website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label LANGSING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LANGSING. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2012

Bangun Pagi Bikin Langsing


Bramirus Mikail | Asep Candra | Sabtu, 17 September 2011 | 18:12 WIB

Shutterstock
KOMPAS.com - Merasa badan gemuk dan ingin langsing? Ada cara yang cukup mudah dan sederhana yang dapat dilakukan. Para ahli di Inggris menganjurkan,  mulailah membiasakan diri untuk bangun dan beraktivitas lebih pagi setiap hari.
Percaya atau tidak, menurut sebuah studi terbaru dari London, mereka yang terbiasa bangun lebih pagi akan memiliki bentuk tubuh lebih ramping, lebih bahagia, dan sehat ketimbang mereka yang terbiasa bangun di siang hari.
Para peneliti di Universitas Roehampton Inggris menyimpulkan, bangun pagi juga memberikan manfaat lain seperti misalnya tiba di tempat kerja tepat waktu, menyiapkan segala keperluan sekolah anak lebih awal, dan menyelesakan pekerjaan rumah lebih cepat.
Peneliti menambahkan, pada orang yang mempunyai kebiasaan begadang hingga larut malam, biasanya akan cenderung memiliki perasaan tertekan atau stres lebih tinggi dan berpotensi mengalami kelebihan berat badan.
Dalam pengamatannya, peneliti telah mewawancarai 1.068 orang dewasa terkait kesehatan dan kebiasaan tidur mereka. Hasilnya diketahui bahwa mereka yang terbiasa bangun pagi umumnya rata-rata mengawali aktivitas lebih awal, lebih bahagia dan bobot yang lebih ideal.
"Ada orang pagi dan orang malam. Mereka yang biasa bangun pagi cenderung lebih sehat dan bahagia serta memiliki indeks massa tubuh lebih rendah," ucap salah seorang peneliti Dr. Joerg Huber.
Dalam konferensi British Psychological Society, Huber menjelaskan alasan mengapa yang rutin bangun pagi lebih beruntung dan punya kualitas hidup lebih baik.  Hal itu merujuk pada fakta bahwa melakukan tugas-tugas rutin di pagi hari dan mengurus anak di saat yang tepat justru membantu membuat tubuh menjadi lebih bugar di tengah ketatnya kehidupan modern.
"Mungkin tipe orang yang rutin bangun pagi lebih cocok untuk dunia industri seperti saat ini, ketimbang mereka yang bangun kesiangan", tegasnya

Rabu, 13 Juni 2012

10 Pekerjaan Bisa Bikin Gemuk

Jakarta - Apakah Anda menyadari pinggang Anda melebar dan perut Anda membuncit setelah bekerja? Bisa jadi itu karena pekerjaan Anda. Setiap pekerjaan tidak diciptakan sama karena satu pekerjaan bisa jadi lebih rentan terhadap kenaikan berat badan daripada pekerjaan lainnya.

Bahkan CareerBuilder, penyedia lowongan pekerjaan terbesar di Amerika Serikat telah membuat daftar 10 posisi teratas untuk pekerjaan yang menyusahkan bagi orang-orang di dalamnya untuk tetap fit seperti dilansir dari hlntv, Jumat (8/6/2012). Ke-10 pekerjaan itu diantaranya:

1. Agen perjalanan
2. Pengacara/hakim
3. Pekerja sosial
4. Guru
5. Seniman/desainer/arsitek
6. Staf administrasi
7. Dokter
8. Polisi/petugas pemadam kebakaran
9. Staf pemasaran/humas
10. Staf IT

Mengapa pekerjaan-pekerjaan ini dimasukkan ke dalam daftar? Menurut sebuah studi baru yang digelar oleh Harris Interactive, tingginya tingkat stres dan kurangnya pergerakan sepanjang hari kerja merupakan penyebab utama ke-10 pekerjaan itu bisa membuat Anda gemuk.

Studi ini menemukan bahwa 44 persen pekerja yang disurvei telah mengalami penambahan berat badan dalam pekerjaannya. Bahkan lebih dari separuh partisipan menyalahkan kenaikan berat badan itu pada aktivitasnya di kantor misalnya duduk di depan komputer sepanjang hari, bahkan makan siang di meja kerjanya.

Tidak mengherankan jika studi ini menemukan bahwa kebiasaan suka makan karena stres, sering keluar malam, melewatkan waktu makan karena adanya tenggat waktu pekerjaan dan perlakuan kantor juga berkontribusi terhadap penambahan berat badan yang berkaitan dengan pekerjaan.

Studi ini juga menemukan bahwa sebanyak 10 persen pekerja mendapatkan makan siangnya dari mesin penjual otomatis (vending machine) dan 71 persen pekerja mengaku makan makanan ringan selama bekerja.

Namun, Anda tak bisa sepenuhnya menyalahkan pekerjaan Anda karena "semakin banyak perusahaan yang menerapkan inisiatif hidup sehat di tempat kerja," ujar Rosemary Haefner, Wakil Direktur SDM di CareerBuilder. "Namun hanya 10 persen pekerja yang menyatakan mendapatkan keuntungan dari kebijakan ini."


(ir/fat) detik.com

Selasa, 12 Juni 2012

MASALAH EMOSI Yang Dapat Bikin Gemuk


Mengatasi masalah emosional terkadang bisa jadi cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Terkadang yang menjadi penyebab naiknya berat badan bukan dari lingkungan atau fisik, melainkan masalah emosi. Setidaknya ada tiga perubahan emosi yang bisa bikin orang menjadi gemuk.
Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian pengobatan obesitas telah diperluas dengan mencakup penyebab psikologis. Studi telah mengidentifikasi emosi mungkin memainkan peran dalam kenaikan berat badan, obesitas dan penurunan berat badan.
Ada tiga masalah emosi yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan, seperti dilansir about.com, Rabu (29/2/2012):
1. Stres
Bagi kebanyakan orang, alasan makan adalah untuk mengisi perut dan menghasilkan tenaga. Tapi pada saat stres, beberapa orang menggunakan makanan sebagai cara terbaik untuk menenangkan emosi. Makan karena emosi (emosional eating) tidak selalu menyebabkan kenaikan berat badan untuk semua orang, namun ini bisa menjadi penyebab obesitas pada beberapa orang.
Dalam sebuah studi tentang pola makan dan kebiasaan olahraga dari ibu obesitas, peneliti menemukan bahwa stres memicu makan berlebihan dan mencegah perempuan mempraktikkan kebiasaan sehat.
Menghindari stres tidak selalu memungkinkan. Tapi teknik relaksasi dapat menjadi alternatif yang sehat untuk mengelola emosi selama masa stres.
2. Depresi
Dalam sebuah tinjauan literatur obesitas, satu kelompok peneliti mengidentifikasi beberapa cara di mana depresi dapat menyebabkan obesitas. Salah satunya beberapa antidepresan yang sering diresepkan dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Para peneliti juga mencatat bahwa kurang tidur, gejala yang umum dari depresi, juga merupakan faktor risiko obesitas. Tidak aktif dan kurang olahraga, gejala lain depresi, juga dapat memicu berat badan meningkat.
Jika Anda sedang berjuang melawan obesitas, melakukan diskrining untuk depresi mungkin menjadi langkah yang wajar. Pertimbangkan berbicara dengan dokter perawatan Anda tentang mendapatkan rujukan ke seorang profesional kesehatan mental.
3. Trauma personal atau masa kecil
Beberapa peneliti telah menemukan bahwa orang yang terkena kekerasan fisik, pelecehan seksual atau bullying (olok-olokan) berada pada risiko tinggi untuk obesitas.
detik.com

Senin, 04 Juni 2012

"Fad Diet" Bikin Langsing tapi Tak Sehat?

KOMPAS.com - Buku tentang diet mudah Anda dapatkan di toko buku atau situs belanja online.Informasi tentang diet, terutama untuk menurunkan berat badan, juga berlimpah di berbagai media termasuk internet. Berbagai jenis diet pun menjadi pilihan, iming-iming turun berat badan dalam waktu instan pun menjadi daya tariknya. Namun, mengapa banyak orang yang diet dan berhasil langsing tapi tak sehat, atau mati-matian diet tapi berat badan masih naik turun tak karuan?

Menurut Astri Kurniati, Manager Nutrition and Health Science dari Nutrifood Research Center, banyak orang tergerak melakukan diet karena sejumlah faktor. Baik karena khawatir mengingat angka obesitas dan kegemukan terus meningkat. Juga karena banyak orang ingin langsing, agar bisa tampil lebih menarik menggunakan busana favoritnya selain terlihat lebih seksi. Bahkan ada juga orang yang melakukan diet karena anjuran dokter, dengan alasan kesehatan. Namun banyak orang yang salah kaprah memahami konsep diet.

"Dengan berbagai pilihan diet, dan agar tak bingung memilihnya, setiap orang harus tahu cara membedakan diet, mana yang kurang sehat untuk tubuhnya di masa depan. Untuk itu, setiap orang semestinya memahami konsep diet sebelum memilih atau menjalankannya," jelas Astri dalam bincang-bincang Nutrifood bertema Be Smart Choosing Your Diet, di fX Lifestyle X'nter Jakarta, Rabu (9/5/2012).

Astri menjelaskan empat konsep fad diet yang perlu dipahami masyarakat. Apa sebenarnya fad diet?Fad diet merupakan diet yang mengharuskan Anda mengurangi atau menghilangkan satu dari komponen makanan harian, mendapat iming-iming turun berat badan dalam waktu cepat, hanya mengasup 800 kkal per hari. Diet semacam ini boleh jadi berhasil menurunkan berat dalam waktu singkat namum berjangka pendek dan mengancam kesehatan dalam jangka waktu panjang.

Untuk memahami konsep diet ini, ingat kembali konsep pola makan dan kebutuhan kalori. Pada dasarnya setiap individu, membutuhkan asupan karbohidrat (55-60 persen dari kalori), lemak (20-30 persen), dan protein (15-20 persen), setiap harinya. Sementara total kebutuhan kalori rata-rata orang dewasa mencapai 2.000 kkal per hari. 

Empat konsep fad diet:
1. Diet Tinggi Karbo dan Protein.
Konsep diet ini mengacu pada pengurangan asupan lemak (20-30 persen per hari dari kebutuhan kalori harian). Artinya, orang yang diet dengan cara ini akan menghilangkan lemak dalam makanan.Sebagai kompensasinya, penganut diet ini mengasup karbohidrat dan protein lebih tinggi dari biasanya. 

Studi terhadap 50.000 orang yang menggunakan konsep diet ini, menunjukkan selama 7,5 tahun diet menghindari lemak, rata-rata berat badan turun 1,9 kg. Diet semakin tidak efektif karena tidak dibarengi olahraga dan manajemen stres.

"Diet seperti ini tidak bisa berdampak jangka panjang, apalagi jika hanya diet tanpa olahraga dan manajemen stres. Pada beberapa orang, saat stres ia cenderung akan makan lebih banyak," jelas Astri, menambahkan konsep diet seperti ini juga menyebabkan kekurangan vitamin D yang didapatkan dari lemak.

Dampak dari konsep diet ini di antaranya risiko terkena penyakit jantung, karena asupan karbohidrat lebih tinggi dari semestinya.

2. Diet Rendah Karbo Tinggi Protein
Konsep diet ini sudah muncul sejak 1860, dan menjadi pilihan kedua setelah banyak orang merasa gagal menjalani Diet Tinggi Karbo dan Protein. Konsep diet yang kedua ini memangkas kebutuhan karbohidrat harian dari anjuran 300 gr per hari menjadi hanya 20-30 gr. 

"Asupan karbo 20-30 gr per hari setara dengan satu lembar roti," jelas Astri.

Ia menambahkan, setiap harinya setiap orang membutuhkan 3-8 porsi karbohidrat per hari. Satu porsi setara dengan satu cup nasi putih. Meski begitu, asupan karbohidrat tak hanya didapatkan dari nasi, namun bisa dari kentang atau makanan lainnya.

Dampak diet ini di antaranya, Anda sering buang air kecil sehingga menyebabkan hilangnya 1 kg air dari dalam tubuh, dan menyebabkan bau mulut, serta kerja otak terganggu sehingga menyebabkan gangguan berpikir seperti kurang konsentrasi.

"Diet ini mengurangi cadangan air dalam tubuh sekitar 1 kg karena diuretic. Dengan kata lain, Anda akan kehilangan 1 kg air dari dalam tubuh, karena terlalu sering dikeluarkan dalam bentuk urine. Dampak lainnya, Anda akan mengalami ketosis atau oksidasi lemak. Saat lemak dibakar ada komponen yang menghasilkan ketone menyebabkan bau mulut. Untuk kesehatan, efek sampingnya paling terasa ke otak. Karbohidrat adalah makanan utama otak. Kalau kurang karbo, otak tak bisa bekerja maksimal," jelasnya.

3. Diet Rendah Karbo Tinggi Lemak
Jika Anda melakukan diet dengan mengurangi atau menghilangkan satu atau lebih komponen makanan, maka Anda akan mengasup komponen makanan lain dalam jumlah lebih besar. Ini adalah konsep yang wajib dipahami agar Anda tak lagi terjebak dalam program diet yang memberikan iming-iming tubuh langsing, namun merusak fisik dalam jangka waktu panjang.

Konsep fad diet ketiga ini membuat Anda akan mengurangi makan makanan mengandung karbohidrat. Contoh sederhananya, Anda mengurangi atau bahkan tidak makan nasi sama sekali. Namun, agar tubuh tidak lemas, Anda akan mengasup makanan kaya lemak dan protein, misalnya Anda hanya makan ikan, daging, tempe atau tahu, telur dan berbagai makanan kecuali nasi, kentang atau roti yang mengandung karbohidrat. 

Bagaimana pun tubuh membutuhkan karbohidrat. Jika asupan ini dihilangkan sejumlah risiko seperti osteoporosis bisa Anda alami di masa mendatang. "Kandungan kalsium di urine akan naik. Makanan tinggi protein mengandung asam, dan menyebabkan kalsium ke luar dari tulang sehingga berisiko terhadap terjadinya osteoporosis," jelas Astri.

Menurutnya, jurnal kesehatan internasional tidak melarang diet ini namun juga tidak merekomendasikan. Ia menyebutkan Dukan Diet merupakan salah satu contoh diet tinggi protein, namun mengurangi atau menghilangkan asupan karbohidrat.

4. Diet Sangat Rendah Kalori

Diet seperti ini biasanya berlaku untuk pasien obesitas dengan pengawasan dokter. Diet ini bertujuan untuk menurunkan berat badan pada penderita obesitas agar risiko operasi berkurang.

Konsep diet ini adalah mengurangi asupan kalori hingga 800 kkal per hari, dengan catatan berada dalam pengawasan dokter dan nutritionist. Biasanya, penderita obesitas yang akan melakukan operasi hanya akan mengonsumsi cairan, buah, sayur, karbohidrat dan protein dihilangkan untuk menurunkan berat badan dan memastikan hanya mengasup 800 kalori per hari. 

Pada penderita obesitas, diet ini berhasil menurunkan berat badan untuk tujuan medis. Sayangnya, dengan alasan ingin menurunkan berat badan dalam waktu instan, banyak orang menjalankan diet ini padahal ia tidak menderita obesitas. Alhasil, diet yang keliru menyebabkan efek samping dari kekurangan kalsium hingga kematian. 

"Seharusnya diet ini hanya untuk penderita obesitas karena penurunan berat badan cenderung drastis, lebih dari 1,5 kg per minggu," jelas Astri.

Pemakan Cokelat Lebih Langsing?


KOMPAS.com -Ini adalah kabar baik bagi para penggemar cokelat. Riset terbaru mengindikasikan, mereka yang rutin mengudap cokelat memiliki tubuh yang lebih ramping ketimbang mereka yang jarang mengonsumsinya. Ilmuwan dari  University of California, San Diego, Beatrice Golomb, MD, PhD beserta timnya menemukan bahwa orang dewasa yang makan cokelat secara teratur cenderung mempunyai badan yang lebih langsing ketimbang yang tidak.

Seperti yang dipublikasikan secara online dalamArchives of Internal Medicine pada 26 Maret 2012, peneliti menekankan bahwa temuan ini tidak membuktikan bahwa rutin mengonsumsi cokelat dapat menurunkan berat badan. Tetapi kemungkinan ada faktor lain yang ikut memengaruhi perbedaan berat badan atau mungkin secara statistik hanya merupakan suatu kebetulan.

Dalam risetnya, Golomb dan rekan melibatkan hampir 1000 orang relawan. Peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang seberapa sering mereka makan coklat. Rata-rata usia relawan adalah 57 tahun dan 68 persen diantaranya adalah laki-laki.

Peneliti kemudian mencoba menemukan hubungan antara konsumsi cokelat dan indeks massa tubuh (BMI) peserta. BMI adalah perhitungan berdasarkan tinggi dan berat badan yang digunakan untuk menentukan berat badan, kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa.

Indeks massa tubuh peserta rata-rata 28 - artinya, kelebihan berat badan tetapi tidak obesitas. Rata-rata, peserta makan cokelat dua kali seminggu dan rutin melakukan aktivitas fisik (olahraga) tiga sampai empat kali dalam seminggu.

Hasil kajian menunjukkan bahwa mereka yang makan rutin atau sering makan coklat memiliki BMI lebih rendah dari yang lain, bahkan ketika peneliti telah mengaitkan dengan faktor lainnya seperti usia, jenis kelamin, pendidikan dan konsumsi buah dan sayuran. Bahkan, perbedaan antara peserta yang sering dan jarang makan cokelat sekitar 5 sampai 7 pon.
Golomb mengatakan, cokelat termasuk makanan yang kaya antioksidan - zat yang dapat melawan agen perusak di dalam tubuh. Beberapa riset juga telah menunjukkan, konsumsi cokelat dapat memberi efek kesehatan yang positif seperti menurunkan tekanan darah dan menjaga kolesterol. Tapi di sisi lain, coklat bisa juga bisa membawa malapetaka karena tinggi kandungan kalori dan lemak.

Golomb kembali mengingatkan bahwa studi ini tidak menyatakan bahwa konsumsi cokelat dapat membantu menurunkan berat badan. Studi tersebut juga tidak menyebutkan secara spesifik jenis cokelat apa yang paling baik untuk tubuh.  "Temuan ini bukan berarti bahwa Anda harus pergi keluar dan makan 20 pon cokelat per hari," ucap Golomb.

Buah Anggur Bikin Badan Langsing

KOMPAS.com - Bila Anda ingin langsing dan menjaga berat badan tetap ideal, tidak ada salahnya untuk rutin mengonsumsi buah anggur. Sebuah riset terbaru mengindikasikan, senyawa yang ditemukan dalam minuman anggur merah, buah anggur dan beberapa jenis buah lain yang mirip dengan struktur resveratrol, mampu memblok proses seluler yang memungkinkan sel-sel lemak untuk berkembang.

Kee-Hong Kim  dan Jung Yeon Kwon, dua ilmuwan dari Purdue University dalam Journal of Biological Chemistry melaporkan, senyawa pada anggur yang disebut piceatannol memiliki kemampuan untuk memblok sel lemak yang belum matang untuk tumbuh dan berkembang. 

Peneliti mengatakan, piceatannol memiliki struktur yang mirip dengan resveratrol - senyawa yang ditemukan dalam buah anggur dan kacang tanah yang diperkirakan mampu membantu memerangi kanker, penyakit jantung dan penyakit neurodegeneratif.  Menurut para ilmuwan, piceatannol mungkin dapat menjadi senjata penting untuk melawan obesitas. Resveratrol diubah menjadi piceatannol pada manusia setelah konsumsi.

"Piceatannol sebenarnya dapat mengubah ekspresi gen, fungsi gen dan kerja insulin selama adipogenesis (proses awal sel lemak berubah menjadi sel lemak matang)," kata Kim.

"Dengan keberadaan piceatannol, kita dapat melihat adanya penundaan atau hambatan proses adipogenesis," tambahnya.

Kim menerangkan, selama periode 10 hari atau lebih, sel-sel lemak yang ada di dalam tubuh biasanya belum terlalu matang, fase ini disebut preadipocytes. Namun setelah melalui beberapa tahapan, sel-sel lemak itu berubah menjadi matang, atau biasa disebut adipocytes

"Kami menganggap, proses adipogenesis adalah target yang tepat untuk menunda atau mencegah akumulasi sel lemak," katanya.

Kim menambahkan, piceatannol mampu mengikat reseptor insulin dari sel-sel lemak yang belum matang pada tahap pertama proses adipogenesis. Piceatannol juga bekerja dengan menghalangi jalur sel-sel lemak untuk berproduksi dan tumbuh.

Piceatannol adalah salah satu dari beberapa senyawa yang saat ini tengah diteliti manfaatnya untuk kesehatan, yang juga hadir dalam jumlah berbeda pada biji dan kulit anggur, blueberry, markisa, dan buah lainnya.

Kim mengkonfirmasikan bahwa temuan yang saat ini dilakukannya didasarkan pada sistem kultur sel, dengan menggunakan model hewan obesitas. "Kita masih perlu bekerja untuk meningkatkan stabilitas dan kelarutan dari piceatannol untuk menciptakan efek biologis," tutup Kim.

Menu Monoton Tak Bantu Pelangsingan


KOMPAS.com - Upaya membatasi variasi makanan yang selama ini diyakini mampu membantu program diet atau pelangsingan ternyata belum tentu efektif. Penelitian menunjukkan, mereka yang membatasi pilihan jenis makanan tak serta merta dapat mengurangi jumlah total asupan kalori ataupun mengalami penurunan berat badan secara signifikan.
    
"Membatasi variasi pilihan makanan dapat membantu orang untuk mengurangi asupan kalori untuk jenis kelompok makanan tertentu, tetapi hal itu dapat memicu peningkatan asupan (kalori) untuk jenis makanan yang lain," kata Prof Hollie Raynor, peneliti dari Universitas Tennessee, AS.
    
Studi yang diterbitkan American Journal of Clinical Nutrition, ini memberi peringatan bagi mereka yang membatasi variasi atau jenis makanan tertentu, seperti karbohidrat. Saran dari peneliti, yang perlu diwaspadai dalam penurunan berat badan adalah total asupan kalorinya, dan bukan cuma jenis makanannya saja.
    
Sejumlah riset sebelumnya menunjukkan, mereka yang melakukan diet terbatas dengan mengurangi variasi makanan cenderung lebih sukses mengurangi berat badan dan menjaga kestabilannya. 

Raynor beserta timnya ingin mengkaji lebih lanjut apakah pembatasan variasi untuk makanan berkalori tinggi, makanan-makanan bernutrisi rendah, seperti es krim, kue-kue dan keripik, dapat membantu penurunan berat badan.
    
Raynor melibatkan 200 orang dewasa yang kelebihan berat dan gemuk mengubah gaya hidup mereka dengan tujuan untuk menurunkan berat badan. Proses itu juga mengharuskan keterlibatan mereka dalam pertemuan kelompok guna membahas pola hidup sehat, pola makan rendah kalori, dan peningkatan aktivitas fisik.
    
Setengah dari mereka diminta membatasi jumlah asupan "junk food" dalam daftar diet dan hanya diberi dua pilihan jenis makanan, dengan maksud menu monoton akan menghasilkan penurunan minat pada makanan.
    
Selama lebih dari 18 bulan penelitian, mereka yang masuk dalam kelompok menu monoton hanya makan dua atau tiga jenis camilan setiap hari dibandingkan kelompok lain yang mengonsumsi empat jenis makanan.  Kelompok menu terbatas juga menerima asupan kalori lebih sedikit dari makanan tidak sehat.
    
Pada bulan ke 6 hingga 12, mereka dari kelompok variasi menu terbatas memiliki asupan makanan tidak sehat 100 kalori lebih rendah setiap hari dibanding kelompok lain. Pada akhir penelitian, mereka menerima asupan makanan tak sehat sekitar 80 kalori lebih sedikit setiap hari.
    
Kedua kelompok itu menerima asupan kalori total lebih rendah selama penelitian dan mengalami penurunan berat badan. Namun besarnya penurunan berat badan dan kalori total -- sekitar 4,5 kilogram-- untuk masing-masing kelompok adalah sama.
    
"Masuk akal untuk mencoba dan mengurangi jumlah variasi makanan dalam diet, namun manusia sangat menikmati makanan, maka mereka akan mencari komponen makanan lain untuk dikonsumsi sebagai penggantinya," kata Alexandra Johnstone,  peneliti dari Universitas Aberdeen di Skotlandia, yang tidak terlibat dalam penelitian itu.
    
Dia menambahkan, salah satu cara untuk membuat diet pembatasan variasi makanan bekerja optimal adalah dengan menggabungkannya dengan pembatasan porsi makanan.
    
Sementara itu menurut Raynor, pesan bagi mereka yang tengah melakukan diet adalah apabila mereka mencoba menurunkan berat badan dengan diet pembatasan variasi makanan, maka mereka harus benar-benar memperhatikan pilihan makanan mereka agar semua tidak sia-sia.
sumber : http://health.kompas.com/

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis