website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label TEMUAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEMUAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2012

5 Temuan Medis Terheboh Sepanjang Tahun 2010


AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
foto: Thinkstock
Jakarta, Berbagai penelitian kesehatan telah mengungkap banyak hal sepanjang tahun 2010. Dari sekian banyak, ada beberapa yang cukup mengejutkan mulai dari kolesterol jahat yang ternyata tidak semuanya jahat hingga terungkapnya efek samping pil tidur sangat ekstrem.

Dikutip dari MensHealth.com, Selasa (28/12/2010), berikut ini 5 penemuan penting sepanjang tahun 2010 yang cukup mengejutkan.

1. Tak semua kolesterol jahat (LDL) benar-benar jahatBertahun-tahun lamanya low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat diyakini sebagai biangnya masalah jantung dan pembuluh darah. Berbagai program diet dan pengobatan hampir selalu ditujukan untuk mengurangi kadar LDL.

Namun sebuah penelitian yang dilakukan Ronald M Krauss, MD dariChildren's Hospital Oakland Research Institute meruntuhkan anggapan itu pada Agustus 2010. Krauss mengungkap partikel LDL yang besar dan halus umumnya tidak berbahaya, sementara yang berbahaya hanya partikel LDL yang memiliki ukuran kecil dan lebih padat.

2. Banyak duduk dapat memperpendek usiaGaya hidup moderen mengharuskan banyak orang melewatkan waktunya selama berjam-jam untuk duduk di kursi. Sore atau malam harinya setelah selesai bekerja, orang-orang itu mengimbanginya dengan olahraga dan menganggap hal itu tidak menjadi masalah.

Namun penelitian yang dilakukan Marc Hamilton PhD dariPennington Biomedical Research Center membuktikan bahwa duduk terlalu lama bisa memperpendek usia. Bahkan meski diimbangi olahraga, dampaknya akan tetap sama ketika seseorang masih melewatkan waktu berjam-jam dengan duduk terus menerus.

3. HPV juga memicu kanker mulutSelama ini human papiloma virus (HPV) dikenal sebagai penyebab kanker leher rahim (cervix uterus). namun penelitian yang dilakukan Alyssa Giacobbe dari Women's Health menunjukkan virus tersebut juga dapat memicu kanker oropharyngeal di sekitar mulut dan kerongkongan.

Penularan virus tersebut terjadi melalui kontak seksual, terutama saat melakukan seks oral yang tidak aman dengan orang yang terinfeksi. Celakanya, begitu sudah menginfeksi maka virus tersebut tidak pernah benar-benar bisa diusir dari tubuh.

4. Pil tidur zolpidem tartrate menyebabkan 'ngelindur'Bagi sebagian warga Amerika yang super sibuk, pil tidur sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Namun jenis pil tidur terbaru yakni zolpidem tartrate atau dipasarkan dengan nama dagang Ambien dilaporkan memicu efek samping yang sangat mengerikan yakni parasomnia atau melakukan aktivitas yang tak dikehendaki saat tidur.

Bukan hanya berjalan saat tidur, beberapa korban Ambien mengaku tanpa sadar pernah mengemudi saat tidur lalu mengalami kecelakaan. Ada juga yang menyantap makanan saat tidur, bahkan ada yang tidak ingat apa-apa dan ketika terbangun tiba-tiba sudah ada di dalam penjara.

5. Masuknya kettlebell ke ruang fitnessKettlebell atau bola besi seberat 16 kg asal Russia yang mirip peluru meriam ini telah digunakan berabad-abad untuk latihan beban. Beberapa pusat kebugaran juga telah lama menggunakannya untuk latihan beban, namun baru mencapai puncak popularitasnya di tahun 2010 ini.

Kelebihan kettlebell dibanding barbel dan sejenisnya adalah letak pusat grafitasi (center of gravity) yang berada di pergelangan tangan, sehingga memudahkan variasi gerakan. Dampaknya, metabolisme dan pembakaran kalori bisa berlangsung lebih intens ketika menggunakan kettlebell dalam latihan beb
(up/ir
sumber : detik.com

ITB dan UI Bikin Alat Penyembuh Stroke Lewat Pikiran


Merry Wahyuningsih - detikHealth

img
BCI (dok. indonesiakreatif.net)
Jakarta, Berbagai terapi standar dan terapi alternatif dilakukan untuk mempercepat pemulihan stroke. Kini ilmuwan dari ITB dan UI tengah bekerjasama untuk mengembangkan alat bantu untuk pasien stroke dengan hanya menggunakan pikiran tanpa menyentuhnya yang dinamakan Brain Computer Interface (BCI).

Pasien pasca stroke dengan berbagai stadium senantiasa berkeinginan serta berusaha untuk menemukan kembali kemampuannya, mulai dari kemampuan gerak motorik, berbicara, berpikir hingga pengembalian kemampuan kognitifnya.

Prosedur rehabilitasi yang biasa dilakukan adalah rehabilitasi standar dari dokter rehabilitasi medik dengan menggunakan peralatan stimulasi listrik, Ultrasono dan berbagai alat bantu listrik mekanik lainnya.

Selain terapi standar, pasien biasanya dapat mengkombinasikannya dengan terapi alternatif mulai dari akupunktur, acupressure, herbal, ion, yoga dan meditasi, hingga terapi moderen dengan menggunakan Trans Cranial Stimulation atau pun Brain Stimulation. Upaya ini dapat dikatakan sebagai usaha melakukan stimulasi luar-dalam dari diri pasien.

Tapi kini Fakultas Elektronika & Informatika ITB dan Fakultas Kedokteran UI kini tengah mengembangkan alat bantu gerak hanya dengan bantuan pikiran tanpa menyentuhnya, yaitu Brain Computer Interface (BCI).

"Dengan BCI, kita menggunakan sinyal dari otak untuk dapat menggerakkan benda tanpa menyentuhnya. Jadi seperti di film Avatar, pasien stroke nantinya bisa menggerakkan apa saja cukup dengan pikiran di kepalanya," jelas Prof Dr Ir Tati R Mengko, Guru Besar Fakultas Teknik Elektronika dan Informatika ITB, di sela-sela acara seminar 'Don't Worry Be Happy After Stroke' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (3/12/2010).

Menurut Prof Tati, penelitian ini merupakan hasil kerjasama antara Laboratorium Elektronika, Biomedika dan Kendali ITB dengan Pusat Kajian Otak di FK UI.

"Tadinya teknologi ini bukan ditujukan untuk pasien stroke, tetapi untuk mendeteksi gelombang alfa di otak. Gelombang alfa bisa mendeteksi kantuk, jadi bisa diaplikasikan untuk para supir. Kalau ngantuk alatnya bunyi biar nggak jadi ngantuk lagi. Tapi setelah dikaji, aplikasinya juga bisa digunakan untuk membantu pemulihan pasien stroke," jelas Prof Tati lebih lanjut.

BCI ini dalam pengembangannya diusahakan dapat digunakan sebagai alat bantu bagi orang yang memiliki keterbatasan fisik atau dapat digunakan sebagai bagian dari teknologi asistif (teknologi alat bantu).

Prof Tati mengatakan, teknologi BCI ini masih dalam tahap awal riset dan pengembangan. Namun adanya kenyataan ini merupakan langkah positif dalam mewujudkan harapan orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik seperti pasien stroke untuk dapat memiliki tangan atau kaki yang dapat bebas digerakkan sesuai pikiran, tanpa harus menyentuh atau beranjak.

"Saya belum bisa mengatakan kapan teknologi ini bisa selesai. Ini juga belum diujikan kepada pasien stroke. Masih butuh pengembangan dan tentunya dana. Selama 3 tahun ini kami masih menggunakan dana penelitian dari kampus. Pernah coba mengajukan proposal ke Kementerian Riset dan Teknologi, tapi mungkin belum terlalu penting jadi ditolak. Nanti kami akan coba ajukan proposal lagi dengan model baru ke Kementerian Kesehatan, mudah-mudahan bisa," harap Prof Ta
(mer/ir


sumber : detik.com

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis