website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label KOLESTEROL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOLESTEROL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juni 2012

5 Manfaat Makan Apel



Lifestyle + / Sabtu, 16 Juni 2012 06:37 WIB
Apel merupakan buah yang manis dan mudah didapat. Apel cocok dijadikan kudapan mentah, atau dijadikan jus, salad, bahkan cake. Bukan hanya rasanya yang enak, apel juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Buah apel mengandung vitamin A, B, dan C. Apel dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Jadi, kenapa tak memulai membiasakan diri untuk menikmati Apel sebutir tiap hari?

1. Apel merupakan slow food

Buah ini mengandung serat sebanyak 5 gram atau 20 persen dari kebutuhan asupan harian Anda. Karena keras, apel mengharuskan Anda untuk mengunyah dengan sabar, dan hal ini bisa memberikan sinyal pada tubuh bahwa Anda kenyang, sebelum terlalu banyak mengonsumsi kalori.

Pemanis alami dalam apel memasuki aliran darah secara bertahap, membantu menjaga kadar gula darah dan tingkat insulin tetap stabil, sehingga Anda merasa kenyang lebih lama. Hal ini kebalikan dari snack dengan pemanis buatan, yang membuat Anda cepat lapar kembali.

2. Apel membantu bernafas lebih mudah

Para peneliti dari Inggris baru-baru ini mengungkapkan perempuan yang mengonsumsi apel saat hamil akan melahirkan anak dengan risiko penyakit asma yang berkurang. Buah apel juga dapat melindungi paru-paru orang dewasa, menurunkan risiko asma, kanker paru-paru, dan penyakit lainnya.

3. Apel bisa menurunkan kolesterol

Berkat dua komponen kunci, pektin (sejenis serat) dan polifenol (salah satu antioksidan kuat), apel dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah oksidasi kolesterol jahat, proses kimia yang mengubahnya menjadi plak yang menyumbat arteri. Untuk memaksimalkan manfaat apel, makan apel bersama kulitnya. Kulit apel memiliki dua sampai enam kali senyawa antioksidan.

4. Apel mampu melawan kanker

Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa beberapa senyawa dalam buah yang berair mengekang pertumbuhan sel kanker, tapi akan bekerja secara maksimal saat apel dimakan seluruhnya (minus batang dan biji, tentunya). Orang yang mengonsumsi apel lebih dari satu buah dalam sehari akan menurunkan risiko beberapa jenis kanker. Di antaranya kanker mulut, esofagus, usus besar, payudara, ovarium, prostat, sebesar 9 hingga 42 persen.

5. Apel membuat Anda pintar

Mungkin karena meningkatkan produksi asetilkolin, zat kimia yang mentransmisikan pesan antara sel-sel saraf, apel diperkirakan dapat menjaga otak tetap tajam seiring pertambahan usia, meningkatkan memori, dan berpotensi mengurangi kemungkinan mendapatkan penyakit Alzheimer, demikian menurut sebuah penelitian terbaru dari University of Massachusetts at Lowell. Penelitian ini memang baru dilakukan terhadap binatang. Namun tak ada salahnya bila Anda mulai mencoba membiasakan diri mengonsumsi apel yang bergizi ini.(Decha/Wrt1)
http://www.metrotvnews.com

Manfaat Kiwi, Buah Yang Paling Banyak Gizinya

Manfaat Kiwi, Buah Yang Paling Banyak Gizinya Penelitian yang dilakukan oleh Dr Paul Lachance dari Rutgers University, New Jersey, Amerika, menemukan bahwa buah kiwi menduduki posisi pertama buah yang paling padat gizi dibanding dengan 27 macam buah lain yang biasa dikonsumsi. Mengapa? Sebab kiwi memiliki kandungan vitamin dan mineral seperti di bawah ini: Vitamin C. Vitamin C dalam kiwi 2 kali lebih banyak dari jeruk. Mengkonsumsi 1 buah kiwi sehari cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin C. Ini bermanfaat memberi efek perlindungan bagi penderita asma dan gangguan pernafasan. Kalium. Seperti pisang, kiwi pun kaya kalium. Kalium bermanfaat mencegah resiko sakit jantung. Vitamin E. Jika biasanya makanan yang memiliki kandungan vitamin E tinggi akan juga mengandung lemak tinggi, kiwi berbeda. Kandungan lemaknya rendah namun vitamin E nya tinggi. Ini membuatnya kaya antioksidan untuk jantung sehat. Asam folat. Wanita sangat butuh zat ini sebelum dan sesudah kehamilan, untuk mencegah cacat syaraf pada bayi. Serat. Kandungan serat pada buah-buahan termasuk juga kiwi, berfungsi menurunkan kolesterol dan mencegah sembelit serta radang saluran pencernaan. Zinc. Zinc membantu pria menghasilkan hormon testosteron, hingga baik bagi sistem reproduksi pria. Selain itu, juga bermanfaat bagi kecantikan kulit, rambut dan kuku.

sidomi.com

Rabu, 13 Juni 2012

Kurangi Konsumsi Karbohidrat Berakibat Kolesterol Naik


Jakarta - Kentang adalah salah satu sumber karbohidrat yang baik. Demikian juga nasi dan roti yang banyak digemari. Namun sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi karbohidrat yang kurang memicu naiknya kadar kolesterol.

Penelitian yang dilakukan di Swedia selama 25 tahun melibatkan 140.000 orang responden yang dicek kesehatannya. Rata-rata mereka baru menyadari jika menderita penyakit kardiovaskuler atau jantung. Penelitian ini dimulai sejak tahun 1970.

Sebuah program diet juga diperkenalkan pada tahun 1985, yang dimulai dengan pemberian label makanan, pelajaran memasak hingga informasi kesehatan atau saran diet. Sedangkan di tahun 1992, asupan lemak untuk pria dan wanita juga mulai dibatasi. Semua program ini dicantumkan dalam Nutrition Journal.

Pada tahun 1986 tercatat para responden meningkat konsumsi lemaknya sementara konsumsi karbohidratnya justru menurun. Hal ini disebabkan oleh Diet Atkins (diet rendah karbohidrat) yang diperkenal dan populer saat itu.

Atkins diet hanya dianjurkan untuk makan daging dan lemak saja. Namun harus membatasi konsumsi karbohidrat seperti nasi, kentang, roti, mi, dan lainnya. Karena itu kadar kolesterol bisa cepat meningkat meskipun sudah minum obat penurun kolesterol.

"Hal ini ada hubungannya dengan gizi dan kesehatan karena melibatkan komponen makanan tertentu. Komponen makanan ini berinteraksi dengan beberapa faktor seperti kebutuhan genetik dan individu," ungkap Ingegerd Johansson, seorang profesor dari University of Gothenburg, Swedia, yang memimpin penelitian.

Diet rendah karbohidrat memang dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat. Hasil lain penelitian ini menunjukkan bahwa berat badan yang cepat turun ini justru membuat kolesterol darah meningkat. Hal ini bisa memberikan dampak yang besar untuk kesehataan jantung dan beresiko terkena penyakit kardiovaskular.

(fit/fat) detik.com

Empat Tanda Kolesterol 'Menyerang' Kaki



Kondisi ini membuat seseorang lebih berisiko mengalami serangan jantung dan stroke.

JUM'AT, 26 AGUSTUS 2011, 07:02 WIB
Mutia Nugraheni
VIVAnews - Selama ini Anda mungkin beranggapan bahwa kolesterol hanya menyumbat pembuluh darah jantung. Padahal, jika kadar kolesterol dalam darah Anda sangat tinggi, dapat juga memengaruhi kesehatan kaki.

Yaitu menyebabkan penyakit yang disebutperipheral arterial disease, atau PAD. Seperti dilansir dari Health.com, menurut David Slovut, dari Montefiore Medical Center, kondisi ini membuat seseorang lebih berisiko mengalami serangan jantung dan stroke.

Faktanya, setelah lima tahun, 20 persen orang dengan PAD akan mengalami serangan jantung nonfatal. Untuk itu penting mengetahui tanda-tanda PAD atau saat kolesterol mulai 'menyerang' kaki Anda.

1. Rasa nyeri pada kaki

Merupakan gejala yang sangat umum dari PAD adalah klaudikasio, yaitu jenis nyeri kaki atau ketidaknyamanan. Hal ini terjadi ketika arteri tersumbat dan tidak dapat memberikan cukup darah pada kaki. Beberapa orang mengatakan kaki mereka terasa berat, lelah, dan terbakar.

Rasa sakit bisa terjadi dalam tiap bagian kaki mulai dari betis ke paha, atau bokong, dan mungkin pada satu atau kedua kaki. Hal ini bisa ditambah dengan rasa sakit yang muncul saat berjalan pada jarak tertentu (seperti dua blok), lalu menghilang dan muncul kembali pada jarak yang sama.

2. Kram malam hari
Saat tidur orang dengan PAD mungkin mengalami kram atau kejang, biasanya di bagian tumit, kaki depan, atau jari-jari  kaki. Rasa kejang atau kram ini bisa dihilangkan dengan membiarkan kaki menjuntai baik sambil tidur atau duduk di kursi. Hal ini memungkinkan gravitasi untuk membantu aliran darah ke kaki.

3. Perubahan pada kuku dan kulit kaki
PAD dapat menyebabkan perubahan pada kuku dan kulit pada kaki. Hal itu karena tidak menerima aliran darah secara normal. Mungkin Anda akan sadar saat kehilangan bulu-bulu pada area kaki atau ketika pertumbuhannya melamban. Kulit kaki juga terlihat mengkilap dan terasa kencang, kuku juga menebal atau tumbuh lebih lambat. Semua biasanya terjadi bersamaan.

4. Rasa dingin pada kaki

Kaki atau kaki yang terasa dingin, atau sangat dingin saat disentuh, mungkin salah satu indikator Anda mengalami PAD. Tapi, karena kondisi ini juga banyak dialami oleh orang tua, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikannya. Terutama jika Anda seringkali mengalaminya
.

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis