website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label STRES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STRES. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juni 2012

Gila Kerja, Antara Stres dan Gangguan Lambung

Headline
Memiliki sifat pekerja keras atau yang dikenal denganWorkhaholic memang baik untuk mengukur produkstivitas kerja, namun tidak untuk kesehatan.

Pasalnya workhaholic selain dapat menimbulkan stres karena berpacu dengan deadline juga dapat menimbulkan penyakit kronik mulai dari gangguan pencernaan hingga jantung.

Berdasarkan riset, gangguan pencernaan yang dialami workaholic biasanya disebabkan karena tidak teraturnya pola makan. Tak hanya itu, rasa cemas yang berlebihan juga merupakan sumber utama penyebab sakit maag.
Rasa cemas yang diikuti stres dapat mempengaruhi sistem saraf pusat sehingga mengakibatkan gangguan motilitas (gerakan) lambung.
"Beban pekerjaan yang berlebih membuat pola hidup dan pola makan berubah. Dari sini muncullah rasa khawatir yang berlebihan sehingga bisa menyebabkan keluhan fisik,' kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr Ari Fahrial Syam, saat dihubungi INILAH.COM,Jumat (25/5).
Fahrial menjelaskan terjadi hubungan yang kuat antara otak manusia dengan lambung (Brain Gut Axix). Dimana, ketika otak bekerja dengan keras dan kurang tidur akan mengakibatkan beberapa gangguan pencernaan diantaranya diare, asam lambung meningkat hingga depresi.
"Tergantung daerah mana yang saat terjadinya stres rentan terkena penyakit," jelas Fahrial.
Namun, dari beberapa penelitian, sambung Fahrial akan terlihat dampak negatif dari orang yang workaholic dengan ganggunan lambung. Manurut praktisi kesehatan dari Universitas Indonesia itu, penyebab utama dari gangguan lambung adalah pola makan yang tidak teratur, penggunaan obat-obatan seperti obat pengurang rasa sakit, infeksi, cemas atau depresi hingga komplikasi dengan penyakit lain.
Stres yang kerap muncul akibat pekerjaan bisa memicu gangguan lambung, tepatnya pada usus dua belas jari. Gangguan lainnya bisa menyerang bagian usus besar yang apabila dibiarkan akan muncul peradangan atau infeksi.
Fahrial menambahkan, secara teknis rasa cemas akibat pekerjaan menyebabkan saraf simpatis bekerja lebih aktif menstimuli hormon cathecholamin. Alhasil hormon tersebut akan meningkat dan menyebabkan sekresi asam lambung melonjak pula.
"Rasa cemas mempengaruhi sistem saraf pusat melalui saraf vagus, mengakibatkan gangguan motilitas lambung,” ungkap Fahrial.

Cara pencegahaan

Jika stres sebagai penyebab gangguan lambung biasanya akan dilakukan beberapa prosedur diagnosis. Para dokter terlebih dahulu akan mencari tahu riwayat timbulnya penyakit pada si penderita. Tahap selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium.

Biasanya dokter juga akan melakukan pemeriksaan gastroduodenoskopi dan biopsi yang kemudian dilanjutkan dengan diagnosis banding dengan kasus gangguan lambung akibat sebab lainnya.
Fahrial menyarankan agar gangguan lambung dicegah dengan menjalani pola hidup yang lebih sehat.

”Memperbaiki pola hidup sebaiknya termasuk mengerjakan tugas dengan rileks dan tepat waktu.Dengan bekerja rileks maka akan jauh dari rasa cemas dan stres yang berpotensi menimbulkan penyakit. Tapi tugas itu juga dikerjakan dengan baik dan diikuti pikiran positif, yakni berharap mendapat hasil yang baik," ungkap Fahrial. [mor]
INILAH.COM,Jakarta - 

Rabu, 13 Juni 2012

Cegah Stres dengan Yogurt



Asupan yogurt mengurangi kecemasan, depresi dan gangguan perilaku.

KAMIS, 1 SEPTEMBER 2011, 16:50 WIB
Anda Nurlaila
VIVAnews - Yogurt dikenal sebagai salah satu menu sehat yang baik bagi kesehatan. Susu  yang melalui proses fermentasi ini ternyata punya manfaat lebih bagi kesehatan mental. Sekelompok peneliti menemukan bakteri probiotik dalam yogurt dapat mencegah depresi.

Probiotik, atau bakteri baik dalam yogurt, berdasar temuan, berpotensi mengubah kimia otak dan dapat membantu mengobati kecemasan dan depresi.

Ilmuwan Irlandia mempelajari tikus yang diberi makan probiotik Lactobacillus rhamnosus. Ahli menemukan, tikus menunjukkan tanda-tanda lebih sedikit stres, kecemasan dan depresi yang terkait dengan gangguan perilaku daripada tikus yang hanya diberi kaldu.

Hasil penelitian juga menunjukkan hormoncorticosterone atau hormon stres secara signifikan.  Temuan ini adalah pertama kalinya probiotik terbukti memengaruhi kimia otak. Ilmuwan mengatakan, bakteri dalam usus 'berkomunikasi' dengan otak melalui saraf yang disebut vagus.

Profesor John Cryan dari Universitas Cork, mengatakan, "Dengan mempengaruhi bakteri usus, kita dapat memengaruhi kimia otak dan perilaku," ucapnya seperti dikutip Daily Mail. 
 
"Tanpa hal melebih-lebihkan, studi membuka konsep bahwa kita bisa mengembangkan terapi yang dapat mengobati gangguan kejiwaan dengan berfokus pada usus. Anda bisa mengasup yogurt dengan probiotik sebagai antidepresan."

Tapi, ia menekankan bahwa orang yang menderita depresi tidak bisa begitu saja sembuh dengan asupan yogurt. Efektivitas yogurt pun bergantung pada strain probiotik yang ada dalam makanan.

"Temuan ini menyoroti peran penting dari bakteri dalam komunikasi antara usus dan otak, dan menunjukkan organisme probiotik tertentu mungkin terbukti bermanfaat dalam stres yang berhubungan dengan gangguan mental."

Laporan ini diterbitkan dalam Proceeding National Academy of Sciences.(umi
)

Jumat, 08 Juni 2012

Stres Akibatkan Keguguran Berulang?


STRES bukanlah penyakit asing bagi kita. Meski tak terlalu dicemaskan, stres ternyata bisa membahayakan. Ada yang bilang, terlalu stres bisa menyebabkan keguguran di awal kehamilan.

Stres memang sejak lama diduga sebagai penyebab keguguran awal. Namun hanya sedikit bukti yang mendukung teori tersebut.

Pakar kebidanan dan kandungan Mayoclinic, Roger W Harms, memperkirakan 10 hingga 20 persen kehamilan berakhir dengan keguguran. Umumnya, keguguran disebabkan abnormalitas kromosom janin atau masalah lain pada perkembangan embrio. 

Kemungkinan penyebab berulangnya keguguguran mungkin termasuk masalah penggumpalan darah, abnormalitas pada rahim atau serviks, ketidakseimbangan hormon, dan respon kekebalan yang mengganggu penempelan.

"Jika Anda mencemaskan keguguran, konsentrasilah pada merawat diri dan janin dalam kandungan. Lakukan perawatan kehamilan secara teratur, kelola kondisi kronis dan hindari faktor risiko keguguran yang telah diketahui, seperti merokok dan konsumsi alkohol," ujar Harms.(go4/***)


sumber : http://www.metrotvnews.com/

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis