Kopi dan Teh Bagi Penderita Diabetes


Secangkir kopi dan teh tiap hari, bisa mengurangi risiko diabetes hingga 7 persen.




  (doc Corbis)

VIVAnews - "Mau teh atau kopi?" Biasanya dua pilihan ini yang menjadi jenis minuman standar yang selalu ditawarkan dalam jamuan resmi maupun tak resmi.

Ternyata, keduanya sama-sama dianjurkan bagi para penderita diabetes atau penyakit gula. Pasalnya, seseorang yang minum kopi dan teh secara teratur dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit tersebut.

“Setiap cangkir kopi dan teh per hari, bisa mengurangi risiko diabetes sebesar 7 persen," kata Rachel Huxley, kepala tim peneliti dari George Institute, International Health, Australia seperti vivanews kutip dari Care2.com.

Bahkan, minum kopi tiga hingga empat gelas per hari, bisa mengurangi risiko diabetes hingga 25 persen, ketimbang hanya minum satu gelas saja. Fakta tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim dari George Institute, International Health, Australia.

Hal yang mengejutkan, bukan? Semuanya bukan hanya didasari oleh satu hasil penelitian saja, tetapi 18 penelitian dan melibatkan 450.000 orang. Karena terbukti dari banyak penelitian, fakta itu disebut "meta analisis"

Tim peneliti memperkirakan kandungan zat anti oksidan dan beberapa zat lain seperti magnesium, lignan dan asam kloronik, dalam kopi dan teh lah yang mengurangi risiko diabetes.

Selama ini, diabetes tipe dua yang disebabkan gaya hidup tidak sehat, memang sangat berbahaya. Tidak hanya menimbulkan komplikasi tetapi juga menjadi salah penyebab kematian tertinggi.

Tapi, selain berguna bagi pengidap diabetes, kopi juga bisa mengurangi risiko stroke dan penyakit parkinson. Maka dari itu, mulai kini jadikanlah kopi dan teh sebagai minuman Anda setiap hari. Tentunya, pastikan kandungan gula didalamnya tidak terlalu tinggi
Sumber : http://kosmo.vivanews.com
JUM'AT, 1 JANUARI 2010, 08:53 WIB
Indra Darmawan, Mutia Nugraheni
.

Efek Kopi Bagi Wanita


Wanita yang minum kopi berkafein akan mampu tampil lebih baik walau dalam situasi stres.



Secangkir kopi (inmagine)

VIVAnews – Kebanyakan orang akan minum kopi untuk mengatasi stres di tempat kerja. Namun, penelitian terbaru menunjukkan efek ini akan lebih berpengaruh pada wanita dibandingkan pria.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Social Psychology, wanita yang minum kopi berkafein akan mampu tampil lebih baik walau dalam situasi stres, dibandingkan pria.

Studi yang dipimpin Dr Lindsay St Claire, seorang dosen di Universitas Bristol, ini menguji apakah konsumsi kafein dapat memperparah stres dan mengganggu kinerja tim atau sebaliknya.

Penelitian dilakukan dengan menguji 64 orang yang terdiri dari pria dan wanita yang berusia rata-rata 22 tahun. Dalam studi, mereka diminta menyelesaikan berbagai teka-teki, kolaborasi tugas memori dan negosiasi dengan pasangan sesama jenis, baik setelah minum kopi berkafein dan tanpa kafein.

Setelah minum kopi berkafein, ternyata kemampuan wanita dalam memecahkan teka-teki 100 detik lebih cepat dibandingkan pria, dikutip dari laman Aol.

Selanjutnya, para peneliti berteori bahwa ketika berada di bawah stres, pria cenderung berperilaku lebih agresif, sebaliknya wanita lebih cenderung berkolaborasi.

Dr Eric Braverman, Direktur PATH Medical di New York dan penulis ‘Younger (Sexier) You’ mengatakan, "Kafein menimbulkan dopamin dan dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan dalam situasi stres," katanya.

Tetapi apakah benar-benar dapat membantu wanita lebih baik dalam mengatasi stres dibandingkan pria, kata Braverman, sepenuhnya tergantung pada sekelompok orang yang dipelajari.

Braverman mengatakan wanita biasanya tidak menangani stres seperti kebanyakan pria, khususnya wanita yang setengah baya atau lebih tua. Dia menambahkan pada usia ini, wanita kehilangan massa tulang dan massa otot, yang membantu mengatasi kekuatan keterampilan dalam otak. (pet)
Sumber : http://kosmo.vivanews.com
JUM'AT, 28 JANUARI 2011, 09:11 WIB
Siswanto, Lutfi Dwi Puji Astuti

Minum 2 Cangkir Kopi Sehari


Minum kopi ternyata bisa menurunkan gejala penyakit pembekuan darah di otak.



secangkir kopi (doc Corbis)

Minum dua cangkir kopi setiap hari ternyata bisa menurunkan risiko terkena stroke. Jika sebelumnya dikatakan bahwa kopi mengandung zat yang dapat meningkatkan gejala stroke, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Karolinska Institute, Stockholm, Swedia, ternyata menunjukkan hal sebaliknya.  Minum kopi ternyata dapat menjadi faktor pencegah terjadinya penyakit pembunuh nomor satu di Inggris ini.

Penelitian melibatkan hampir 500 ribu orang dengan jangka waktu yang cukup lama, yaitu dari pertengahan 1960-an sampai 2011.

Hasil yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa mereka yang minum dua cangkir sehari punya kemungkinan 14 persen lebih kecil  untuk menderita gejala pembekuan darah di otak. Sedangkan jika minum 3-4 cangkir sehari malah dapat mengurangi bahaya tersebut sebesar 17 persen, seperti dilansir oleh Daily Mail.

Tapi, jangan gembira dulu untuk pecandu kopi yang minum lebih dari 6 cangkir setiap harinya. Mengonsumsi lebih dari itu malah akan menurunkan faktor pencegah terkena stroke menjadi hanya 7% saja.

Kuncinya, ternyata ada pada antioksidan yang terkandung di dalam kopi. Senyawa antioksidan ini ditengarai dapat melindungi pembuluh darah di otak dari kerusakan yang disebabkan oleh kolesterol 'jahat'
Sumber : http://metro.vivanews.com
SELASA, 20 SEPTEMBER 2011, 11:37 WIB
heni pridia
.

Kopi Bantu Minimalkan Kesalahan Kerja


Konsumsi kafein dalam jumlah cukup mampu menurunkan tingkat cedera selama bekerja.




Secangkir kopi (inmagine)

VIVAnews - Kabar baik bagi karyawan mengenai khasiat meminum secangkir kopi sebelum memulai pekerjaan. Sebuah penelitian terbaru menemukan, kopi membantu mengurangi tingkat kesalahan karyawan saat bekerja, termasuk pada shiftmalam.

Sejak pemberlakukan shift kerja, jam tubuh manusia tak teroganisasi dengan baik. Akibatnya, pekerja shift malam lebih mudah lelah dan cenderung membuat lebih banyak kesalahan di tempat kerja.

Para ilmuwan mencoba menemukan cara meningkatkan produktivitas pekerja meski malam hari. Studi kemudian menguji pengaruh kopi, plasebo atau tidur siang terhadap pekerjaan yang dilakukan pada malam hari. Hasilnya, kopi memiliki efek paling baik. Kafein, zat kimia yang ada dalam kopi mengurangi kesalahan dan meningkatkan konsentrasi, persepsi serta penalaran pekerja.

Peneliti utama Katharine Ker dari London School of Tropical Medicine seperti dikutip dari Genius Beauty menyebutkan, konsumsi kafein dalam jumlah cukup mampu menurunkan tingkat cedera dan kesalahan yang terjadi selama bekerja. (kd)
Sumber : http://kosmo.vivanews.com
Petti Lubis, Anda Nurlaila
RABU, 2 JUNI 2010, 13:34 WIB






Benarkah Rutin Minum Kopi Bikin Panjang Umur?


Kopi yang diminum setiap hari dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah.



Secangkir kopi (inmagine)

VIVAnews – Kabar baik bagi Anda penggemar kopi. Minum secangkir kopi panas setiap hari, selain memberikan energi, juga akan membantu Anda memiliki lebih panjang. Sebab, kopi bermanfaat mengurangi risiko serangan jantung.

Pengaruh minum kopi terhadap umur seseorang ditemukan para peneliti di University of Athens. Hasil penelitiannya telah dirilis dalam kongres The European Society of Cardiology di Stockholm.

Para peneliti menemukan kopi yang diminum setiap hari dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah, yang efeknya bisa mencegah serangan jantung, dikutip dari Times Of India.

Mereka mendasarkan penemuan pada analisis terhadap 485 orang yang memiliki tekanan darah tinggi berusia 65 sampai 100 tahun di Pulau Ikraina, Yunani. Pulau ini terkenal sebagai pulau 'panjang umur' karena sepertiga penduduknya mencapai usia 90 tahun.

Dr Christina Chrysohoou yang memimpin penelitian mengatakan, ada bukti yang bertentangan tentang pengaruh minum kopi pada kesehatan jantung. Sebab, beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum kopi akan memperburuk tekanan darah tinggi.

"Tapi minum kopi sudah tertanam dalam budaya Yunani, sehingga penting untuk meneliti pulau ini mengenai tingginya harapan hidup penduduknya," katanya.

Dalam studi itu, pembuluh darah pada subyek penelitian, diteliti kekenyalan dan elastisitasnya. Sekitar 56 persen penggemar kopi berkategori sedang, yakni minum satu sampai dua cangkir sehari. Hasilnya, kesehatan pembuluh darah mereka dalam kondisi baik, sama seperti orang berusia muda. Arteri mereka lebih elastis dibandingkan orang yang lebih sedikit kopi sedikit atau sama sekali tidak minum kopi.

Sementara itu, satu dari 10 orang yang mengonsumsi tiga cangkir atau lebih dalam sehari, menurut penelitian itu, paling rendah elastisitas pembuluh darahnya.
Dr Chrysohoou menambahkan penggemar kopi rata-rata mengonsumsi 25-50 ml kopi dalam sehari. Minum kopi Yunani atau jenis kopi lainnya, kata dia, manfaatnya sama. Yang perlu Anda ketahui, kopi yang sebaiknya diminum adalah kopi tanpa tambahan gula atau susu. Sehingga khasiat optimalnya dapat dirasakan. (pet)



sumber : http://metro.vivanews.com
Siswanto

SELASA, 4 JANUARI 2011, 12:20 WIB


Minum Kopi Bisa Panjang Umur?


Konsumsi 4-5 gelas kopi per hari masih dalam kategori aman untuk kesehatan.

SENIN, 21 MEI 2012, 13:39 WIB
Mona Indriyani

Tiga hingga empat gelas kopi masih dalam kategori aman. (dok. Corbis)

VIVAnews – Ini mungkin kabar baik bagi para pecinta kopi. Selama ini, asupan kopi dengan kandungan kafein sering dikaitkan dengan efek negatif pada kesehatan. Seperti jantung koroner atau pemicu tingginya kolesterol.
Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa minum kopi dapat membuat umur panjang, seperti yang dilansir dalamHuffington Post.
Sebuah studi yang dilakukan oleh National Cancer Institute, dalam analisis hubungan antara konsumsi kopi dan kematian, menunjukkan bahwa pria yang minum minimal 6 gelas per hari dapat mengurangi risiko kematian hingga 12 persen.
Untuk kaum perempuan yang mencintaiLatte (kandungan kopi lebih rendah) memiliki risiko kematian 15 persen lebih rendah dibandingkan wanita yang tidak gemar minum kopi. Bahkan, satu cangkir sehari berpengaruh terhadap perbedaan tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung, penyakit pernapasan, stroke, diabetes, infeksi, dan cedera serta kecelakaan.
Namun, para peneliti juga menekankan, kontribusi konsumsi kopi untuk meningkatkan kesehatan masih belum jelas. Temuan ini juga tidak membentuk hubungan sebab-akibat.
Freedman, peneliti dari National Cancer Institute itu, mengungkapkan, peminum kopi umumnya cenderung merokok lebih banyak, sehingga merupakan penyebab utama kematian. "Kami menemukan bahwa peminum kopi cenderung menghadapi risiko kematian yang lebih tinggi. Tapi, ketika tidak menghubungkannya dengan rokok, kami menemukan hubungan terbalik," ujarnya.
Dr Eun Paul dari Asosiasi Kopi Inggris juga mengatakan, konsumsi kopi 4-5 cangkir sehari masih dalam kategori aman dan berdampak positif pada kesehatan. (art)

sumber : http://kosmo.vivanews.com

Secangkir Kopi dan Libido


Secangkir kopi juga membuat Anda lebih mudah menerima pendapat orang lain.

SABTU, 5 MARET 2011, 10:23 WIB
Arfi Bambani Amri, Anda Nurlaila


Secangkir kopi (doc Corbis)

Secangkir kopi di pagi hari sebelum aktivitas dipercaya mampu memberi semangat bagi para penikmatnya. Namun, benarkah minuman wangi ini benar-benar memiliki dampak psikologis bagi peminumnya? Sebuah studi bersama ilmuwan Australia dan Amerika menemukan fakta menarik dari kopi.

Dari studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Science, awal Maret 2011, orang yang meminum secangkir kopi lebih patuh dan mudah dipengaruhi orang lain. Kesimpulan itu diambil setelah serangkaian percobaan seperti dimuat dalam laman Genius Beauty.

Sukarelawan diminta mengungkapkan pendapat mereka tentang masalah tertentu. Kemudian, mereka dibagi menjadi dua kelompok yang sama banyak. Salah satu kelompok diberi masing-masing secangkir kopi. Setelahnya, para wakil kedua kelompok diminta untuk mengubah pandangan mereka.

Hasilnya, mereka yang tak meminum kopi bergeming mempertahankan pendapat. Sementara itu, mereka yang meminum kopi dengan mengubah pendapat saat berada di bawah tekanan.

Dalam percobaan lainnya pada tikus, kopi ternyata mempengaruhi libido peminumnya. Tikus yang menerima dosis kafein langsung melakukan kontak dengan lawan jenis, terutama pada tikus betina. Jadi, studi menyimpulkan, meminum kopi saat kencan dengan pujaan hati bisa menambah daya tarik Anda di hadapannya. (art)

sumber : http://metro.vivanews.com

Peminum Kopi Lebih Panjang Umur


Riset ini atas 400.000 orang di Amerika Serikat. Pria peminum kopi 10% lebih panjang umur

KAMIS, 17 MEI 2012, 13:13 WIB
Arfi Bambani Amri


Secangkir kopi racikan Toko Bhineka Djaja, Denpasar (VIVAnews/ Bobby Andalan)

VIVAnews - Sebuah riset atas 400.000 orang, menemukan si peminum kopi secara rutin memiliki usia harapan hidup lebih panjang daripada yang tak pernah atau jarang meminumnya. Dalam riset yang dipublikasikan dalam Jurnal Kedokteran New England di Amerika Serikat ini, kopi diketahui terkait dengan risiko rendah serangan jantung, strok, infeksi, luka dan kecelakaan.

Namun para peneliti memperingatkan, penemuan ini harus diterjemahkan hati-hati karena hanya diukur dalam satu waktu. Juga belum jelas, bahan apa dalam kopi yang terkait dengan umur panjang itu.

"Kita tahu bahwa kopi memiliki efek atas otak, sehingga mungkin memiliki peran," kata pemimpin penelitian, Neal Freedman dari Badan Kesehatan Nasional di Rockville, Maryland. "Atau, dia mungkin punya efek pada kesehatan tulang," seperti dilansirReuters, Rabu 16 Mei 2012.

Riset atas efek jangka panjang atas sejumlah penyakit telah memunculkan sejumlah kesimpulan berlawanan. Beberapa studi menemukan peminum kopi lebih sedikit mendapat diabetes, namun temuan lain menyatakan lebih berisiko kena serangan jantung.

"Untuk yang telah minum kopi, tak ada alasan berhenti. Secara periodik, seseorang menyatakannya buruk, namun saya kira riset ini memperkuat pandangan minum kopi tidak berbahaya," kata Lawrence Krakoff, kardiolog dari Sekolah Kedokterab Mount Sinai di New York, yang tak ikut riset ini.

Peneliti mendapatkan kesimpulan kopi membuat panjang umur ini atas survei terhadap pola makan dan kesehatan orang-orang dewasa berusia antara 50 sampai 71 tahun di tahun 1995 dan 1996. Salah satu pertanyaan, mengenai konsumsi kopi.

Lalu, pada tahun 2008, para responden dicari lagi dengan menggunakan pendaftaran kematian dan statistik penyakit nasional dan negara bagian untuk mengetahui berapa banyak yang telah wafat dan apa penyebabnya.

Awalnya, kopi terkesan terkait dengan potensi tinggi meninggal dunia selama periode 14 tahun itu. Sekitar 13 persen pria dan 10 persen wanita yang dilaporkan tidak minum kopi di awal survei meninggal antara 1995-2008, dibandingkan dengan 19 persen pria dan 15 persen wanita yang minum kopi enam cangkir atau lebih dalam sehari.

Namun, para peminum kopi ini kemudian diketahui juga merokok, penyalahgunaan alkohol dan makan banyak daging merah. Ketika periset memasukkan data ini, muncul gambaran yang berbeda lagi. Dalam analisisnya, pria yang minum kopi dua sampai lebih dari enam cangkir per hari 10 persen lebih panjang umur daripada yang tidak. Bagi wanita, bahkan sampai 16 persen.

"Pikiran saya, hubungan ini sangat menarik namun sampai benar-benar menghubungkannya sebagai mekanisme sebab-akibat, masih kabur," kata Krakoff
.
sumber : http://kosmo.vivanews.com/

Si Hitam Pencegah Alzheimer


kurangan kafein bisa menyebabkan Alzheimer.

SABTU, 9 JUNI 2012, 05:16 WIB
Mona Indriyani, Tasya Paramitha


Hindari penggunaan krim untuk kopi sehat. (Genius Beauty)

Ini mungkin kabar baik bagi para pecinta kopi. Belakangan ini banyak penelitian yang mengungkapkan dampak positif kopi pada kesehatan. Tak hanya menahan kantuk, penelitian sebelumnya juga mengatakan bahwa kopi dapat memperpanjang umur seseorang.

Sebuah penelitian di University of South Florida dan Universoty of Miami, mengemukakan semakin tinggi kafein yang masuk dalam tubuh dapat mencegah terjadinya Alzeimer. Hal ini hanya dapat berlaku pada penderita MCI (Mild Cognitive Imparment) atau biasa dikenal dengan tanda awal Alzheimer (demensia).

"Hasil penelitian ini menyarankan bagi para orang dewasa yang memiliki gangguan memori ringan untuk meminum kopi. Dengan batas minimal tiga cangkir sehari akan menghindari mereka dari Alzheimer, atau paling tidak mereka akan mengalami penundaan yang cukup lama sebelum menderita penyakit ini," ujar Dr. Chuanhai Cao, seorang neuroscientist (ilmuwan syaraf) di USF.

Penelitian yang menggunakan 124 orang usia 65 sampai 88 tahun, menunjukkan bahwa orang yang memiliki kafein rendah di bawah 51% cenderung terkena resiko Alzheimer dalam waktu dua hingga empat tahun ke depan. Penelitian ini menggunakan metode yang dikenal dengan blood caffeine, tanda bahwa seseorang secara teratur konsumsi kafein. Hasil penelitian ini juga dipublikasikan dalam The Journal of Alzheimer's Disease.

Para ahli juga menekankan, kafein dalam kopi tidak berarti menjamin seseorang untuk terhindar Alzheimer tetapi dapat menurunkan resiko terkena penyakit tersebut, seperti yang dikutip dalam Huffington Post. 
Menurut Havard Health Publications, minum kopi berlebih dapat memberikan resiko buruk pada kesehatan. Selain itu, kopi akan baik dikonsumsi jika tidak dicampur dengan gula dan krim.(np)

sumber : http://kosmo.vivanews.com

Selasa, 05 Juni 2012

Hijau Kopi dan Berat Badan

 Hijau Kopi dan Berat BadanKami menyadari bahwa teh hijau memiliki sifat antioksidan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kopi kacang hijau sangat membantu bagi mereka yang ingin menyingkirkan kelebihan berat badan mereka. Kopi hijau melindungi Anda dari akumulasi lemak visceral oleh properti antioksidan . Hijau ekstrak kopi secara luas digunakan sebagai cara terbaik untuk menurunkan berat badan yang efektif. Hal ini dapat mengurangi kadar glukosa darah dan mempercepat metabolisme lemak di hati. Studi pada tikus telah digambarkan bahwa kontrol baik berat badan dan akumulasi lemak visceral. Menurut para ahli, hadir kafein dalam ekstrak biji kopi hijau memiliki peranan penting dalam mengurangi penyerapan lemak sedangkan senyawa polifenol dan asam klorogenat mempercepat metabolisme lemak di hati. Dalam untuk mempelajari pengaruh ekstrak kopi hijau pada kenaikan berat badan pada tikus, Hiroshi Shimoda dan rekan melakukan sebuah penelitian yang dipublikasikan di BMC. Untuk tujuan penelitian, kopi ekstrak kacang hijau diberikan kepada tikus selama 14 hari. Kafein dan asam chlorogenic yang ditambahkan ke makanan. Para hepatik trigliserida tingkat tercatat setelah 13 hari pemberian kopi hijau. Kadar trigliserida serum dinilai setelah pemberian minyak zaitun pada tikus, untuk menguji efek dari ekstrak biji kopi hijau pada penyerapan lemak. Selain itu, karnitin palmitoyltransferase (CPT) aktivitas tercatat setelah 6 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan lemak dan berat badan berkurang konsumsi 0,5 persen dan 1 persen konsentrasi ekstrak biji kopi hijau. Asam klorogenat dan kafein yang efektif dalam mengurangi lemak visceral dan berat badan. Menggunakan berbagai eksperimen, para peneliti menemukan bahwa asam klorogenat mengurangi tingkat trigliserida hati sementara kafein mengurangi penyerapan lemak dan menurunkan tingkat trigliserida serum. Di sisi lain, bahan seperti asam neochlorogenic dan campuran asam feruloylquinic mempercepat aktivitas karnitin palmitoyltransferase (CPT) enzim, seorang yang terlibat dalam metabolisme lemak. Disimpulkan bahwa kopi ekstrak kacang hijau efektif dalam mengaktifkan metabolisme lemak dan mengurangi penyerapan lemak . Kafein baik dalam penyerapan lemak menekan, asam klorogenat memiliki peran dalam mengurangi parsial hati trigliserida, dan senyawa fenolik seperti asam neochlorogenic dan campuran asam feruloylquinic meningkatkan aktivitas CPT. Referensi: Hambat pengaruh ekstrak biji kopi hijau pada akumulasi lemak dan tubuh berat badan pada tikus; Hiroshi Shimoda et al; BMC Penelitian Pasal Sumber-Medindia 



GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis