website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label MEDITASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MEDITASI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juni 2012

Meditasi Tingkatkan Kesehatan Otak


Bramirus Mikail | Asep Candra | Sabtu, 30 Juli 2011 | 09:11 WIB
KOMPAS.com — Dalam beberapa literatur disebutkan, meditasi adalah praktik rileksasi yang melibatkan pengosongan pikiran dari semua hal yang menarik, membebani, maupun mencemaskan dalam hidup sehari-hari. Meditasi sebenarnya sudah ada sejak lama dan sering dilakukan orang-orang zaman dulu.
Selama ini, meditasi sering disalahartikan sebagian besar orang karena dianggap sebagai kegiatan yang tidak ada gunanya dan membuang-buang waktu. Padahal, bermeditasi secara tidak langsung berhubungan dengan permainan pada otak.
Bahkan, meditasi diyakini bisa menambah banyak masukan untuk meningkatkan kemampuan otak Anda. Sebuah penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa berlatih meditasi dalam waktu yang lama dapat meningkatkan materi abu-abu pada otak.
Sekarang, sebuah studi terbaru mengklaim, dengan bermeditasi risiko seseorang mengalami penyusutan otak jauh lebih rendah. Meditasi juga dipercaya dapat meningkatkan sel-sel otak dalam mengirimkan sinyal-sinyal listrik lebih efisien.
Hasil sebuah penelitian menunjukkan, individu yang bermeditasi secara rutin dalam jangka panjang mampu menurunkan materi putih pada otak sebagai penyebab penuaan.
Penelitian ini melibatkan sebanyak 27 relawan yang berlatih meditasi dengan berbagai gaya dengan usia antara 5 tahun sampai 46 tahun. Sementara itu, 27 relawan lainnya adalah mereka yang tidak melakukan meditasi. Mereka berasal dari jender yang sama dan kelompok usia. Otak dari kedua kelompok ini dipindai menggunakan teknologi pencitraan difusi tensor untuk mengetahui perbedaan dalam konektivitas struktural otak pada masing-masing kelompok.
Hasilnya, peneliti menyimpulkan bahwa meditasi membawa perubahan positif dalam pertumbuhan anatomi otak. Pada waktu yang sama, meditasi juga efektif dalam mencegah penyusutan otak. Para peneliti berpendapat, meditasi meningkatkan kesehatan otak dengan mempromosikan fungsi dari sistem kekebalan tubuh

Minggu, 10 Juni 2012

Meditasi Tingkatkan Kesehatan Otak


Bramirus Mikail | Asep Candra | Sabtu, 30 Juli 2011 | 09:11 WIB

Dalam beberapa literatur disebutkan, meditasi adalah praktik rileksasi yang melibatkan pengosongan pikiran dari semua hal yang menarik, membebani, maupun mencemaskan dalam hidup sehari-hari. Meditasi sebenarnya sudah ada sejak lama dan sering dilakukan orang-orang zaman dulu.
Selama ini, meditasi sering disalahartikan sebagian besar orang karena dianggap sebagai kegiatan yang tidak ada gunanya dan membuang-buang waktu. Padahal, bermeditasi secara tidak langsung berhubungan dengan permainan pada otak.
Bahkan, meditasi diyakini bisa menambah banyak masukan untuk meningkatkan kemampuan otak Anda. Sebuah penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa berlatih meditasi dalam waktu yang lama dapat meningkatkan materi abu-abu pada otak.
Sekarang, sebuah studi terbaru mengklaim, dengan bermeditasi risiko seseorang mengalami penyusutan otak jauh lebih rendah. Meditasi juga dipercaya dapat meningkatkan sel-sel otak dalam mengirimkan sinyal-sinyal listrik lebih efisien.
Hasil sebuah penelitian menunjukkan, individu yang bermeditasi secara rutin dalam jangka panjang mampu menurunkan materi putih pada otak sebagai penyebab penuaan.
Penelitian ini melibatkan sebanyak 27 relawan yang berlatih meditasi dengan berbagai gaya dengan usia antara 5 tahun sampai 46 tahun. Sementara itu, 27 relawan lainnya adalah mereka yang tidak melakukan meditasi. Mereka berasal dari jender yang sama dan kelompok usia. Otak dari kedua kelompok ini dipindai menggunakan teknologi pencitraan difusi tensor untuk mengetahui perbedaan dalam konektivitas struktural otak pada masing-masing kelompok.
Hasilnya, peneliti menyimpulkan bahwa meditasi membawa perubahan positif dalam pertumbuhan anatomi otak. Pada waktu yang sama, meditasi juga efektif dalam mencegah penyusutan otak. Para peneliti berpendapat, meditasi meningkatkan kesehatan otak dengan mempromosikan fungsi dari sistem kekebalan tubuh.

sumber : kompas.com

Meditasi 15 Menit Sehatkan Jantung


Bramirus Mikail | Asep Candra | Senin, 11 Juni 2012 | 09:34 WIB

shutterstock
Salah besar jika Anda menganggap  meditasi adalah kegiatan yang membuang-buang waktu dan tak berguna. Sebuah penelitian terbaru yang dimuat jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicinemengindikasikan, bermeditasi secara teratur dapat meningkatkan kualitas kesehatan dengan caa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, khususnya pada kalangan remaja paling berisiko.
Penelitian melibatkan puluhan remaja berkulit hitam yang memiliki tekanan darah tinggi membuktikan bahwa meditasi secara signifikan membantu memperbaiki kondisi kesehatan. Mereka yang bermeditasi dua kali sehari selama 15 menit cenderung memiliki massa ventrikel kiri ( Massa LV ) lebih rendah. Dalam dunia medis, peningkatan Massa LV dikenal sebagai salah indikator penyakit kardiovaskuler di masa depan.

Setengah dari kelompok remaja dilatih dalam meditasi transendental dan diminta untuk bermeditasi selama 15 menit di dalam  kelas dan 15 menit di rumah selama jangka waktu empat bulan. Sementara partisipan lain hanya diberikan edukasi masalah kesehatan tentang cara menurunkan tekanan darah (hipertensi) dan risiko penyakit kardiovaskular, tapi tidak dengan praktik meditasi.

Massa LV diukur dengan alat echocardiogram dua dimensi sebelum dan sesudah penelitian. Kelompok remaja yang bermeditasi menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada Massa LV.

"Peningkatan massa ventrikel otot jantung kiri umumnya disebabkan oleh beban kerja ekstra pada jantung dengan tekanan darah tinggi. Beberapa remaja sudah memiliki massa ventrikel kiri lebih tinggi akibat naiknya tekanan darah, kondisi ini akan terus dibawa sampai dewasa," jelas dr Vernon Barnes, dari Medical College of Georgia dan Georgia Health Sciences University Institute of Public and Preventive Health.

Selama meditasi, partisipan beristirahat lebih dalam, aktivitas sistem saraf simpatik berkurang dan tubuh melepaskan lebih sedikit hormon stres ketimbang biasanya. "Akibatnya, pembuluh darah rileks, tekanan darah menurun dan jantung bekerja lebih sedikit," katanya.

Bahkan kata Barnes, catatan sekolah menunjukkan adanya perbaikan perilaku diantara para remaja yang melakukan meditasi. "Meditasi transendental jauh lebih dalam mengistirahatkan tubuh ketimbang Anda tidur," kata Barnes.

"Statistik menunjukkan bahwa satu dari setiap 10 remaja kulit hitam memiliki tekanan darah tinggi. Jika dipraktekkan dari waktu ke waktu, meditasi dapat mengurangi risiko remaja ini mengidap penyakit jantung disamping juga tambahan manfaat kesehatan lainnya, "ujarnya.


Sumber : KOMPAS.com 

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis