website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label TEH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juni 2012

Minum 4 Cangkir Teh Sehari Turunkan Resiko Diabetes

Minum 4 Cangkir Teh Sehari Turunkan Resiko DiabetesJakarta - Diabetes adalah salah satu penyakit keturunan yang sulit disembuhkan. Untuk mencegahnya mungkin beberapa orang telah melakukan diet untuk tetap menjaga pola makannya. Sebuah penelitian baru berhasil menemukan minuman yang dapat mencegah diabetes.

Sebuah studi yang dilakukan di Eropa menemukan bahwa orang yang minum teh sebanyak empat cangkir perhari memiliki resiko 20 persen lebih rendah untuk terkena penyakit diabetes tipe-2. Penelitian ini telah terbukti di negara Inggris yang rata-rata warganya sering minum teh.

Penelitian ini juga menemukan bahwa orang yang minum teh kurang dari empat cangkir ternyata tidak dapat menurunkan resiko terkena diabetes tipe-2.

Tim penelitian ini dipimpin oleh Criatian Herder dari Leibniz Center for Diabetes Research dari Heinrich Heine Universitas Duesseldorf, Jerman. Ia juga mengatakan bahwa, hasil analisis sebelumnya menunjukkan bahwa konsumsi teh dihubungkan dengan kejadian penurunan resiko diabetes tipe-2.

Penelitian ini telah melibatkan banyak orang karena dilakukan di 26 wilayah didelapan negara Eropa. Tediri dari 12.403 responden dengan kasus diabetes tipe-2 dan ditambah ribuan responden lainnya yang tanpa penyakit.

Obesitas adalah faktor utama terjadinya penyakit diabetes, namun faktor makanan juga sangat berperan. Teh dapat menyerap glukosa dengan melindungi beta-sel dari kerusakan radikal bebas. Kandungan polifenol dalam teh sangat menguntungkan untuk tubuh.

"Minum sedikitnya empat cangkir teh per hari dan akan menurunkan resiko 20 persen terkena diabetes, dibandingkan dengan mereka yang hanya minum satu atau tiga cangkir teh perhari." ungkap Herder.

Laporan kejadian penyakit diabetes cepat meningkat. Dengan mengubah gaya hidup dipercaya juga dapat mengurangi resiko diabetes. Minum teh bisa dijadikan sebagai bagian gaya hidup baru yang menyehatkan.


Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
detik,com

Jumat, 22 Juni 2012

Kanker prostat incar pria penggemar teh




(Istimewa)
Laki-laki penggemar minuman teh dapat memiliki risiko untuk mengalami kanker prostat, menurut sebuah penelitian terbaru.Tim peneliti dari Universitas Glasgow Skotlandia melacak kondisi kesehatan lebih dari 6.000 pria yang menjadi relawan dalam periode 37 tahun.

Mereka menemukan para pria yang minum teh lebih dari tujuh cangkir per hari memiliki risiko 50% lebih tinggi terkena kanker prostat dibandingkan dengan laki-laki yang hanya sedikit minum teh atau bukan peminum teh.Tim mengatakan tidak mengetahui jika teh menjadi faktor risiko atau jika peminum teh mencapai usia yang mudah terkena kanker.

Kanker prostat merupakan kanker yang biasa terjadi pada pria di Skotlandia dan diagnosa kasus itu meningkat 7,4% dalam kurun waktu 2.000 dan 2010.Studi yang dimulai di Skotlandia pada 1970 dan pengumpulan dilakukan dari 6.016 relawan laki-laki yang seluruhnya berusia antara 21 dan 75.

Relawan mengisi kuisioner mengenai kensumsi minum teh, kopi, alkohol, kebiasaan merokok dan kondisi kesehatan secara umum, dan menghadiri uji pemeriksaan. Dalam studi itu, kurang dari seperempat dari laki-laki itu yang merupakan peminum berat teh.Dari jumlah itu 6,4% mengalami kanker prostat dalam kurun waktu 37 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang minum teh lebih dari tujuh cangkir per hari mengalami peningkatan risiko yang signifikan terhadap kanker prostat dibandingkan dengan mereka yang tidak minum teh atau kurang dari empat cangkir per hari.

Kepala penelitian dari University Glasgow Dr Kashif Shafique mengatakan studi sebelumnya menunjukan kanker prostat tidak ada kaitan dengan teh hitam atau dampak preventif dari teh hijau."Kami tidak mengetahui apakah teh itu sendiri merupakan sebuah faktor risiko atau jika peminum teh secara umum lebih sehat dan hidup dalam usia yang lebih tua ketika kanker prostat biasa terjadi.

"Kami menemukan bahwa peminum teh berat tampaknya lebih banyak tidak mengalami kelebihan berat badan, menjadi orang yang tidak minum alkohol dan memiliki tingkat kolesterol yang rendah."Bagaimanapun, kami melakukan pengaturan terhadap perbedaan ini dalam analisis kami dan tetap menemukan bahwa pria yang minum lebih banyak teh memiliki risiko lebih besar mengalami kanker prostat".

Chris Garner, anggota dari kelompok pendukung kanker prostat di Edinburgh mengatakan penelitian itu tidak akan menghentikannya untuk minum teh.Dia melakukan diet yang lebih sehat setelah didiagnosa mengalami kanker prostat 10 tahun yang lalu dan minum teh hijau.

Garner mengatakan:" Seperti biasa anda mendapatkan bukti di satu sisi dan anda mendapatkan bukti dari sisi laiinya dan anda berada di tengah antara mencoba untuk memutuskan siapa yang benar, tetapi saya harus mengatakan saya tidak berpikir teh memiliki risiko tinggi jika anda ingin mencari diet, gaya hidup dan seterusnya.

"Ada masalah lain diatas teh ini," kata dia.Dr Kate Holmes, kepala penelitian Yayasan Kanker Prostat, mengatakan: "penelitian ini tidak mempertimbangkan riwayat keluarga atau unsur lain selain teh, kopi dan alkohol,"

"Kami tidak berharap untuk memperhatikan bahwa minum teh yang cukup sebagai bagian dari diet sehat dapat meningkatkan risiko kanker prostat." Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nutrisi dan Kanker.


sumber :  http://www.waspada.co.id 



Kamis, 14 Juni 2012

Teh, Kopi dan Selada Obat untuk Dehidrasi


NILAH.COM, Jakarta - Cairan untuk tubuh tidak hanya bisa diperoleh dari air putih. Aturan tubuh setidaknya membutuhkan 'delapan gelas air sehari' bahkan kini dianggap aturan menyesatkan dan persyaratan yang terlalu tinggi.
Para peneliti dari La Trobe University di Victoria, Australia, dalam penelitian terbarunya menemukan cairan juga bisa dikontribusi selain air putih yaitu seperti teh, makanan dengan kandungan air tinggi seperti selada (97%), bahkan minuman mengandung kafein sekaligus seperti kopi.
Dikutip dari huffingtonpost, mereka dipercaya memiliki kerja yang sama efektifnya dengan air putih biasa untuk memenuhi cairan dan menangani tubuh kita ketika mengalami dehidrasi.
"Minuman seperti teh dan kopi memberikan kontribusi kebutuhan cairan seseorang dan, meski mengandung kadar kafein, mereka tidak menyebabkan dehidrasi," jelas dokter Spero Tsindos.
Tsindos setuju bahwa air atau cairan bisa membantu menurunkan berat. "Penelitian juga mengungkapkan bahwa air dalam makanan memiliki manfaat lebih besar dalam penurunan berat badan," kata Dr Tsindos.

Sebaliknya, dia juga setuju bahwa mengkonsumsi delapan gelas air sehari tidak melulu membuat warna kulit membaik, penurunan berat badan atau sakit kepala.
"Air adalah penting untuk kesehatan, tapi rekomendasi dari delapan gelas air murni sehari muncul sebuah persyaratan terlalu tinggi," pungkas Tsindos. [mor]

http://inilah.com

Rabu, 13 Juni 2012

Peminum Teh Jarang Kena Diabetes


Bramirus Mikail | Asep Candra | Jumat, 8 Juni 2012 | 16:07 WIB

shutterstock
KOMPAS.com — Ini adalah kabar baik bagi Anda pencinta minuman teh. Riset terbaru mengindikasikan, minum teh dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2, tetapi hanya jika Anda minum empat cangkir atau lebih setiap hari.

Sebuah studi populasi di Eropa menemukan bahwa negara-negara yang minum empat cangkir teh sehari—rata-rata masyarakat di Inggris—memiliki risiko 20 persen lebih rendah terkena penyakit diabetes tipe 2.

Peneliti mengatakan, manfaat dari minum teh tampak paling jelas di antara peminum teh berat (4 cangkir atau lebih sehari). Sedangkan mereka yang minum satu sampai tiga cangkir sehari tidak mengalami penurunan risiko terhadap diabetes.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Christian Herder dari Leibniz Center untuk Penelitian Diabetes di Heinrich Heine University Duesseldorf, Jerman, mengatakan, riset sebelumnya menunjukkan konsumsi teh dikaitkan dengan insiden lebih rendah dari diabetes tipe 2.

"Obesitas merupakan faktor risiko utama untuk pengembangan diabetes tipe 2, tetapi faktor makanan juga dapat berperan. Salah satu faktor diet yang menarik adalah konsumsi teh. Konsumsi teh dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 dengan memengaruhi pencernaan glukosa, penyerapan glukosa, dan dengan melindungi sel beta dari kerusakan radikal bebas. Efek menguntungkan ini mungkin disebabkan oleh kandungan polifenol dalam teh," jelas Herder.

"Minum sedikitnya empat cangkir teh per hari dikaitkan dengan 20 persen risiko lebih rendah, sedangkan minum satu sampai tiga cangkir per hari tidak menurunkan risiko diabetes dibandingkan dengan mereka yang bukan peminum teh," tambahnya.

Herder mengatakan, belum diketahui secara pasti apakah jumlah asupan teh memengaruhi. Oleh karena itu, ia meneliti hubungan antara konsumsi teh dan jumlah kasus diabetes tipe 2 pada populasi masyarakat Eropa.

Riset ini dilakukan di 26 pusat penelitian di delapan negara Eropa, dan terdiri dari 12.403 insiden kasus diabetes tipe 2 ditambah ribuan relawan lain yang tidak memiliki penyakit.

"Meningkatkan pemahaman kita tentang modifikasi gaya hidup terkait dengan perkembangan diabetes tipe 2 menjadi sangat penting karena prevalensi diabetes terus meningkat dengan cepat."

"Sejalan dengan temuan ini, tidak ada hubungan ketika konsumsi teh dipelajari sebagai suatu variabel kontinu. Ini mungkin menunjukkan bahwa efek perlindungan teh hanya terbatas untuk mereka yang mengonsumsi teh dalam jumlah paling tinggi," ungkapnya.

Minggu, 10 Juni 2012

Pengaruh positif teh pada kesehatan



Senin, 31 Oktober 2011 - Teh telah diklaim sebagai obat dari berbagai jenis penyakit. Minuman dari tanaman Camellia sinensis ini memang memiliki sejumlah khasiat. Mari kita periksa sejumlah klaim mengenai pengaruh teh pada kesehatan.

Pengaruh positif teh pada kesehatan:
  1. Efek antibiotik. Teh memang memiliki sifat antibiotik karena mencegah tahap tertentu dalam proses replikasi DNA bakteri.
  2. Kerusakan kulit karena ultraviolet. Ekstrak teh hijau (EGCG) yang diberikan sesuai dosis dapat melindungi kerusakan kulit yang disebabkan oleh UVA dan UVB yaitu penuaan oleh cahaya dan karsinogenesis.
  3. Meningkatkan sensitivitas insulin dan toleransi glukosa.
  4. Meningkatkan ketahanan tubuh saat latihan dengan meningkatkan metabolisme lemak.
  5. Membuat lebih terjaga, sama halnya dengan kopi.
  6. Meningkatkan kekebalan tubuh.
  7. Mengurangi kemungkinan mengalami gangguan kognitif.
  8. Mengurangi stress
  9. Mengurangi pengaruh HIV. Sebuah studi yang muncul dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menyatakan kalau epigallocatechin gallate (EGCG) yang ditemukan dalam teh hijau dapat menghambat pengikatan HIV dan dapat dipakai sebagai terapi komplementer bagi pasien HIV, namun ditekankan kalau “ia bukan penyembuh, dan bukan pula cara yang aman untuk menghindari infeksi, namun, kami menyarankan kalau ia dapat dikombinasikan dengan obat konvensional untuk meningkatkan kualitas hidup mereka yang terinfeksi.” Ini adalah studi in vitro (tabung uji), bukan studi in vivo, yang hanya menguji pengaruh kimiawi dalam teh hijau. “Banyak zat yang ditunjukkan mencegah infeksi HIV dalam tabung uji ternyata tidak memiliki efek atau hanya memiliki efek kecil di dunia nyata, sehingga saya rasa masih jauh untuk menyimpulkan kalau teh hijau melindungi terhadap infeksi HIV.”
  10. Mengurangi dampak dari pendarahan usus
  11. Mencegah bau mulut
  12. Mencegah kerusakan tubuh oleh gangguan kelebihan besi (hemochromatosis)
  13. Mengurangi kemungkinan terkena penyakit Parkinson. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  14. Meningkatkan daya ingat jangka pendek. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  15. Meningkatkan kinerja atletik. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  16. Mengurangi keparahan dan durasi sakit kepala. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  17. Membantu mencegah gejala asma. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  18. Mengurangi gangguan tidur. Para peneliti Universitas Louisville melaporkan kalau fenolik teh hijau dapat menahan penurunan kognitif yang muncul karena apnea tidur obstruktif, dalam edisi Mei 2008 American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. Para peneliti memeriksa pengaruh fenolik teh hijau ynag diberikan bersama air minum, pada tikus yang secara berselang dikurangi oksigennya dalam siklus malam 12 jam, meniru hipoksia berkala pada manusia yang mengalami OSA.
  19. Mengurangi infeksi bakteri dan jamur.
  20. Membantu mengurangi dampak keracunan bisa ular.
  21. Mengurangi resiko terkena stroke
  22. Mengurangi resiko terkena serangan jantung. Mencampur teh dengan susu dapat menghilangkan khasiat teh ini.
  23. Menyembuhkan kutil di alat kelamin dan anus. Sinecatechin, sebuah ektrak dari teh hijau ditunjukkan efektif dalam merawat kutil di daerah anus dan kelamin dalam sebuah eksperimen acak buta ganda pada lebih dari 500 subjek. Subjek diberikan minyak ynag mengandung sinecatechin (kelompok perawatan) atau plasebo (kelompok kontrol) pada daerah yang terpengaruh selama 4 bulan, dan diikuti 3 bulan setelah perawatan. Lebih dari separuh subjek dalam kelompok perawatan (57%) mengalami kesembuhan penuh kutil mereka, dibandingkan hanya sepertiga (34%) dalam kelompok kontrol. 78% pasien dalam kelompok perawatan mengalami setidaknya 50% perbaikan pada kutil mereka. Jumlah yang dibutuhkan untuk perawatan adalah 4-5 pasien. Perawatan dengan ekstrak teh hijau ditoleransi dengan baik dengan sedikit efek samping.
  24. Mengurangi depresi. Dalam studi Jepang, konsumsi teh hijau berbanding terbalik dengan gangguan psikologis bahkan setelah pemeriksaan faktor-faktor lain yang mungkin. Konsumsi teh hijau berasosiasi dengan rendahnya gejala depresi pada studi lain di Jepang. Para peneliti melakukan studi cross-sectional pada individu manula Jepang yang bersosialisasi di masyarakat dengan usia 70 tahun. Prevalensi gejala depresi parah dan sedang adalah 20,2% dan 34,1%. Setelah penyetelan faktor-faktor lain, rasio yang disarankan untuk tidak depresi adalah 1 cangkir per hari, depresi sedang perlu 2 hingga 3 cangkir sehari, dan depresi parah butuh 4 cangkir sehari.
  25. Mengurangi rasa sakit akibat rematik
  26. Mengurangi berat badan dan kolesterol
Penyakit yang masih diragukan dapat dipengaruhi oleh teh:
Kanker payudara dan prostat. Hal ini didasarkan pada studi bulan Juli 2005, yangberupa tinjauan klaim yang dibuat mengenai manfaat kesehatan dari teh hijau. Peneliti Food and Drug Administration AS menyimpulkan kalau teh hijau tidak menyebabkan berkurangnya resiko kanker prostat dan payudara. FDA mengatakan kalau bukti yang ada tidak mendukung klaim kesehatan atas konsumsi teh hijau dengan berkurangnya resiko kanker. Studi lain menemukan hubungan adanya hubungan positif dengan penyembuhan kanker sehingga status teh sebagai perawatan untuk kanker masih kontroversial.
Pengaruh negatif teh pada kesehatan:
  1. Meningkatkan resiko osteofluorosis dan patah tulang karena membuat tulang menjadi lebih kaku.
  2. Meningkatkan resiko terkena penyakit Alzheimer karena kandungan aluminium dalam teh
  3. Karena mengandung kafein (separuh dari kafein yang dikandung kopi), semua efek samping kafein juga dapat dirasakan oleh peminum teh. Efek samping yang paling jelas adalah sulit tidur.
  4. Teh mengandung oksalat, konsumsi berlebihnya dapat menyebabkan batu ginjal, serta pengikatan kalsium bebas di tubuh; mineral lain juga dapat terikat olehnya. Ketersediaan oksalat dalam teh memang rendah sehingga dampak negatif membutuhkan jumlah konsumsi teh yang besar.
  5. Meningkatkan resiko kerusakan hati. Hal ini karena kemungkinan flavonoid, suatu zat dalam teh, menumpuk di pembuluh darah.
Sumber:
Wikipedia. Health Effects of Tea.

Jumat, 08 Juni 2012

Kopi dan Teh Bagi Penderita Diabetes


Secangkir kopi dan teh tiap hari, bisa mengurangi risiko diabetes hingga 7 persen.




  (doc Corbis)

VIVAnews - "Mau teh atau kopi?" Biasanya dua pilihan ini yang menjadi jenis minuman standar yang selalu ditawarkan dalam jamuan resmi maupun tak resmi.

Ternyata, keduanya sama-sama dianjurkan bagi para penderita diabetes atau penyakit gula. Pasalnya, seseorang yang minum kopi dan teh secara teratur dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit tersebut.

“Setiap cangkir kopi dan teh per hari, bisa mengurangi risiko diabetes sebesar 7 persen," kata Rachel Huxley, kepala tim peneliti dari George Institute, International Health, Australia seperti vivanews kutip dari Care2.com.

Bahkan, minum kopi tiga hingga empat gelas per hari, bisa mengurangi risiko diabetes hingga 25 persen, ketimbang hanya minum satu gelas saja. Fakta tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim dari George Institute, International Health, Australia.

Hal yang mengejutkan, bukan? Semuanya bukan hanya didasari oleh satu hasil penelitian saja, tetapi 18 penelitian dan melibatkan 450.000 orang. Karena terbukti dari banyak penelitian, fakta itu disebut "meta analisis"

Tim peneliti memperkirakan kandungan zat anti oksidan dan beberapa zat lain seperti magnesium, lignan dan asam kloronik, dalam kopi dan teh lah yang mengurangi risiko diabetes.

Selama ini, diabetes tipe dua yang disebabkan gaya hidup tidak sehat, memang sangat berbahaya. Tidak hanya menimbulkan komplikasi tetapi juga menjadi salah penyebab kematian tertinggi.

Tapi, selain berguna bagi pengidap diabetes, kopi juga bisa mengurangi risiko stroke dan penyakit parkinson. Maka dari itu, mulai kini jadikanlah kopi dan teh sebagai minuman Anda setiap hari. Tentunya, pastikan kandungan gula didalamnya tidak terlalu tinggi
Sumber : http://kosmo.vivanews.com
JUM'AT, 1 JANUARI 2010, 08:53 WIB
Indra Darmawan, Mutia Nugraheni
.

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis