website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label EKSTRAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKSTRAK. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juni 2012

PRODUK HERBAL: Lotion Brotowali Ampuh Usir Nyamuk



Brotowali dikenal sebagai sebagai tumbuhan yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Di luar itu, ternyata herbal ini juga efektif sebagai antinyamuk.
Temuan ini merupakan hasil kerja keras tim peneliti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Menurut ketua tim peneliti, Dwi Prihastuti, brotowali ampuh mengusir nyamuk jika diolah menjadi lotion.
“Saat ini memang telah tersedia berbagai kemasan dan produk obat antinyamuk. Namun dari semua produk tersebut, lotion tergolong produk yang paling digemari karena cara pemakaiannya praktis dan dapat dipakai kapan saja,” ujar Dwi saat ditemui Harian Jogja di Fakultas MIPA UNY, Kamis (3/5).
Sayangnya, produk lotion antinyamuk yang beredar saat ini banyak yang mengandung bahan-bahan berbahaya bagi manusia, seperti propoxur, transfluthrin dan diethyltoluamide. Lain halnya dengan batang brotowali yang mengandung zat yang aman bagi kulit.
Tumbuhan yang memiliki nama latin Tinospora crispa ini antara lain mengandung, tinokrisposid, glikosida, dan alkaloida yang tidak disukai nyamuk namun aman bagi kulit manusia. Dwi menambahkan, metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas lima tahap.
Yang pertama tahap persiapan ekstrak batang brotowali, lalu tahap rearing nyamuk, dan pembuatan lotionantinyamuk dari batang brotowali. Ada pula pengujian lotion antinyamuk dari batang brotowali terhadap aktivitas nyamuk, dan yang terakhir adalah uji khalayak terbatas dan uji organoleptik.
Penelitian yang membutuhkan waktu empat bulan ini menunjukkan kadar ekstrak brotowali 30% efektif untuk mengusir nyamuk. Keunggulan lotion ini selain aman digunakan bagi manusia, juga memiliki tekstur yang lembut, warnanya menarik, dan aspek aromanya juga harum. Lotion ini juga tidak menimbulkan iritasi dan cocok bagi semua jenis kulit.
Namun lotion ini masih memiliki kekurangan, yakni tidak awet, hanya tahan tujuh hari. Mereka berharap ke depannya dapat meneliti lebih lanjut agar lotion ini dapat lebih tahan lama sehingga dapat diproduksi massal.
solopos.com

Jumat, 15 Juni 2012

Malaria Bisa Disembuhkan dengan Ekstrak Sambiloto


E-LIFE
Sabtu, 09 Juni 2012 , 20:24:00
MEDAN – Ekstrak sambiloto diakui bisa mengobati penyakit malaria dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini dibuktikan lewat penelitian dan disertasi yang dilakukan Dr dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI tentang penggunaan ekstrak sambiloto (andrographis paniculata).

“Hasil penelitian yang saya lakukan, ekstrak sambiloto itu bisa dijadikan obat untuk penyakit malaria. Malah tidak hanya sebagai obat, sambiloto itu juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh,” ungkap Umar Zein, seperti diberitakan Sumut Pos (grup JPNN).

Hasil penelitiannya itu juga bilang Umar, sudah dipatenkan ke Dirjen HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dengan nomor HKI.3 HI.05.01.02.2044.
“Kita sudah lakukan penelitian. Kita berharap, penelitian ini bisa dikembangkan perusahaan farmasi agar bisa diproduksi skala besar. Kalau berhasil, maka Indonesia sangat terbantu. Karena tidak perlu mengimpor obat dan meningkatkan nilai ekonomis di masyarakat,” jelas Umar.

Sejauh ini bilang Umar, kasus malaria di Indonesia masih belum ditangani dengan baik. Terbukti, kasusnya tetap tinggi tiap tahun. Diperkirakan penyakit ini bisa membunuh 30 ribu orang dan menyebabkan 10-12 juta orang jatuh sakit tiap tahun.

“Sejak dari zaman penjajahan Belanda hingga saat ini, wilayah endemis malaria di Indonesia masih belum bisa dibebaskan dari penyakit itu,” katanya.
Indonesia sendiri lanjutnya, estimasi malaria ada 1,96 per 10 ribu penduduk. Pada 2011, setidaknya ada 1,8 juta kasus malaria klinis yang mendapat pengobatan.

“Belum lagi mereka yang tidak dapat pengobatan,” ungkapnya.

Provinsi Sumatera Utara sendiri, sebut Konsultan Penyakit Tropik Indonesia ini, pada 2009 ada 102.446 kasus malaria yang diobati.
Fakta lain, lanjutnya, anak-anak yang selamat dari malaria akut dapat mengalami gangguan belajar, anemia, dan gangguan tumbuh kembang. Bagi ibu hamil, malaria bisa menginfeksi janin. Akibatnya, bayi berisiko terpapar anemia dan berat badan lahir rendah (BBLR).

“Artinya, 50 persen populasi rawan terinfeksi malaria, terutama pedesaan dan wilayah masyarakat miskin. Secara global, penyakit ini merupakan salah satu faktor utama penyebab kemiskinan. Karena, banyaknya penderita, akan menurunkan produktivitas kerja,” sebutnya.

Tingginya kasus malaria, tambah Umar, tidak berbanding lurus dengan manajemen penanggulangan dan pengobatan. Dari sisi pengobatan konvensional yang menggunakan obat kloropin, sulpadokdsin-pirimetamin, kina ternyata sudah resisten bagi parasit malaria.

“Obat yang direkomendasikan WHO saat ini ACT (artemisin combination therapy) yang berasal dari China. Kita menggunakannya sejak 2006. Tetapi, distribusinya masih belum merata.  Padahal, ada bantuan asing dari Global Fund bidang malaria,” sebut Umar lagi.

Karenanya, sambungnya,  sudah sepantasnya Indonesia memproduksi sendiri obat malaria dari bahan baku yang ada di negeri ini yakni ekstrak sambiloto. (uma)

jpnn.com

Kamis, 14 Juni 2012

Efek Ekstrak Daun Jambu Biji Daging Buah Putih dan Jambu Biji Daging Buah Merah Sebagai Antidiare


SPONSORED BY
Komisi Gratis | Bisnis Online Tanpa Modal
KLIK GAMBAR ATAU DI SINI UNTUK BERGABUNG

jurnal-mikrobiologi.blogspot.com - March 9, 11:07 AM

Kumpulan Jurnal Mikrobiologi: 

I Ketut Adnyana*, Elin Yulinah, Joseph I. Sigit, Neng Fisheri K., Muhamad Insanu
Unit Bidang Ilmu Farmakologi-Toksikologi, Departemen Farmasi, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132
Abstrak
Telah duji aktivitas antibakteri (penyebab diare) ekstrak etanol daun jambu biji daging buah putih dan jambu biji daging buah merah (Psidium guajava L., Myrtaceae) terhadap bakteri Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Shigella flexneri, dan Salmonella typhi dan uji antidiare dengan metode proteksi terhadap diare imbasan-minyak jarak dan metode transit intestinal pada mencit. Ekstrak etanol daun jambu biji daging buah putih memiliki kemampuan hambat bakteri yang lebih besar daripada jambu biji daging buah merah (KHM terhadap Escherichia coli (60 mg/ml vs >100 mg/ml), Shigella dysenteriae (30 mg/ml vs 70 mg/ml), Shigella flexneri (40 mg/ml vs 60 mg/ml), dan Salmonella typhi (40 mg/ml vs 60 mg/ml). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada konsistensi feses, berat total feses, waktu munculnya diare, lamanya diare, dan kecepatan transit usus untuk kedua ekstrak uji dibandingkan dengan kelompok kontrol. Frekuensi defekasi mencit yang diberi ekstrak etanol daun jambu biji daging buah putih 150 mg/kg bb pada menit ke180-240 menunjukkan perbedaan bermakna dibanding kelompok kontrol (p<0,05).
Kata kunci : aktivitas antibakteri, metode transit intestinal, ekstrak etanol jambu biji daging buah merah, ekstrak etanol jambu biji daging buah putih

Rabu, 13 Juni 2012

Permen Ekstrak Kemangi Atasi Bau Mulut


Kemangi untuk penambah nikmat rasa makanan, juga berkhasiat redakan stres.
TERKAIT:
YOGYAKARTA, KOMPAS.com  - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta memanfaatkan ekstrak daun kemangi (Ocinum canum) sebagai bahan aktif permen herbal pencegah bau mulut.
"Kemangi memiliki kandungan flavonoid bersifat antimikroba yang mampu mencegah masuknya bakteri, virus, dan jamur yang membahayakan tubuh," kata Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Winda Nirmala di Yogyakarta, Minggu (10/6/2012).
Flavonoid, terang Winda, berperan secara langsung sebagai antibiotik yang mengganggu fungsi dari mikroorganisme. Selama ini, kemangi biasa digunakan sebagai lalapan pada waktu makan untuk menghilangkan bau mulut. Tetapi cara itu kurang efektif karena kemangi hanya  digunakan pada saat-saat tertentu.
"Oleh karena itu, diperlukan terobosan baru untuk dapat menghilangkan bau mulut dengan cara yang lebih efektif, misalnya dibuat permen. Cara itu lebih efektif karena permen dapat dikonsumsi kapan saja dan di mana saja," katanya.
Ia mengatakan, masyarakat Indonesia kebanyakan menghindari makan makanan yang berpotensi menimbulkan bau mulut seperti jengkol, durian, dan petai. Bau mulut selain disebabkan oleh bakteri penyebab bau mulut, juga disebabkan oleh sisa-sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut.
"Hampir 90 persen penyebab bau mulut adalah bakteri penghasil sulfur yang tinggal di bagian belakang mulut. Untuk memberikan alternatif antibau mulut yang aman dikonsumsi, kami membuat permen herbal dari ekstrak daun kemangi," katanya.
Cara pembuatan permen kemangi diawali dengan mencuci bersih daun kemangi kemudian diblender sampai halus. Proses selanjutnya adalah pemerasan ekstrak daun kemangi sambil disaring dengan saringan 200 mesh, dilanjutkan dengan membuat variasi konsentrasi ekstrak 25 persen, 50 persen, 75 persen, dan 100 persen.
Ekstrak daun kemangi kemudian dimasak sambil dicampur dengan glukosa dan asam sitrat sampai agak lengket dilanjutkan dengan meletakkan permen pada loyang dan membiarkan selama satu jam, selanjutnya mencetaknya. Setelah itu didinginkan pada "freezer" selama 24 jam kemudian mengemas permen dalam plastik
"Uji karakteristik permen herbal dari ekstrak daun kemangi antara lain analisis kadar air, kadar gula, uji kadar serat kasar, dan analisis kedaluwarsa. Selanjutnya dilakukan uji daya hambat ekstrak daun kemangi terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus viridans dan uji penerimaan masyarakat (organoleptik)," katanya.

Senin, 04 Juni 2012

Ekstrak Jahe Dapat Perangi Kanker Prostat


Ekstrak Jahe Dapat Perangi Kanker Prostat
Putro Agus Harnowo - detikHealth
<p>Your browser does not support iframes.</p>

(Foto: thinkstock)
Jakarta, Jahe mengandung banyak senyawa dan salah satu senyawanya mampu mencegah aktivitas kanker prostat pada penderita kanker prostat. Ekstrak jahe ini punya efek yang signifikan dalam menghentikan pertumbuhan sel kanker serta menginduksi kematian spektrum sel-sel kanker prostat. Profesor Biologi Ritu Anejadi dari Georgia State University telah menemukan bahwa ekstrak jahe mampu mencegah aktivitas kanker prostat yang hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition. Meskipun banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui sifat anti-kanker pada jahe, Profesor Aneja memilih untuk mengambil pendekatan yang lebih holistik dalam menyelidiki jenis molekul yang terlibat. Dia tidak percaya bahwa satu senyawa saja dapat digunakan sebagai ekstrak anti-kanker dan menganggap interaksi komponen yang sinergis memungkinkan para ilmuwan untuk menggunakan jumlah ekstrak yang lebih kecil daripada menggunakan zat kimia tunggal. Evaluasi data menunjukkan bahwa manusia harus mengkonsumsi 3,5 ons sekitar ekstrak jahe dalam makanan harian untuk mencapai efek yang berkhasiat. "Mungkin kelihatannya lebih mudah meneliti ekstrak tumbuhan, namun kenyataannya tidak begitu karena ada miliaran senyawa dan turunan kompleks lainnya di sana, dan kita tidak tahu mana yang yang baik. Selain itu, senyawa yang kita cari untuk diidentifikasi tidak melimpah, tetapi sangat penting dan tidak dapat diabaikan," kata Prof Aneja seperti dilansir dari
medicalnewstoday, Selasa (23/8/2011). Penelitian ini dipelopori oleh Vibhuti 'Simran' Sharma, ahli kimia lingkungan untuk Southern Company sekaligus salah satu siswa yang dibimbing penelitannya oleh Aneja. "Saya menelusuri banyak penelitian terdahulu dan menemukan beberapa makalah tentang jahe. Tak banyak yang meneliti mengenai ekstraknya secara keseluruhan, khususnya efeknya tentang pencegahan kanker prostat laten yang tumbuh lambat. Sebagian besar literatur difokuskan hanya pada satu senyawa yang ditemukan pada jahe," kata Sharma. Dalam eksperimennya, Sharma menemukan bahwa sel-sel yang paling responsif terhadap ekstrak jahe adalah sel kanker prostat, sel kanker payudara dan sel kanker leher rahim. Laboratorium Aneja kemudian melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kanker prostat dan terus dibantu oleh Sharma.

Rabu, 30 Mei 2012

Efek Ekstrak Buah Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Darah Secara In Vitro



 Latar belakang :
Kurma merupakan buah yang istimewa di hati kaum muslimin. Kandungan berbagai nutrisi dalam kurma memberi banyak manfaat bagi tubuh. Salah satu manfaat yang diberikan kurma antara lain dapat mencegah anemia. Salah satu tanda laboratoris dari anemia yaitu kurangnya kadar hemoglobin (Hb). Maka penelitian ini ingin mengetahui pengaruh ekstrak kurma terhadap peningkatan kadar Hb.



Tujuan : 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian ekstrak buah kurma terhadap peningkatan kadar Hb darah pada tikus putih jantan.

Metode Penelitian : 
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan 20 ekor tikus sebagai subyek penelitian yang dibagi secara acak menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok kontrol negatif yang menerima akuades, kelompok kedua merupakan kelompok kontrol positif yang menerima Ferro sulfat, kelompok ketiga dan keempat merupakan kelompok pemberian kurma 60 dan 120 mg/kgBB. Penelitian ini berlangsung selama 90 hari dengan mengamati perubahan kadar Hb dalam 3 tahap penelitian yaitu sebelum, 60 dan 90 hari perlakuan.

Hasil : 
Pada tahap I dan tahap II nilai p=0,76; tahap I dan tahap III p=0,61; tahap II dan tahap III p=0,00. Tahap yang memiliki perbedaan bermakna yaitu tahap II dan tahap III (p<0,05). Hal ini dikarenakan pada tahap III kadar Hb tikus mengalami penurunan.

Simpulan : 
Ekstrak kurma dapat meningkatkan kadar Hb pada hari 60 penelitian, namun peningkatan ini tidak bermakna secara statistik. 


sumber :http://medicine.uii.ac.id/

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis