website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label DIET. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIET. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juni 2012

Cara Diet Sesat yang Berbahaya

img"Selama berabad-abad, orang telah mencoba beberapa hal yang cukup gila untuk menurunkan berat badan. Namun dengan mode diet yang salah, penurunan berat badan biasanya bersifat sementara dan bisa sangat berbahaya," kata Susan Burke March, MS, RD, seorang ahli gizi dan penulis buku 'Making Weight Control Second Nature: Living Thin Naturally'.







Berikut adalah 8 metode aneh yang digunakan orang untuk menurunkan berat badan, seperti dilansir dari everydayhealth, Selasa (19/6/2012) antara lain:

1. Suntik hormon

Pada tahun 1950, seorang dokter Inggris, A.T.W. Simeons, menyarankan bahwa Anda dapat kehilangan 500 kalori per hari dengan mendapatkan suntikan harian hormon choriogonadotropin.

Tetapi belum ada bukti nyata bahwa suntikan hormon tersebut dapat menurunkan berat badan dan bisa berbahaya pada beberapa orang karena dapat menyebabkan pembekuan darah, depresi, dan sakit kepala.

FDA telah menyetujui suntik hormon choriogonadotropin sebagai pengobatan terhadap kesuburan, tetapi tidak untuk penurunan berat badan.

2. Makan roti diet

Toko roti Twinkies pada 1930-an, menawarkan produk roti diet yang memiliki 150 kalori. Anda dapat menurunkan berat badan hanya dengan tidak makan makanan apapun kecuali roti ini.

"Jika Anda makan roti itu sebanyak 10 bungkus, tubuh hanya mendapatkan 1.500 kalori sehari. Hal ini merampas nutrisi penting yang diperlukan tubuh dan membuat Anda mudah lelah," kata March.

3. Diet makan makanan bayi

Ini adalah mode diet Hollywood yaitu dengan mengganti makanan orang dewasa dengan makan makanan bayi.

Anda akan kehilangan berat badan karena Anda membatasi kalori. Tetapi Anda juga akan kehilangan serat yang dapat Anda dapatkan dari makanan untuk orang dewasa.

"Makanan bayi mungkin murni dan mengandung vitamin, tapi tidak tepat dari segi gizi orang dewasa," kata March.

4. Diet rokok

Ini merupakan salah satu metode diet yang paling berbahaya yang pernah ada.

Nikotin dalam rokok mungkin akan membuat nafsu makan Anda berkurang, tetapi rokok tidak memiliki kalori yang dibutuhkan tubuh.

Rokok adalah penyebab dari banyak kondisi medis yang mematikan termasuk penyakit jantung dan kanker paru-paru.

"Jangan pernah memulai sebuah kebiasaan berbahaya seperti merokok untuk menurunkan berat badan," kata March.

5. Diet tidur

Anda mungkin lelah dan kelaparan karena menahan makan, Anda dapat mengatasinya dengan tidur lebih banyak.

Tetapi setelah Anda bangun, selera makan Anda akan bertambah besar karena terlalu lelah.

"Beberapa penelitian ilmiah mendukung gagasan bahwa kurang tidur dapat berkontribusi terhadap kelebihan berat badan dan obesitas, yang Anda perlukan untuk mendapatkan tubuh yang sehat adalah dengan tidur yang cukup," kata March.

6. Diet Mengunyah

Metode diet ini adalah dengan mengunyah tanpa henti, sampai makanan halus dan kemudian memuntahkannya.

Anda hanya kan mendapatkan rasa dari makanan saja dan nutrisi makanan tidak akan diserap oleh tubuh.

7. Diet visual

Diet visual bertujuan untuk membatasi nafsu makan yang berlebihan ketika melihat makanan di hadapannya.

Caranya adalah dengan menggunakan kacamata berwarna biru dan semua makanan di depan Anda akan terlihat menjijikkan.

Tetapi hal ini mungkin berbahaya bagi kesehatan mata karena penggunaan lensa dengan spesifikasi berwarna yang terlalu lama.

8. Staples telinga

Staples telinga melibatkan staples bedah yang ditempatkan di dalam tulang rawan dari telinga.

Staples ini diyakini merangsang titik-titik tekanan yang mengontrol nafsu makan Anda, mirip dengan akupunktur.

Tapi setelah beberapa minggu, staples menjadi tidak efektif sebagai alat penurunan berat badan karena tubuh Anda telah terbiasa dengannya.

"Saya tidak tahu apakah ada ilmu yang mengatakan ini bekerja efektif, tetapi ini mungkin memiliki efek plasebo. Lebih baik untuk mengikat karet gelang di pergelangan tangan Anda untuk mengingatkan diri untuk tidak makan berlebihan daripada staples telinga," kata March.

Kamis, 14 Juni 2012

Bangun Pagi Bikin Langsing


Bramirus Mikail | Asep Candra | Sabtu, 17 September 2011 | 18:12 WIB

Shutterstock
KOMPAS.com - Merasa badan gemuk dan ingin langsing? Ada cara yang cukup mudah dan sederhana yang dapat dilakukan. Para ahli di Inggris menganjurkan,  mulailah membiasakan diri untuk bangun dan beraktivitas lebih pagi setiap hari.
Percaya atau tidak, menurut sebuah studi terbaru dari London, mereka yang terbiasa bangun lebih pagi akan memiliki bentuk tubuh lebih ramping, lebih bahagia, dan sehat ketimbang mereka yang terbiasa bangun di siang hari.
Para peneliti di Universitas Roehampton Inggris menyimpulkan, bangun pagi juga memberikan manfaat lain seperti misalnya tiba di tempat kerja tepat waktu, menyiapkan segala keperluan sekolah anak lebih awal, dan menyelesakan pekerjaan rumah lebih cepat.
Peneliti menambahkan, pada orang yang mempunyai kebiasaan begadang hingga larut malam, biasanya akan cenderung memiliki perasaan tertekan atau stres lebih tinggi dan berpotensi mengalami kelebihan berat badan.
Dalam pengamatannya, peneliti telah mewawancarai 1.068 orang dewasa terkait kesehatan dan kebiasaan tidur mereka. Hasilnya diketahui bahwa mereka yang terbiasa bangun pagi umumnya rata-rata mengawali aktivitas lebih awal, lebih bahagia dan bobot yang lebih ideal.
"Ada orang pagi dan orang malam. Mereka yang biasa bangun pagi cenderung lebih sehat dan bahagia serta memiliki indeks massa tubuh lebih rendah," ucap salah seorang peneliti Dr. Joerg Huber.
Dalam konferensi British Psychological Society, Huber menjelaskan alasan mengapa yang rutin bangun pagi lebih beruntung dan punya kualitas hidup lebih baik.  Hal itu merujuk pada fakta bahwa melakukan tugas-tugas rutin di pagi hari dan mengurus anak di saat yang tepat justru membantu membuat tubuh menjadi lebih bugar di tengah ketatnya kehidupan modern.
"Mungkin tipe orang yang rutin bangun pagi lebih cocok untuk dunia industri seperti saat ini, ketimbang mereka yang bangun kesiangan", tegasnya

Rabu, 13 Juni 2012

10 Pekerjaan Bisa Bikin Gemuk

Jakarta - Apakah Anda menyadari pinggang Anda melebar dan perut Anda membuncit setelah bekerja? Bisa jadi itu karena pekerjaan Anda. Setiap pekerjaan tidak diciptakan sama karena satu pekerjaan bisa jadi lebih rentan terhadap kenaikan berat badan daripada pekerjaan lainnya.

Bahkan CareerBuilder, penyedia lowongan pekerjaan terbesar di Amerika Serikat telah membuat daftar 10 posisi teratas untuk pekerjaan yang menyusahkan bagi orang-orang di dalamnya untuk tetap fit seperti dilansir dari hlntv, Jumat (8/6/2012). Ke-10 pekerjaan itu diantaranya:

1. Agen perjalanan
2. Pengacara/hakim
3. Pekerja sosial
4. Guru
5. Seniman/desainer/arsitek
6. Staf administrasi
7. Dokter
8. Polisi/petugas pemadam kebakaran
9. Staf pemasaran/humas
10. Staf IT

Mengapa pekerjaan-pekerjaan ini dimasukkan ke dalam daftar? Menurut sebuah studi baru yang digelar oleh Harris Interactive, tingginya tingkat stres dan kurangnya pergerakan sepanjang hari kerja merupakan penyebab utama ke-10 pekerjaan itu bisa membuat Anda gemuk.

Studi ini menemukan bahwa 44 persen pekerja yang disurvei telah mengalami penambahan berat badan dalam pekerjaannya. Bahkan lebih dari separuh partisipan menyalahkan kenaikan berat badan itu pada aktivitasnya di kantor misalnya duduk di depan komputer sepanjang hari, bahkan makan siang di meja kerjanya.

Tidak mengherankan jika studi ini menemukan bahwa kebiasaan suka makan karena stres, sering keluar malam, melewatkan waktu makan karena adanya tenggat waktu pekerjaan dan perlakuan kantor juga berkontribusi terhadap penambahan berat badan yang berkaitan dengan pekerjaan.

Studi ini juga menemukan bahwa sebanyak 10 persen pekerja mendapatkan makan siangnya dari mesin penjual otomatis (vending machine) dan 71 persen pekerja mengaku makan makanan ringan selama bekerja.

Namun, Anda tak bisa sepenuhnya menyalahkan pekerjaan Anda karena "semakin banyak perusahaan yang menerapkan inisiatif hidup sehat di tempat kerja," ujar Rosemary Haefner, Wakil Direktur SDM di CareerBuilder. "Namun hanya 10 persen pekerja yang menyatakan mendapatkan keuntungan dari kebijakan ini."


(ir/fat) detik.com

Selasa, 12 Juni 2012

MASALAH EMOSI Yang Dapat Bikin Gemuk


Mengatasi masalah emosional terkadang bisa jadi cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Terkadang yang menjadi penyebab naiknya berat badan bukan dari lingkungan atau fisik, melainkan masalah emosi. Setidaknya ada tiga perubahan emosi yang bisa bikin orang menjadi gemuk.
Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian pengobatan obesitas telah diperluas dengan mencakup penyebab psikologis. Studi telah mengidentifikasi emosi mungkin memainkan peran dalam kenaikan berat badan, obesitas dan penurunan berat badan.
Ada tiga masalah emosi yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan, seperti dilansir about.com, Rabu (29/2/2012):
1. Stres
Bagi kebanyakan orang, alasan makan adalah untuk mengisi perut dan menghasilkan tenaga. Tapi pada saat stres, beberapa orang menggunakan makanan sebagai cara terbaik untuk menenangkan emosi. Makan karena emosi (emosional eating) tidak selalu menyebabkan kenaikan berat badan untuk semua orang, namun ini bisa menjadi penyebab obesitas pada beberapa orang.
Dalam sebuah studi tentang pola makan dan kebiasaan olahraga dari ibu obesitas, peneliti menemukan bahwa stres memicu makan berlebihan dan mencegah perempuan mempraktikkan kebiasaan sehat.
Menghindari stres tidak selalu memungkinkan. Tapi teknik relaksasi dapat menjadi alternatif yang sehat untuk mengelola emosi selama masa stres.
2. Depresi
Dalam sebuah tinjauan literatur obesitas, satu kelompok peneliti mengidentifikasi beberapa cara di mana depresi dapat menyebabkan obesitas. Salah satunya beberapa antidepresan yang sering diresepkan dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Para peneliti juga mencatat bahwa kurang tidur, gejala yang umum dari depresi, juga merupakan faktor risiko obesitas. Tidak aktif dan kurang olahraga, gejala lain depresi, juga dapat memicu berat badan meningkat.
Jika Anda sedang berjuang melawan obesitas, melakukan diskrining untuk depresi mungkin menjadi langkah yang wajar. Pertimbangkan berbicara dengan dokter perawatan Anda tentang mendapatkan rujukan ke seorang profesional kesehatan mental.
3. Trauma personal atau masa kecil
Beberapa peneliti telah menemukan bahwa orang yang terkena kekerasan fisik, pelecehan seksual atau bullying (olok-olokan) berada pada risiko tinggi untuk obesitas.
detik.com

Senin, 11 Juni 2012

Diet Rendah Garam Tidak Terlalu Bermanfaat untuk Jantung


Adelia Ratnadita - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Diet rendah garam dianggap dapat menurunkan risiko penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung (kardiovaskular). Namun, sebuah hasil studi baru menunjukkan bahwa, mengurangi asupan garam mungkin tidak ada manfaatnya bagi jantung.

Diet rendah garam memang mengurangi tekanan darah, namun akan meningkatkan kadar kolesterol lemak, dan hormon dalam darah yang diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

"Secara keseluruhan, diet rendah garam memiliki efek yang baik dan buruk yang menyebabkan diet tersebut tidak terlalu berpengaruh. Sehingga diet tersebut memiliki efek yang relatif kecil terhadap perkembangan penyakit," kata peneliti Dr. Niels Graudal, dari Copenhagen University Hospital, Denmark seperti dilansir dariFoxNewsHealth, Kamis (10/11/2011).

Penelitian tersebut membuat banyak pihak bertanya-tanya mengenai manfaat jangka panjang diet rendah garam. Tinjauan dari 7 studi sebelumnya yang telah diterbitkan dalam journal the Cochrane Library menemukan pengurangan konsumsi garam tidak menurunkan risiko penyakit jantung.

"Rekomendasi tersebut seharusnya tidak pernah ada, karena tidak ada ilmu pengetahuan cukup untuk menunjang argumen tersebut," kata Dr. Graudal.

"Temuan tersebut jelas memerlukan penelitian lebih lanjut, karena terlalu cepat untuk menghapuskan rekomendasi diet rendah garam," kata Dr. Jochen Reiser, seorang profesor di University of Miami Miller School of Medicine.

Dr Graudal dan rekannya telah mengkaji data dari 167 studi di mana peserta secara acak diinstruksikan untuk melakukan diet rendah garam dan diet tinggi garam. Rata-rata, peserta diamati perkembangannya selama setidaknya 4 minggu. Para peneliti hanya melihat efek kecil dari diet rendah garam pada tekanan darah.

"Efek tersebut paling signifikan untuk orang dengan hipertensi, diet rendah garam mengurangi tekanan darah mereka sebesar 3,5 persen. Namun, diet rendah garam menyebabkan peningkatan 2,5 persen pada tingkat kolesterol dan peningkatan 7 persen pada trigliserida. Selanjutnya, juga menyebabkan peningkatan hormon yang mengatur kadar garam tubuh, yang akan menyebabkan tubuh untuk mempertahankan garam, sehingga garam tidak dibuang bersama urin," kata Dr. Graudal.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam American Journal of Hypertension pada 9 November 2011. Rata-rata orang Amerika mengonsumsi 3,5-5 gram garam (natrium) per hari. American Heart Association mengeluarkan pedoman diet rendah garam terbatas pada 1,5 gram sehari.

"Temuan tersebut menunjukkan bahwa, perlu ditinjau kembali bahwa diet rendah garam sangat bermanfaat. Namun, studi tersebut memiliki keterbatasan. Para peneliti mendefinisikan diet rendah garam dengan batasan kurang dari 2,3 gram garam per hari. Hal tersebut masih menunjukkan jumlah yang tinggi dari garam. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki apakah diet rendah garam mungkin memiliki manfaat yang lebih bagi kesehatan. Selain itu, penelitian harus menguji efek dari diet rendah garam selama lebih dari 4 minggu," kata Dr Reis
(ir/ir


sumber : detik.com

Saatnya Bersahabat dengan Garam


detail berita
Garam (Foto: Google)
GARAM kerap dianggap musuh bagi para penderita hipertensi. Pasalnya, mengonsumsi garam secara berlebihan akan mengganggu tensi darah mereka. Padahal, hal tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Terbukti, garam pun membantu proses metabolisme tubuh. Benarkah?

Berapa banyak Anda mengonsumsi garam setiap harinya? Apakah Anda termasuk orang yang tidak bisa menyentuh makanan dengan jumlah garam yang berlebihan? Atau apakah Anda termasuk kategori yang secara keras menolak untuk menambahkan garam dalam makanan karena dianggap merusak diet? Sebenarnya, terlalu banyak garam dan tidak mengonsumsi sama sekali keduanya adalah hal yang sama-sama berbahaya.

Menurut konsultan Ahli jantung Interventional Dr Vijay Surase, garam dianggap banyak orang sebagai komponen penting ketika seseorang melakukan diet. Belakangan, seiring dengan kebutuhan tersebut, kesadaran masyarakat tentang mengonsumsi garam yang berlebihan justru meningkat. Apalagi rak-rak di supermarket dipenuhi dengan makanan yang mengandung sedikit garam atau bahkan tidak ada asupan garam sama sekali. Pertanyaannya, apakah sebegitu pentingnya pembatasan garam dilakukan?

“Garam secara umum terdiri dari natrium dan klor. Natrium klorida adalah zat penting untuk memelihara keseimbangan osmotic dan fungsi lainnya. Memang benar garam bisa menjadi berbahaya bagi sebagian orang. Apalagi natrium klorida juga dapat diperoleh dari makanan lain. Namun, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80 persen penduduk justru mendapatkan keuntungan dari konsumsi garam laut alami yang biasanya kurang halus daripada garam meja dimana tidak mengandung senyawa alumunium di dalamnya.

Hal terpenting adalah, Anda baru perlu membatasi garam ketika spesialis kesehatan memang melarang Anda untuk menghentikan asupan garam pada konsumsi makanan Anda. Pasalnya ketika hal tersebut dilanjutkan maka akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti mengantuk, depresi, kejang dan bahkan koma. Bahkan, pasien hipertensi pun tidak perlu merasa takut dengan garam karena asupan garam yang normal sangat baik untuk kesehatannya. Tetapi kelebihan garam yang diakibatkan oleh konsumsi dari kentang goreng, acar, dan makanan lainnya itulah yang perlu dihindari,” kata Dr Surase.

Interventional Cardiologist Dr Shantanu Deshpande mengatakan, garam sangat penting untuk menjaga homeostasis dalam tubuh kita. “Persyaratan normal untuk memenuhi kebutuhan harian yakni 500 mg per hari dan tidak dianjurkan melebihi batasan tersebut. Asupan garam berlebihan biasanya akan diekspresikan dalam urin yang Anda keluarkan. Hampir 50 persen ginjal individu tidak dapat menangani hal ini yakni kelebihan natrium. Kelebihan garam dalam aliran darah Anda akan mengakibatkan kenaikan volume darah dan tekanan darah. Ini akan menyebabkan hipertrofi jantung dan otot pembuluh darah sehingga mengakibatkan peningkatan permanen dalam tekanan darah. Efek ini akan terasa jelas pada orangtua dan penderita diabetes. Mengurangi asupan garan dalam diet Anda dan mengurangi tekanan darah bisa menjadi solusinya. Diet rendah garam yang mengandung kurang dari 5 gram garam per hari dianjurkan kepada pasien tekanan darah tinggi. Selain itu, mereka pun perlu menghindari makanan seperti keju, makanan olahan dan junk food.

Sementara itu, Interventional Cardiologist Senior Dr Rajiv Bhagwat mengatakan, pentingnya asupan garam dalam pengaturan tekanan darah sangatlah dibutuhkan. “Pengurangan garam adalah salah satu modifikasi hidup yang paling penting dan efektif untuk mengurangi tekanan darah. Penurunan tekanan darah akan mengurangi mortalitas stroke sebesar 10 persen dan tujuh persen lainnya akan berpengaruh pada penurunan mortalitas akibat penyakit jantung koroner. Selain mengurangi tekanan darah, pengurangan garam juga mengurangi Left Ventricular Sickness (Hyper Trophy), mengurangi hilangnya protein dalam urin, mengurangi osteoporosis dan kehilangan mineral seiring perjalanan usia, melindungi kanker lambung, asma, dan katarak. Meningkatkan asupan kalium yang ditemukan dalam buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran terbukti menjadi asupan efektif untuk mengurangi tekanan darah tersebut.

Sumber : okezone.com

Dwi Indah Nurcahyani - Okezone
Senin, 4 Juli 2011 18:23 wib

Senin, 04 Juni 2012

"Fad Diet" Bikin Langsing tapi Tak Sehat?

KOMPAS.com - Buku tentang diet mudah Anda dapatkan di toko buku atau situs belanja online.Informasi tentang diet, terutama untuk menurunkan berat badan, juga berlimpah di berbagai media termasuk internet. Berbagai jenis diet pun menjadi pilihan, iming-iming turun berat badan dalam waktu instan pun menjadi daya tariknya. Namun, mengapa banyak orang yang diet dan berhasil langsing tapi tak sehat, atau mati-matian diet tapi berat badan masih naik turun tak karuan?

Menurut Astri Kurniati, Manager Nutrition and Health Science dari Nutrifood Research Center, banyak orang tergerak melakukan diet karena sejumlah faktor. Baik karena khawatir mengingat angka obesitas dan kegemukan terus meningkat. Juga karena banyak orang ingin langsing, agar bisa tampil lebih menarik menggunakan busana favoritnya selain terlihat lebih seksi. Bahkan ada juga orang yang melakukan diet karena anjuran dokter, dengan alasan kesehatan. Namun banyak orang yang salah kaprah memahami konsep diet.

"Dengan berbagai pilihan diet, dan agar tak bingung memilihnya, setiap orang harus tahu cara membedakan diet, mana yang kurang sehat untuk tubuhnya di masa depan. Untuk itu, setiap orang semestinya memahami konsep diet sebelum memilih atau menjalankannya," jelas Astri dalam bincang-bincang Nutrifood bertema Be Smart Choosing Your Diet, di fX Lifestyle X'nter Jakarta, Rabu (9/5/2012).

Astri menjelaskan empat konsep fad diet yang perlu dipahami masyarakat. Apa sebenarnya fad diet?Fad diet merupakan diet yang mengharuskan Anda mengurangi atau menghilangkan satu dari komponen makanan harian, mendapat iming-iming turun berat badan dalam waktu cepat, hanya mengasup 800 kkal per hari. Diet semacam ini boleh jadi berhasil menurunkan berat dalam waktu singkat namum berjangka pendek dan mengancam kesehatan dalam jangka waktu panjang.

Untuk memahami konsep diet ini, ingat kembali konsep pola makan dan kebutuhan kalori. Pada dasarnya setiap individu, membutuhkan asupan karbohidrat (55-60 persen dari kalori), lemak (20-30 persen), dan protein (15-20 persen), setiap harinya. Sementara total kebutuhan kalori rata-rata orang dewasa mencapai 2.000 kkal per hari. 

Empat konsep fad diet:
1. Diet Tinggi Karbo dan Protein.
Konsep diet ini mengacu pada pengurangan asupan lemak (20-30 persen per hari dari kebutuhan kalori harian). Artinya, orang yang diet dengan cara ini akan menghilangkan lemak dalam makanan.Sebagai kompensasinya, penganut diet ini mengasup karbohidrat dan protein lebih tinggi dari biasanya. 

Studi terhadap 50.000 orang yang menggunakan konsep diet ini, menunjukkan selama 7,5 tahun diet menghindari lemak, rata-rata berat badan turun 1,9 kg. Diet semakin tidak efektif karena tidak dibarengi olahraga dan manajemen stres.

"Diet seperti ini tidak bisa berdampak jangka panjang, apalagi jika hanya diet tanpa olahraga dan manajemen stres. Pada beberapa orang, saat stres ia cenderung akan makan lebih banyak," jelas Astri, menambahkan konsep diet seperti ini juga menyebabkan kekurangan vitamin D yang didapatkan dari lemak.

Dampak dari konsep diet ini di antaranya risiko terkena penyakit jantung, karena asupan karbohidrat lebih tinggi dari semestinya.

2. Diet Rendah Karbo Tinggi Protein
Konsep diet ini sudah muncul sejak 1860, dan menjadi pilihan kedua setelah banyak orang merasa gagal menjalani Diet Tinggi Karbo dan Protein. Konsep diet yang kedua ini memangkas kebutuhan karbohidrat harian dari anjuran 300 gr per hari menjadi hanya 20-30 gr. 

"Asupan karbo 20-30 gr per hari setara dengan satu lembar roti," jelas Astri.

Ia menambahkan, setiap harinya setiap orang membutuhkan 3-8 porsi karbohidrat per hari. Satu porsi setara dengan satu cup nasi putih. Meski begitu, asupan karbohidrat tak hanya didapatkan dari nasi, namun bisa dari kentang atau makanan lainnya.

Dampak diet ini di antaranya, Anda sering buang air kecil sehingga menyebabkan hilangnya 1 kg air dari dalam tubuh, dan menyebabkan bau mulut, serta kerja otak terganggu sehingga menyebabkan gangguan berpikir seperti kurang konsentrasi.

"Diet ini mengurangi cadangan air dalam tubuh sekitar 1 kg karena diuretic. Dengan kata lain, Anda akan kehilangan 1 kg air dari dalam tubuh, karena terlalu sering dikeluarkan dalam bentuk urine. Dampak lainnya, Anda akan mengalami ketosis atau oksidasi lemak. Saat lemak dibakar ada komponen yang menghasilkan ketone menyebabkan bau mulut. Untuk kesehatan, efek sampingnya paling terasa ke otak. Karbohidrat adalah makanan utama otak. Kalau kurang karbo, otak tak bisa bekerja maksimal," jelasnya.

3. Diet Rendah Karbo Tinggi Lemak
Jika Anda melakukan diet dengan mengurangi atau menghilangkan satu atau lebih komponen makanan, maka Anda akan mengasup komponen makanan lain dalam jumlah lebih besar. Ini adalah konsep yang wajib dipahami agar Anda tak lagi terjebak dalam program diet yang memberikan iming-iming tubuh langsing, namun merusak fisik dalam jangka waktu panjang.

Konsep fad diet ketiga ini membuat Anda akan mengurangi makan makanan mengandung karbohidrat. Contoh sederhananya, Anda mengurangi atau bahkan tidak makan nasi sama sekali. Namun, agar tubuh tidak lemas, Anda akan mengasup makanan kaya lemak dan protein, misalnya Anda hanya makan ikan, daging, tempe atau tahu, telur dan berbagai makanan kecuali nasi, kentang atau roti yang mengandung karbohidrat. 

Bagaimana pun tubuh membutuhkan karbohidrat. Jika asupan ini dihilangkan sejumlah risiko seperti osteoporosis bisa Anda alami di masa mendatang. "Kandungan kalsium di urine akan naik. Makanan tinggi protein mengandung asam, dan menyebabkan kalsium ke luar dari tulang sehingga berisiko terhadap terjadinya osteoporosis," jelas Astri.

Menurutnya, jurnal kesehatan internasional tidak melarang diet ini namun juga tidak merekomendasikan. Ia menyebutkan Dukan Diet merupakan salah satu contoh diet tinggi protein, namun mengurangi atau menghilangkan asupan karbohidrat.

4. Diet Sangat Rendah Kalori

Diet seperti ini biasanya berlaku untuk pasien obesitas dengan pengawasan dokter. Diet ini bertujuan untuk menurunkan berat badan pada penderita obesitas agar risiko operasi berkurang.

Konsep diet ini adalah mengurangi asupan kalori hingga 800 kkal per hari, dengan catatan berada dalam pengawasan dokter dan nutritionist. Biasanya, penderita obesitas yang akan melakukan operasi hanya akan mengonsumsi cairan, buah, sayur, karbohidrat dan protein dihilangkan untuk menurunkan berat badan dan memastikan hanya mengasup 800 kalori per hari. 

Pada penderita obesitas, diet ini berhasil menurunkan berat badan untuk tujuan medis. Sayangnya, dengan alasan ingin menurunkan berat badan dalam waktu instan, banyak orang menjalankan diet ini padahal ia tidak menderita obesitas. Alhasil, diet yang keliru menyebabkan efek samping dari kekurangan kalsium hingga kematian. 

"Seharusnya diet ini hanya untuk penderita obesitas karena penurunan berat badan cenderung drastis, lebih dari 1,5 kg per minggu," jelas Astri.

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis