website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juli 2012

Ilmuwan Temukan Cara Mengubah Kode Genetik untuk Obati Penyakit


Penemuan cara mengubah kode genetik itu bisa mendorong ditemukannya pengobatan yang efektif bagi berbagai penyakit akibat mutasi genetik.



Beberapa peneliti pada Universitas Rochester di New York meneliti sebuah mutasi khusus dalam kode genetik manusia yang di sebut “stop kodon prematur” yang umum dijumpai dalam berbagai penyakit termasuk kista fibrosis dan  distrofi otot. Diperkirakan sepertiga dari kelainan bawaan ini disebabkan mutasi kode tersebut.
Kode genetik adalah serangkaian instruksi dalam gen yang memerintahkan sel untuk membuat protein tertentu, berupa zat kimia yang merupakan kunci berfungsinya pertumbuhan normal. Stop kodon prematur  yang digambarkan seperti lampu merah oleh ilmuwan adalah mutasi yang mengakibatkan sel berhenti membaca instruksi genetika pada proses sintesa protein sehingga rantai protein yang dihasilkan tidak sempurna dan mengancam kesehatan.
John Karijolich adalah pemimpin studi itu. Ia mengatakan, “Kalau rantai protein diperpendek atau tidak sempurna, kita kehilangan  seluruh protein dan protein yang terlibat dalam perkembangan selanjutnya. Sehingga kurangnya komponen protein itu memicu terjadinya berbagai penyakit.”
Peneliti mengubah pembawa pesan RNA atau mRNA, zat kimia yang menyampaikan instruksi genetika dari DNA, sehingga sinyal stop kodon bisa diubah menjadi normal dan memproduksi rantai protein normal.
Peneliti menciptakan RNA jenis lain yang disebut RNA panduan untuk memperbaiki stop kodon pada RNA biasa.
Karjolich berharap suatu hari nanti terapi RNA bisa digunakan untuk mengobati penyakit distrofi otot. Artikel mengenai perbaikan RNA ini diterbitkan pada jurnal Nature.

sumber : http://www.voaindonesia.com

Senin, 25 Juni 2012

LIPI Kembangkan Pisang "Gemuk" dan Tahan Penyakit

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kini tengah mengembangkan pisang berkualitas unggul. Target pisang yang dihasilkan adalah panjang, berukuran besar alias gemuk, tahan penyakit, serta lezat.

Dr Ir Witjaksono MSc, Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, mengungkapkannya dalam diskusi "Penelitian untuk Ciptakan Pisang Berkualitas dan Tahan Penyakit" yang diadakan pada Selasa (19/6/2012) di Jakarta. 

Witjak menjelaskan, upaya mengembangkan pisang kualitas unggul dilakukan lewat persilangan pisang tetraploid (punya 4 set kromosom) dengan pisang diploid (wild type). Hasil persilangan akan memiliki sifat triploid (punya 3 set kromosom).

Sejauh ini, LIPI telah melakukan penyilangan beberapa jenis pisang tetraploid hasil induksi dengan pisang jenis Musa acuminata malaccensis. Jenis Musa acuminata malaccensis diketahui tahan terhadap penyakit layu fusarium yang disebabkan jamur fusarium.

Dalam persilangan, indukan jantan yang digunakan adalah pisang madu (Musa acuminata), pisang mas soponyono yang berasal dari Yogyakarta dan pisang mas kluthuk. Sementara induk betinanya ialah jenis Musa acuminata malaccensis. kompas.com

"Tapi hasilnya, pisangnya ukurannya kecil, karena membawa sifat induknya. Pisang mas, pisang madu lalu malaccensis itu ukurannya kecil. Ini kurang potensial secara ekonomis kalau mau dijual," papar Witjak.

Witjak menerangkan bahwa satu tandan pisang mas maksimal hanya seberat 10 kg, sementara satu tandan pisang ambon bisa seberat 25 kg. Sebagai sumber pangan, pisang mas tidak ekonomis karena konsumen harus membeli lebih.

Untuk memberi solusi, LIPI kini berupaya mencari indukan lain yang berukuran besar. Pisang ambon sudah terlalu banyak dikonsumsi sehingga tidak dipilih. Akhirnya, LIPI fokus pada Musa acuminata sumatrana, jenis pisang asal Sumatera yang berukuran besar tapi tak tahan penyakit.

Pisang sebagai sumber pangan pokok

Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati pisang. Jenis pisang yang dikenal saat ini serta telah dikonsumsi saja ada 20 spesies. Sementara itu, masih ada ratusan yang sampai kini belum dimanfaatkan.

Witjak mengungkapkan, pisang bisa dimanfaatkan sebagai sumber makan an pokok. Afrika, misalnya, mampu mengolah pisang menjadi tepung pisang. Di Indonesia, pemanfaatan tepung pisang masih minim, hanya sebagai campuran kue.

Dengan pengembangan varietas pisang, Indonesia bisa menambah daftar sumber pangan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi di dalam negeri. Bahan olahan dari pisang juga bisa diekspor untuk menghasilkan pemasukan.

Pengembangan varietas pisang juga penting untuk kemandirian. Wakil Kepala LIPI Dr Endang Sukara menambahkan, "Jangan sampai pisang yang buah tropis saja kita impor. Sekarang ini kita banyak mengimpor pisang Cavendish, karena tampilannya yang bagus."

Pada pertemuan Selasa kemarin, James Dale dari Queendsland University of Technology yang sudah mempelajari pisang selama 30 tahun menjajaki kemungkinan kerja sama dengan ilmuwan Indonesia untuk mengembangkan varietas pisang berkualitas.

Dale sebelumnya telah menemukan gen dalam jenis pisang Musa acuminata malaccensis yang membuat tanaman tersebut tahan pada penyakit layu fusarium. Dale telah mencoba menyisipkan gen tersebut pada jenis pisang Cavendish dan berhasil.

Witjaksono mengungkapkan, "Gen yang ditemukan bisa digunakan sebagai penanda. Jika kita teliti suatu tanaman yang mengandung gen tersebut, pasti dia resisten dengan fusarium. Ini dinamakanMolecular Marker Assisted Breeding, pemuliaan tanaman yang dibantu penandaan."

Pertanian pisang saat ini menghadapi beberapa kendala. Serangan fusarium membuat daun layu dan mati. Selain itu, terdapat pula penyakit bunchy top yang membuat tanaman pisang kepok tidak menghasilkan buah.

Bunga Bakung Pengobat Depresi

Headline
Penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa bunga bakung memiliki khasiat mengobati depresi. Senyawa dalam bunga disebut bisa melancarkan peredaran darah ke otak.
Para ilmuwan menemukan bahwa senyawa dalam spesies bunga dari Afrika Selatansnowdrops dan bunga bakung dapat melewati sawar darah otak yang merupakan dinding pertahanan yang menjaga agar otak terisolasi. Seperti dilansir dari dailymail.co.uk.
Penghalang adalah masalah utama bagi dokter untuk merawat kondisi otak yang mengalami depresi karena mengandung protein yang mendorong obat keluar segera setelah mereka masuk.
Penelitian menunjukkan, sembilan dari 10 senyawa obat tidak bisa menembus otak, Tapi Profesor Birger Brodin, yang melakukan penelitian dari University of Copenhagen, mengatakan senyawa dari bunga-bungan itu mampu melewati penghalang.
Terobosan
Temuan ini diharapkan dapat digunakan untuk membantu memberikan obat ke otak. Brodin dalam Jurnal Farmasi dan Farmakologi menulis, "Hasil kami menjanjikan, dan beberapa senyawa kimia akan dipelajari lebih lanjut sebagai calon jangka panjang untuk pengembangan obat.”
"Jadi itu sangat menarik untuk menemukan senyawa yang berhasil 'menipu' garis pertahanan. Studi dari terapi alami adalah sumber inspirasi yang berharga, memberikan kita pengetahuan yang juga dapat digunakan dalam konteks lain.” tambahnya.
Namun dia memperingatkan penelitian ini adalah hanya tahap pertama, dan akan memperlukan waktu yang lama dan penelitian lebih lanjut apakah senyawa itu bisa dikembangkan menjadi obat yang bisa digunakan. inilah.com

Minggu, 24 Juni 2012

Dikembangkan, udang tahan virus dan cepat tumbuh











Jakarta (ANTARA News) - Upaya pencarian bibit udang windu nan handal terus dilakukan oleh para peneliti Indonesia, dan besar harapan dalam waktu yang relatif tak lama lagi udang windu Indonesia akan tahan virus dan lebih cepat tumbuh.

Saat ini para peneliti yang tergabung di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP) Maros, Sulawesi Selatan, sedang mengembangkan bibit udang windu yang telah direkayasa segara genetik agar tahan terhadap penyakit serta cepat tumbuh.

"Kalau hasil penelitian ini sukses, dalam 3-4 tahun ke depan kita sudah bisa menghasilkan bibit udang windu yang tahan penyakit sekaligus cepat tumbuh," kata Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP), Dr. Rachmansyah di Maros, Sulawesi Selatan, Minggu.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa bibit udang windu yang dikembangkan di BPPBAP Maros telah sampai ditahap pembesaran benih.

"Kami telah menemukan gen yang menentukan daya tahan udang terhadap virus bintik putih/white spot syndrome virus (WSSV) dan gen yang membuat pertumbuhan lebih cepat," kata Andi Parenrengi, salah seorang peneliti yang terlibat dalam penelitian itu.

Lebih lanjut Andi menjelaskan bahwa rekayasa genetik ini memungkinkan pencarian bibit udang windu yang tahan terhadap WSSV, dengan mengambil gen yang berperan sentral lalu diimplan kepada bibit udang.

Pada beberapa tahun terakhir, industri udang windu Indonesia sangat terpukul oleh serangan WSSV sehingga banyak petambak beralih membudidaya komoditas lain.
(E012)

http://www.antaranews.com
Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Jumat, 22 Juni 2012

Sepeda Motor Berbahan Bakar Air ‘SiPede’


Oleh: Bambang Riyanto. Kerja keras, doa dan keyakinan selalu dipercaya berbanding lurus dengan pencapaian maksimal. Kegagalan dan anggapan orang lain akan selalu diabaikan bila suatu pekerjaan diyakini membuahkan keberhasilan.
Begitulah yang dilakukan oleh Tulus Ikhsan Nasution penemu alat sistem penghasil hidrogen elektronik yang diberikannya nama SiPede. Berkat alat tersebut sebuah sepeda motor dapat melaju hanya dengan menggunakan campuran air dan biotenol. Tanpa bensin, hemat dan ramah lingkungan.

"Penelitian ini saya mulai di tahun 2007 sewaktu masih mengajar di Malaysia untuk Universiti Malaysia Perlis. Sesudah mengajar, saya banyak menghabiskan waktu di dalam lab tempat saya meneliti SiPede. Hampir setiap hari, karenanya banyak yang bilang saya ini gila. Gila penelitian," ujar Tulus sembari meluncurkan senyum kebanggaan.

Wajar bila saat ini ia merasa bangga atas pencapaiannya. Buah kerja kerasnya kini mulai dilirik masyarakat dan berpeluang menggantikan bensin sebagai bahan bakar utama kendaraan yang banyak digunakan, di tengah kelangkaan dan potensi melambungnya harga bensin. Tulus yang dianggap ‘gila’ membawa harapan baru. Harapan untuk beralih ke bahan bakar air dan campuran bioetanol.

"Awal mula penelitian ini dimulai adalah ketika saya sebagai seorang yang berpengetahuan dan berpendidikan tinggi merasa memiliki tanggung jawab untuk memecahkan krisis pemanasan global dan krisis hemat energi yang sedang melanda dunia. Saya merasa tertantang untuk mengatasai persoalan tersebut," ujar bapak tiga anak ini.

Produksi Massal

Suami dari Dr Irwana Nainggolan itu pun sedang mempersiapkan produksi massal agar masyarakat juga turut menikmati hasil ciptaannya itu. Ia pun berharap pemerintah mau ikut campur tangan dalam proses produksi dan pemasaran.

"Saat ini sedang proses pengurusan hak kekayaan intelektual agar alat tersebut dapat dipatenkan. Dalam proses pengembangannya saya dibantu dengan tujuh orang mahasiswa, selain itu peran Dekan FMIPA Dr Sutarman MSc Phd pun juga turut berjasa dalam mendukung pengembangan yang kami lakukan di FMIPA USU ini," kata pria kelahiran P. Brandan 38 tahun silam.

Atas pencapaiannya yang luar biasa itu, Tulus ternyata belum puas, kini ia sedang mempersiapkan dua penelitian lainnya yang hampir rampung. Sistem elektronik pengelola air satu langkah yang dilengkapi dengan bio sensor dan pembuatan alat sensor diabetes melalui pernafasan.

"Ketika saya memutuskan untuk memilih mengabdi dan berkarir di USU pada tahun 2008, beberapa rekan juga menganggap saya sudah gila, karena gaji saya di Malaysia jauh lebih tinggi dari di sini. Ditambah lagi dengan semakin pesimisnya orang atas keberhasilan penetian saya bila dibawa ke Indonesia," ujar Dosen Fisika FMIPA USU itu.

Semua orang tahu, bahwa dukungan Indonesia terhadap peneliti sangat minim, itu mengapa orang-orang ‘gila’ seperti Tulus memilih untuk berkarir di negeri orang. Tapi Tulus punya kepercayaan dan keyakinan lain, ia merasa bahwa keterbatasan tidak pernah jadi penghalang untuk meraih kesuksesan, karenanya ia berharap peneliti lainnya mau mengikuti jejaknya dengan terus berkarya dan meneliti untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak.

"Saya mulai penelitian ini dengan biaya sendiri, menghasilkan ratusan juta, tenaga dan pikiran. Bukan hanya orang yang menganggap saya gila, istri saya pun anggap saya gila. Tapi anggapan orang atas diri saya, tak pernah saya hiraukan. Saya buktikan dengan pencapaian," ujarnya mantap.

Mereka, yang menganggap orang-orang seperti Tulus Ikhsan Nasution adalah orang ‘gila’ harus mengingat bahwa dunia ini pernah diubah oleh ilmuwan ‘gila’ pantang menyerah yang mampu menghasilkan lampu, telepon, listrik sampai bom atom.

Orang-orang ‘gila’ itu, yang mau mendedikasikannya secara totalitas di dunia penelitian pernah dimiki oleh negara-negara Eropa, misalnya seperti Alexander Graham Bell, James Watt, Thomas Alfa Edison dan Albert Einstein. Kini, rasanya cukup pantas bila Tulus Ikhsan yang berasal dari Indonesia disejajarkan dengan orang-orang ‘gila’ seperti mereka itu. Dan tibalah saatnya kita mengucapkan terimakasih atas kegilaannya. http://www.analisadaily.com

Selasa, 19 Juni 2012

Peneliti IPB Lahirkan Produk Pangan Mirip Beras


Bogor, (Analisa). Peneliti dari F-Technopark Institut Pertanian Bogor melahirkan produk pangan alternatif mirip beras, yang diberi nama "beras analog".
"Produk mirip beras yang kita kembangkan dibuat dari tepung lokalselain beras dan terigu," kata Direktur F-Tecnopark Fakultas Teknologi Pertanian IPB Dr Slamet Budijanto kepada ANTARA di Bogor,Jawa Barat, Minggu (15/4).

Ia menjelaskan, peneliti di perguruan tinggi dan badan penelitian, ada yang menyebutnya "beras artifical", "beras tiruan" dan lainnya.

Dikemukakannya bahwa produk pangan tersebut dirancang khusus untuk menghasilkan sifat fungsional dengan menggunakan bahan tepung lokal, seperti sorgum, sagu, umbi-umbian dan bisa ditambahkan "ingridient" pangan, seperti serat, antioksidan dan lainnya yang diinginkan.

Menurut dia, di luar negeri seperti China dan Filipina, diproduksidari beras menir menjadi beras utuh untuk kebutuhan fortifikasi vitamin atau mineral tertentu. "Di antaranya untuk fortifikasi zat besi," katanya menambahkan.

Mengenai teknologi pembuatannya, menurut dia, Technopark menggunakan teknologi ekstrusi menggunakan "tween screw extruder" dengan "dye" yang dirancang khusus dengan mengatur kondisi proses dan formulanya.

Secara umum, teknologi ekstrusi memungkinkan untuk melakukan serangkaian proses pengolahan seperti mencampur, menggiling, memask, mendinginkan, mengeringkan dan mencetak dalam satu rangkaian proses.

Rincian tahapan proses dalam pembuatan beras analog itu, pertama melakukan formulasi penimbangan bahan-bahan yang diperlukan, kedua pencampuran dengan menggunakan "mixer" sampai campuran bahan rata (homogen).

Ketiga, penambahan air dan dilakukan pencampuran menggunakan "mixer" sampai air bercampur dengan baik dan rata. Keempat, bahan yang tercampur dengan baik dimasukkan ke dalam "hopper".

Tahap kelima, adonan dilakukan ke dalam ekstruder dengan kondisi proses dengan mengatur T, V "auger", V "screew", dan V "piasu", sehingga didapatkan bentuk beras yang diinginkan.

Sedangkan tahapan keenam pengeringan dan ketujuh pengemasan.

Mengenai bahan baku, ia menjelaskan yang digunakan dari sumber karbohidrat adalah tepung umbi-umbian, seperti ubikayu, ubijalar, talas, garut ganyong dan umbi lainnya, tepung jagung, tepung sorgum, tepung hotong, sagu, dan sagu aren.

Untuk sumber protein berasal dari kedelai, kacang merah atau sumber lainnya.

Sedangkan "ingridient" lainnya berupa "stabilized rice bran" (sumber seratI, minyak merah (antioksidan), vitamin, mineral, serta "ingridient" lainnya.

Keunggulan

Ia mengemukakan bahwa beberapa keunggulan dari produk tersebut adalah lebih awet, pada waktu menanak tidak perlu pencucian, dapat dimasak persis beras.

Kemudian, dapat dirancang khusus untuk menghasilkan produk beras analog dengan fungsional tertentu, misalnya beras analog untuk penderita diabetes, yakni dengan indeks glisemiks rendah.

"Atau beras dengan kandungan serat tinggi, dan untuk keperluan fortifikai dan lainnya yang sangat didapatkan dari beras konvensional," katanya.

Dikemukakannya bahwa keunggulan utama lainnya adalah produk pangan tersebut menggunakan bahan baku lokal 100 persen.

Sedangkan kelemahannya, kata dia, dari beberapa kajian yang telah dilakukan dan studi referensi, biaya produksi produk pangan tersebut masih relatif mahal, sekitar Rp9.000 hingga Rp14.000 per kilogram, tergantung "ingridient" yang digunakan.

"Kelemahan lainnya, warnanya belum dapat menyerupai beras putih," katanya.

Namun, Slamet Budijanto optimistis dengan penelitian lanjutan, ke depan kelemahan tersebut bisa diperbaiki. (Ant)
http://www.analisadaily.com

Kunci Pengobatan Malaria Mungkin Ada dalam Darah Pasien


Penelitian baru menunjukkan bahwa salah satu kunci untuk mengendalikan penyakit malaria kemungkinan ada di dalam darah pasien
Parasit Plasmodium Falciparum, protozoa satu sel yang hidup dalam nyamuk dan menyebabkan tipe malaria yang paling mematikan, tampak di antara sel-sel darah.



S
ebuah tim ilmuwan menemukan cara dengan menggunakan sampel darah untuk mengidentifikasi perubahan genetik penting dalam parasit penyebab malaria. Analisa ini, yang dijelaskan jurnal ilmiah Nature edisi13 Juni, dapat membantu peneliti mengidentifikasi "hot spot" di seluruh dunia di mana parasit berkembang paling cepat dan kebal terhadap obat anti malaria konvensional. 

Malaria sering ditemui di daerah tropis. Lebih dari 200 juta orang terjangkit penyakit ini setiap tahunnya, dan hampir 2.000 orang meninggal setiap hari - kebanyakan anak-anak balita.

Walaupun puluhan tahun dilakukan penelitian, dokter masih belum memiliki vaksin malaria. Dan Plasmodium falciparum, parasit penyebab penyakit ini, dengan cepat mengembangkan kekebalan terhadap obat yang dipakai untuk melawannya. Berbagai varietas parasit malaria yang kebal obat berkembang di berbagai wilayah dunia, dan para ilmuwan kesulitan melacak perubahan genetik yang cukup cepat untuk mencegah wabah penyakit baru.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Dominic Kwiatkowski dari Universitas Oxford di Inggris mengembangkan metode untuk mengekstrak DNA parasit malaria langsung dari darah manusia dan menentukan perubahan genetik menit ke menit untuk memahami penyebabnya. Ini menghilangkan proses penumbuhan parasit yang lama di laboratorium sebelum gen parasit itu dapat diuraikan.
http://www.voaindonesia.com

Minggu, 17 Juni 2012

Contoh Penelitian Tentang Buah Durian



SPONSORED BY
Komisi Gratis | Bisnis Online Tanpa Modal
KLIK GAMBAR ATAU DI SINI UNTUK BERGABUNG

Penelitian Tentang Buah Durian

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Tentang Buah Durian dengan judul "PENELITIAN EKOLOGI JENIS DURIAN (Durio spp.) DI DESA INTUH LINGAU, KALIMANTAN TIMUR" yang disusun Oleh sobat Muhammad Mansur (Peneliti di Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Tentang Buah Duku :: SIFAT KIMIA DAN FISIKA BUAH DUKU ASAL BATANGHARI PADA BERBAGAI TINGKAT KEMATANGAN".semoga bermanfaat.

ilustrasi

PENELITIAN EKOLOGI JENIS DURIAN (Durio spp.) DI DESA INTUH LINGAU, KALIMANTAN TIMUR
Muhammad Mansur
Peneliti di Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Abstract
Ecological studies on the Durian (Durio spp.) in Intuh Lingau District, East Kalimantan Province was conducted on December 2005. One plot (0,6 ha) was establised at durian habitat for vegetation analysis. As the result, the forest type is secondary forest. Total number of trees (Stem diameter > 10 cm) were 183 individu which dominated by Durio zibethinus, Macaranga triloba, Ficus variegata, Octomeles sumatrana and Strombosia javanica. While, total number of sapling (stem diameter 2-9,9 cm) were 287 individu/0,15 ha which dominated by Leea rubra, Saurauia nudiflora, Monocarpia marginalis and Bridelia glauca. Vegetation structure and composition at study site will also discussed.

Key words: Vegetation structure and composition, Durian habitat, East Kalimantan.

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Tipe hutan hujan tropik Indonesia merupakan ruang yang sangat cocok bagi tumbuhnya segala jenis buah-buahan tropik. Tercatat kurang lebih ada 329 jenis buahbuahan baik yang sudah dibudidayakan maupun yang masih tumbuh liar di hutanhutan. Jumlah tersebut sangatlah besar oleh karena dari jumlah jenis buah-buahan yang ada di seluruh kawasan Asia Tenggara yang jumlahnya mencapai 350 jenis, 94% terdapat di Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu dari 8 pusat keanekaragaman genetika khususnya jenis buah-buahan tropik seperti durian, rambutan dan bacang. Dilaporkan ada sekitar 30 jenis durian di seluruh dunia dan 14 jenis di antaranya endemik di Borneo yang sebagian besar masih tumbuh liar di hutan. Sedikitnya di Kalimantan Timur terdapat 5 jenis durian. Selain Durio zibethinus, jenis-jenis yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan antara lain adalah Durio kutejensis, D. dulcis, D. grandiflorus, D. graveolen, D. oxleyanus, dan D. lowiana.

Terbatasnya informasi tentang pengetahuan dan data keanekaragaman jenis buah durian, merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam pengelolaan dan pengembangan buah durian di Indonesia. Penelitian ekologi durian di habitatnya diharapkan dapat menambah data pengetahuan untuk pengembangan selanjutnya agar dapat memberikan hasil yang lebih baik.

Tujuan Penelitian
Berbagai aspek penelitian tentang durian perlu dilakukan agar informasinya dapat saling melengkapi sehingga dapat dihasilkan durian-durian yang memiliki kualitas sangat baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur, komposisi vegetasi dan faktor fisik di habitat durian.

Selengkapnya mengenai Penelitian Tentang Buah Durian silakan sobat (download)

itulah tadi posting Contoh Penelitian Tentang Buah Durian. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam

http://jurnalpendidikanislam.blogspot.com/

Jumat, 15 Juni 2012

Jurnal Bioscientiae

BIOSCIENTIAE adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat untuk mempublikasikan karya ilmiah para dosen dan peneliti di bidang biologi. Terbit dua kali setahun, pada bulan Januari dan Juli. Terbit pertama kali tahun 2004

Volume 6 Nomor : 2, Juli 2009

1. Rani Sasmita, Krisdianto, Adriani
     Relationship Between Plankton Community Structures With Water Quality in Riam Kanan
     River subdistric Karang Intan. pdf
2. Noor Azizah
     Kontaminasi Merkuri (Hg) pada Purun Tikus (Eleocharis dulcis) yang Tumbuh di Tanah Sulfat
     Masam Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala. pdf
3. Noormaningsih
     Kandungan Mangan Dalam Air Sungai Riam Kanan dan Hati Ikan Nila (Oreochromis niloticus L)
     di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. pdf
4. Rusmiati
      Uji Efek Antifertilitas Ekstrak Metanol Kulit Kayu Durian (Durio Zibenthinus Murr) Pada Kehamilan
      Awal Mencit (Mus musculus L). pdf
5. Yusrina Ulfah, Abdul Gafur, Eny Dwi Pujawati
     Penetasan Telur dan Mortalitas Pupa Nyamuk Aedes aegypti pada Perbedaan Konsentrasi Air Rebusan
     Serai (Andropogon nardus L). pdf



Volume 6 Nomor : 1, Januari 2009



1. Atika Setyorini, Krisdianto, Syaiful Asikin
    Biomassa Purun Tikus (Eleocharis dulcis Trin) Pada Titik Sampling di Desa Puntik Kecamatan
    Alalak Kabupaten Barito Kuala.  pdf
2. Hikmah,  Rusmiati, Heri Budi Santoso 
    Gambaran Struktur Mikroanatomi Uterus Mencit (Mus musculus L) Setelah Pemeberian Fraksi
    n-Heksana dan Fraksi Etil Asetat Kulit batang Durian (Durio zibethinus Murr). pdf
3. Yuliani Ekawati, Badruzsaufari, Akhmad R. Saidy
     Pengaruh Gypsum dan Pupuk Fosfat Terhadap Penyerapan Logam Cromium dan Nikel Serta
     Pertumbuhan Tanaman Jarak (Jatropha curcas L.) di Tanah Serpentin.  pdf
4. Herlina Wati, Krisdianto, Rozanie Ramli
     Kandungan Logam Besi (Fe) Dalam Air dan Ikan Sepat (Trichogaster trichopterus Egen) di Sungai
     yang Melewati Kecamatan Gambut dan Aluh-aluh Kabupaten Banjar.  pdf
5. Byna Susanto, Krisdianto, Hasrul Satria Nur
     Kajian Kualitas Air Sungai yang Melewati Kecamatan Gambut dan Aluh-aluh Kalimantan Selatan. pdf



1

Volume 7 Nomor : 2, Juli 2010



1. Aditya Rahman 
     Nutrien Pembatas di East River, Korea. pdf
2. Nurul Rahmah,  Aditya Rahman 
     Uji Fungistatik Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Candida albicans. pdf
3. K.Rosyidah*, S.A.Nurmuhaimina,N.Komari, dan M.D.Astuti
     Aktifitas Antibakteri Fraksi Saponin dari Kulit Batang Tumbuhan Kasturi (Mangifera casturi). pdf
4. Gunawan
     Keragaman dan Karakterisasi Mikroalga dari Sumber Air Panas Ciwalini yang Berpotensi Sebagai
     Sumber Biodisel. pdf
5. Muhamat
     Screening Isolat  Bacillus thuringiensis yang Berasal dari Karang Intan Kabupaten Banjar Kalsel,
     terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti Instar 3. pdf

Volume 8 Nomor : 1, Januari 2011

1. Habibah
    Pengaruh Lama Pasteurisasi Dan Lama Penyimpanan Terhadap Kualitas Air Susu Sapi Perah
    Friesian Holsteinpdf
2. Witiyasti Imaningsih
     Karakterisasi Cendawan pada Tanah Serpentin Daerah Mandiangin Kabupaten Banjar. pdf
3. Hermalina Sinay
     Pengaruh Giberelin Dan Temperatur  Terhadap Pertumbuhan  Semai Gandaria
     (Bouea macrophylla  Griffith.) pdf
4. Gunawan
     Keragaman Mikroalga di Lahan Bekas Tambang Batubara, Cempaka. pdf
5. Evi Mintowati Kuntorini, Maria Dewi Astuti,  Norma Milina
    Struktur Anatomi Dan Kerapatan Sel Sekresi Serta Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Dari
    Rimpang Temulawak   (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) Asal Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar
    Kalimantan Selatan. pdf

Volume 8 Nomor : 2, Juli 2011

1. Kholifatu Rosyidah
    Isolasi Dan Uji Sitotoksik Senyawa Limonen Dari Kulit Batang Kasturi (Mangifera Casturi). pdf
2. Witiyasti Imaningsih, Hidayaturrahmah, Gunawan
     Tanaman Jagung ( Zea Mays ) Yang Diberi  Kompos Tanah Gambut Dengan Stimulator Em4
    (Effective Microorganism 4). pdf
3. Indira Fitriliyani
      Aktifitas enzim saluran pencernaan Ikan Nila (Oreohromis niloticus) dengan pakan mengandung
      Tepung Daun Lamtoro  (Leucaena leucophala) Terhidrolisis dan tanpa hidrolisis dengan Ekstrak
      Enzim Cairan Rumen Domba. pdf
4. Gunawan
     Keragaman Mikroalga Di Sumber Air Taman Hutan Rakyat Sultan Adam  Mandiangin, Banjarbaru. pdf
5. Junius Akbar
     Identifikasi Parasit Pada Ikan Betok (Anabas testudieus). pdf
6. Abrani Sulaiman, Rahmatullah
     Karakteristik Eksterior, Produksi Dan Kualitas Telur Itik Alabio (Anas Platyrhynchos Borneo)
     Disentra Peternakan Itik Kalimantan Selatan. pdf

Volume 8 Nomor : 2, Juli 2011

1. Kholifatu Rosyidah
    Isolasi Dan Uji Sitotoksik Senyawa Limonen Dari Kulit Batang Kasturi (Mangifera Casturi). pdf
2. Witiyasti Imaningsih, Hidayaturrahmah, Gunawan
     Tanaman Jagung ( Zea Mays ) Yang Diberi  Kompos Tanah Gambut Dengan Stimulator Em4
    (Effective Microorganism 4). pdf
3. Indira Fitriliyani
      Aktifitas enzim saluran pencernaan Ikan Nila (Oreohromis niloticus) dengan pakan mengandung
      Tepung Daun Lamtoro  (Leucaena leucophala) Terhidrolisis dan tanpa hidrolisis dengan Ekstrak
      Enzim Cairan Rumen Domba. pdf
4. Gunawan
     Keragaman Mikroalga Di Sumber Air Taman Hutan Rakyat Sultan Adam  Mandiangin, Banjarbaru. pdf
5. Junius Akbar
     Identifikasi Parasit Pada Ikan Betok (Anabas testudieus). pdf
6. Abrani Sulaiman, Rahmatullah
     Karakteristik Eksterior, Produksi Dan Kualitas Telur Itik Alabio (Anas Platyrhynchos Borneo)
     Disentra Peternakan Itik Kalimantan Selatan. pdf

Volume 9 Nomor : 1, Januari 2012

1. Dede MahdiyahAris Tri WahyudiBayu Hari Mukti
     Isolasi Bakteri Yang Berasosiasi Dengan Spons Jaspis sp. Penghasil Enzim Protease. pdf
2. Budi Sutiya,  Wiwin Tyas Istikowati, Adi Rahmadi, Sunardi
    Kandungan Kimia Dan Sifat Serat Alang-alang (Imperata Cylindrica) Sebagai Gambaran
    Bahan Baku Pulp Dan Kertas. pdf
3. Junius Akbar
     Pembentukan Kelamin Jantan Ikan Baung (Hemibagrus Nemurus) Dengan Non Steroid
     Akriflavin Sebagai Upaya Untuk Mengatasi Kelangkaan Induk Jantan. pdf
4. Untung Bijaksana
     Evaluasi Konsentrasi Estradiol-17 Î’ Pada Ikan Gabus (Channa striata Blkr) Di Dua Habitat. pdf
5. Dindin H. Mursyidin , M. Taufiq Qurrohman
      Kekerabatan filogenetik 15 jenis durian (Durio spp.) Berdasarkan analisis bioinformatik
      Gen 5.8s rrna dan its region. pdf
6. Gunawan
     Respon Pertumbuhan Mikroalga (Tetraselmis sp.) Pada Berbagai Intensitas Cahaya. pdf
7. Anni Nurliani, Heri Budi Santoso, Rusmiati
     Efek Antioksidan Ekstrak Bulbus Bawang Dayak (Eleutherine Palmifolia) Pada Gambaran
     Histopatologis Paru-Paru Tikus Yang Dipapar Asap Rokok. pdf

unlam.ac.id

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis