website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label PLUS TIPS : BALITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLUS TIPS : BALITA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2012

PLUS Balita: Selamat tinggal POPOK


Dadah popok!

Biasanya mulai usia antara 18-30 bulan adalah waktu yang tepat untuk si kecil mulai latihan buang air di kloset atau menggunakan pispot. Namun memang bunda juga perlu meluangkan waktu untuk melatih si kecil.
Jangan menunda latihan buang air di kloset atau pispot, jika si kecil sudah menunjukkan tanda-tanda siap.
  • Si kecil memberitahu bunda kalau popoknya basah atau kotor
  • Si kecil menunjukkan ketertarikan ketika bunda ke kamar mandi dan ingin meniru yang bunda lakukan
  • Si kecil memiliki kesadaran hendak buang air kecil atau besar. Ia tetap butuh peringatan awal sebelum mampu menggunakan pispot dengan baik
Saat si kecil menunjukkan tanda siap artinya latihan bisa dimulai. Pada awal latihan, tunjukkan kloset atau pispot kepada si kecil, jelaskan fungsinya dan tanyakan apakah ia mau mencobanya.
Jika si kecil tampak kesal atau tidak tertarik mencoba, jangan dipaksakan. Bunda harus mulai memberikan dorongan kepada si kecil begitu ia sudah mampu mengontrol kandung kemih dan sistem pelepasannya. Jangan membuat anak merasa bersalah jika terjadi kegagalan.
Apabila si kecil antusias menggunakan kloset atau pispot, lepaskan popoknya dan biarkan ia duduk di kloset atau pispot untuk merasakannya. Beberapa anak cenderung buang air kecil saat popoknya dilepas. Kalau ini terjadi, disengaja atau tidak, pujilah. Ini membuat si kecil ingin mengulangi pengalaman tersebut. Jika ia tidak juga buang air kecil, cobalah lagi nanti.
Beberapa anak merasa tidak nyaman buang air besar di kloset atau pispot. Mereka lebih suka buang air besar di popok meskipun sudah bisa kencing di pispot. Jika si kecil seperti ini, pakaikan saja popoknya supaya ia tidak menahan keinginan buang air besar dan menjadi sembelit karenanya. Bunda bisa mengalasi pispot dengan popok lalu membujuk si kecil untuk buang air besar di situ. Berikan si kecil waktu dan jangan khawatir, karena pada akhirnya ia pasti buang air juga.
http://zwitsal.co.id

Plus Bayi : Tangisan Bayi, Refluks & Kolik


Tangisan Bayi, Refluks & Kolik

Semua bayi menangis karena menangis itu adalah cara bayi berkomunikasi. Menangis itu normal, tapi tangisan yang berlebihan bahkan menunjukkan rasa tidak nyaman harus dicari tahu sebabnya.
Si kecil menangis bisa karena lapar, bosan, terlalu terstimulasi, lelah, tidak nyaman atau kesakitan.
Tangisan yang berlebihan, didefinisikan secara medis sebagai tangisan berkelanjutan selama lebih dari 3 jam dalam 24 jam (terkesan nonstop karena menangis terus menerus). Apabila bayi Anda mengalami hal seperti ini, segera temui ahli medis untuk memastikan tidak ada masalah medis.
Alasan medis paling umum yang menyebabkan tangisan berlebihan ini, biasanya disebabkan karena Refluks dan Kolik.
Refluks
Refluks gastroesofageal terjadi karena katup di atas lambung si kecil yang belum sempurna menyebabkan susu naik keluar. Asam perut dalam susu yang dimuntahkan membakar esofagus (saluran makanan) si kecil dan luka ini membuatnya menangis.
Bayi yang mengalami refluks sering kali melengkungkan punggungnya kesakitan dan tidak suka dibaringkan rata.
Walaupun refluks sangat mengganggu bayi maupun orang tua, kondisi ini dapat diobati.
Kolik
Umumnya bayi yang mengalami kolik akan menangis terus pada malam hari. Kolik paling umum terjadi pada bayi usia 2-3 tahun dan tidak dapat dipastikan penyebabnya.
Jika si kecil menangis berjam-jam, terkesan kesakitan, berteriak dan menarik kakinya terus menerus ke arah perut, kemungkinan ia menderita kolik.
Kolik biasanya akan terjadi beberapa hari tapi hampir tidak pernah berlangsung lebih dari beberapa bulan. Walaupun tidak nyaman, kolik tidak membahayakan si kecil.
Menenangkan Bayi yang Menangis
Ada banyak cara untuk menenangkan si kecil, teknik-teknik berikut biasanya ampuh dilakukan:

1. Menggendong.
    Gendong lah si kecil sambil mengayunkan perlahan, biasanya ini akan
    membantunya lebih tenang.
 2. Gerakan
     Gendong lah si kecil menggunakan gendongan atau selendang sambil
     berjalan-jalan, atau mengajaknya berkeliling dalam kereta bayi. Gerakan yang
     konstan disukai bayi-bayi. Bahkan membawanya berkeliling dalam mobil juga
     ampuh menenangkan, walaupun akan merepotkan juga kalau cara ini sudah
     menjadi kebiasaan.
 3. Suara konstan atau white noise
     Suara mesin cuci yang dinyalakan, mesin penghisap debu bahkan suara 
     electric breastpump juga dapat menenangkan si kecil. Menimangnya sambil
     membuat bunyi ‘shh’ termasuk juga suara konstan yang menenangkan.
 4. Mengisap agar nyaman
    Mengisap payudara akan membuat bayi lebih tenang, bahkan jika tidak lapar,
    karena secara alamiah, bayi ingin mengisap. Begitu juga mengisap jari-jarinya
    atau empeng.
 5. Pijatan
    Biasanya bayi yang menderita kolik dapat lebih tenang setelah mendapat
    pijatan/ usapan terutama di bagian perut. Pijatan akan meringankan sakitnya.
 6. Ajak bicara
     Sambil menimang, ajak lah si kecil mengobrol agar rasa tidak nyamannya
     teralihkan.
http://zwitsal.co.id

Rabu, 13 Juni 2012

Plus TIPS : 5 cara agar bayi anda tidur dengan nyenyak


Bayi

5 cara agar bayi anda tidur dengan nyenyak

  1. Terapkan pola tidur malam untuk bayi. Pola tidur ini bisa dimulai sejak bayi baru lahir/ newborn.
  2. Lakukan perawatan bayi secara teratur. Mandikan bayi dengan air hangat dan sabun khusus bayi yang lembut di kulit sambil dipijat dengan lembut dengan baby oil.
  3. Saat bayi anda tidur, hindari sinar terang benderang atau suara-suara yang dapat menstimulasi bayi untuk tetap terjaga.
  4. Berikan susu (ASI atau Formula) menjelang jam tidur agar bayi tidak terbangun karena lapar. Ketika bayi sudah lebih besar, berilah makan lebih banyak maka dia akan tidur sepanjang malam
  5. Buatlah bayi terjaga selama mungkin pada siang hari. Jika bayi tidur siang/sore lebih dari 3 jam, bangunkanlah dan ajak bayi anda bercanda atau bermain selama beberapa saat.

Popok Sekali Pakai Sebabkan Kaki Bayi Melengkung?


SELASA, 12 JUNI 2012 18:27 wib


Gustia Martha Putri - Okezone

detail berita
Anak nyaman pakai popok (Foto: Corbis)
MENURUT survei, bayi yang menggunakan popok sekali pakai masih berjumlah sedikit di Indonesia. Salah satu penyebabnya karena adanya mitos yang masih dipercaya dapat membuat kaki bayi melengkung seperti huruf "O".

Pemakaian popok pada bayi berfungsi memberikan kenyamanan pada bayi, khususnya saat sang bayi tidur. Pasalnya, saat seorang bayi tidur, hormon-hormon perkembangan dan pertumbuhan pada otak dan tubuhnya bekerja.

Secara keseluruhan di Indonesia, penggunaan popok sekali pakai atau diapers hanya sebesar 74 persen. Di kota-kota kecil di Indonesia hanya 39 persen. Angka tersebut masih tergolong rendah di banding negara-negara Asia lainnya.

Ada tiga hal yang menjadi penyebab masih rendahnya jumlah pengguna popok sekali pakai di Indonesia. Pertama, kehawatiran iritasi pada kulit bayi. Kedua, masih diyakininya mitos pemakaian popok sekali pakai dapat membuat kaki bayi melengkung seperti huruf O, dan harga yang mahal menjadi faktor ketiga.

"Salah satu yang membuat bayi nyaman ketika tertidur karena tidak merasakan lembap akibat popoknya yang bocor. Pemilihan popok sekali pakai yang sudah dikenal kualitasnya dapat dijadikan solusi untuk mengatasi kenyamanan tidur bayi. Jika ada anggapan penggunaan popok sekali pakai dapat membuat kaki bayi melengkung seperti huruf O, itu hanya mitos," tutur dr. Rosalina Dewi Roeslani, SpA(K) dalam peluncuran produk Mamypoko terbaru di Djakarta Theatre, Jakarta, Selasa (12/6/2012).

Wanita yang akrab disapa dokter Rosi ini menjelaskan, sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan popok sekali pakai bisa menyebabkan kaki berbentuk seperti huruf O atau disebut bow leg.

"Semua bayi terlahir dengan bentuk seperti katak dan kakinya memang bengkok, tapi kondisi ini normal sampai dia berusia 18 bulan. Seiring dengan berjalannya waktu, maka kondisi ini akan menghilang ketika bayi sudah mulai belajar berjalan," tutupnya.
(tty)

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis