website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Rabu, 30 Mei 2012

kandungan dan kasiat kurma 2



Kurma sudah pasti jadi menu favorit khas Ramadhan saat berbuka puasa. Tapi kita mungkin belum begitu mengetahui ada keajaiban buah kurma sebenarnya. Simakkeajaiban kurma yang dikutip dari Eramuslim.com
Sejarah kurma
Kurma berasal dari jazirah Arab (Timur Tengah), dan nama latinnya adalah Phoenix dactilyfera. Dinamakan begitu konon karena memang ada hubungannya dengan burung Phoenix yang bisa bereinkarnasi setiap kali ingin mati—Ini kepercayaan orang Mesir dan Yunani kuno.
Beberapa tahun ini, beberapa peneliti Israel mulai melirik untuk membudidayakan pohon kurma (seperti dilansir LiveScience.com). Israel menanam biji kurma yang usianya sampai 2000 tahun. Sampai sekarang, nih pohon baru setinggi 30 cm. Rencananya sih mereka bakal meneliti DNA pohon itu biar tahu bisa tidak pohon zaman purba memberikan manfaat buat kehidupan modern.
Manfaat kurma
Banyak manfaat kurma yang baru terkuak di zaman ini, khususnya buat kesehatan. Dari Salman ibn ‘Aamir, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian akan berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah, kalau tidak ada, maka dengan air karena air itu bersih dan suci.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Kenapa mesti kurma? Jika kita berbuka puasa, organ pencernaan kita (khususnya lambung) butuh sesuatu yang lembut biar bisa bekerja lagi dengan baik. Jadi makanannya harus yang mudah dicerna dan juga mengandung gula dan air dalam satu makanan. Tidak ada makanan yang mengandung gula dan air yang lebih baik daripada yang disebutkan oleh hadits Rasul. Nutrisi makanan yang paling cepat bisa dicerna dan sampai ke darah itu adalah zat gula, terlebih makanan yang mengandung satu atawa dua zat gula (kalau tidak glukosa, ya sukrosa).
Nah, untuk hal ini kurma adalah makanan yang paling baik. Kurma mengandung zat gula yang tinggi yaitu antara 75-87% dan glukosanya sebanyak 55%, fructose (fraktosa) 45% lebih tinggi dari jumlah protein, minyak dan beberapa vitamin (seperti vitamin A, B2, B12), dan sejumlah zat penting laen kayak kalsium, phosphor, potassium, sulfur, sodium, magnesium, cobalt, seng (zinc), florin, nuhas (tembaga), salyolosa, dan sebagainya. Fraktosa bakal diubah jadi glukosa dengan cepat dan langsung diserap oleh organ pencernaan, lantas dikirim ke seluruh tubuh, khususnya ke organ-organ inti seperti otak, syaraf, sel darah merah, dan sel pembersih tulang.
Seperti yang kita ketahui, di ujung puasa kita setiap harinya, glukosa dan insulin dalam darah yang datang ke katup hati akan bergetar. Artinya proses buka puasa kita bakal meminimalisir pemakaian glukosa yang diambil dari organ hati dan sel-sel ujung (seperti otot-otot en sel syaraf) jadi sesuatu yang bisa menghilangkan setiap zat yang terkandung dalam gelokogen hati. Saat-saat seperti ini, organ-organ sangat bergantung untuk mendapatkan energi dari CO2 (karbondioksida) kimiawi dan oksida glukosa yang terbentuk dalam hati dari asam amino dan gleserol.
Jadi, melentur dan memanjangnya organ penyerap makanan jadi sangat berarti. Maksudnya, penyerapan glukosa yang cepat di dalam katup pembuluh darah vena di hati akan masuk ke dalam organ hati untuk pertama kalinya, kemudian masuk ke sel otak, organ pencernaan, otot-otot, dan seluruh jaringan tubuh yang laen. Makanya, zat gula itu makanan terbaik buat tubuh karena bisa menghentikan oksidasi karbon kimiawi, memangkas zat-zat berbahaya dalam tubuh, dan bisa meminimalisir lemahnya serta gemetarnya organ pencernaan. Cukup rumit ya?
Dr. Hissam Syamsi Basya dalam tulisannya menjelaskan berdasarkan penelitian biokimia, satu kurma yang kita makan itu mengandung air 20-24%, gula 70-75%, 2-3% protein, 8,5% serat, dab sedikit sekali kandungan lemak jenuhnya (lecithine). Lain lagi dengan kurma mengkel (atau Ruthab) yang mengandung 65-70% air, 24-58% zatgula, 1,2-2% protein, 2,5% serat, dan sedikit mengandung lemak jenuh. Dr. Ahmad Abdul Ra’ouf en Dr. Ali Ahmad Syahhat pernah melakukan penelitian kimiawi dan fisiologi terhadap kurma, hasilnya? Menakjubkan! Coba lihat:
  1. Jika kita buka puasa dengan kurma ruthab atawa tamar, persentase kandungan zat gula kita akan naik, artinya bisa membantu mengilangkan penyakit anemia (kurang darah). Oya, ruthab itu artinya kurma yang mengkel, yang masih segar, dan juga matang di pohon. Nah, kalo tamar itu kurma matang kering yang banyak terdapat di Indonesia (misalnya yang banyak dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta).
  2. Waktu lambung kosong karena tidak makan seharian, pas buka, lambung, akan lebih gampang mencerna dan menyerap makanan kecil yang mengandung gula, malah lebih cepat dan maksimal lagi.
  3. Kandungan zat gula dalam ruthab dan tamar (tentunya dalam bentuk kimia sederhana) menjadikan proses pencernaan di lambung jadi sangat mudah, soalnya 2/3 zat gula yang ada dalam tamar dan ruthab bisa meningkatkan kadar gula dalam darah dalam waktu yang singkat.
  4. Selain itu, kita juga tidak perlu minum banyak-banyak lagi sewaktu buka jika kita makan ruthab atau tamar, karena sudah mengandung air 65-70%?! Tetapi sangat tidak dilarang untuk minum pun.
Tidak heran jika Rasulullah menganjurkan kurma sebagai salah satu makanan pembuka puasa kita yang utama. Eramuslim.com
sumber : http://www.besoeki.com/

Kandungan dan manfaat Kurma



Sebagai salah satu penganan yang tergolong dalam keluarga buah-buahan, kurma memang erat hubungannya dengan pilihan menu selama berpuasa. Mengapa hanya pada saat puasa, padahal kurma cukup mudah dijumpai pada berbagai musim, tentu ada alasannya. 

Buah kurma ini ternyata dari aspek komposisi gizi tak sekedar memiliki banyak manfaatnya bagi kesehatan, namun juga unggul dalam hal pemenuhan zat gizi yang dibutuhkan selama organ-organ pencernaan diistirahatkan saat berpuasa. 

Kurma dan Kandungan Zat Gizi Utama
Pada saat berpuasa kita memerlukan asupan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi karena peranannya mengcover sumber energi yang berkurang selama kita tidak makan seharian. 

Sebagian besar buah-buahan mungkin sama-sama memiliki kandungan vitamin dan mineral yang 
sangat diperlukan, namun belum tentu kandungan energi atau kalorinya tinggi. 

Sampai saat ini sudah banyak sekali penelitian terhadap manfaat kurma tersebut, dan salahsatu yang membuatnya sangat dianjurkan untuk dikonsumsi selama berpuasa adalah kandungan karbohidrat sederhananya yang tinggi tadi, yang berkisar sekitar 60% pada kurma lembek hingga sekitar 70% pada kurma kering. 

Kandungan karbohidrat kurma tersebut terbagi atas gula glukosa dan juga fruktosa, dan dianggap masih cukup aman untuk kesehatan karena mudah dicerna dan dibakar oleh tubuh untuk langsung menghasilkan kalori tinggi yang diperlukan. 

Dari penyerapannya pula, gula yang terkandung di dalam kurma baru akan habis diserap tubuh selama 45-60 menit dibandingkan dengan segelas air yang mengandung gula yang habis terserap selama 20-30 menit, maka akan menyebabkan orang yang mengkonsumsinya di saat sahur akan lebih segar dan bisa menahan lapar lebih lama. 

Dari kandungan lemaksendiri, kurma masih tergolong aman karena kandungan lemak dalam kurma termasuk dapat diabaikan, sedangkan dari asupan protein, lemak memiliki protein cukup tinggi yang juga memiliki manfaat bagi kesehatan selama kita berpuasa, antara lain dari fungsinya bersama vitamin B6 dalam menjaga kekenyalan dan kesehatan kulit.

Kurma dan Kandungan Vitamin
Aspek paling unggul dalam kandungan vitamin kurma adalah vitamin A, thiamin dan riboflavin serta niasin. Vitamin B juga terdapat cukup banyak di dalam kurma disamping asam nikotinat serta serat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. 

Kandungan vitamin dalam kurma kering mencapai 50 IU untuk vitamin A, sementara untuk thiamin, riboflavin dan niasin masing-masing sebanyak 0,09 mg, 0,10 mg dan 2,20 mg.Vitamin A dan niasin berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit, sedangkan riboflavin bersama niasin berfungsi untuk membantu melepaskan energi dari makanan, dan thiamin dari karbohidrat. Selain itu thiamin juga dinilai para ahli erat hubungannya bagi kesehatan sel-sel saraf, bersama niasin dalam menjaga fungsi normalnya. 

Kurma dan Kandungan Mineral
Kandungan mineral kurma termasuk salah satu aspek yang paling sering menjadi penelitian para ahli gizi, dimana jumlah 666 mg yang dianggap cukup besar menurut para ahli cukup berguna untuk mencegah stroke. 

Dari sebuah penelitian, disebutkan bahwa semakin banyak konsumsi makanan kaya kalium, maka semakin kecil pula kemungkinan terjadinya stroke, dan patokan asupan dari rata-rata penelitian tersebut adalah sekitar 400 mg yang setara dengan sekitar 5 butir kurma. 

Dalam peranannya tersebut, kalium bekerja dalam pengaturan tekanan darah dengan menjaga keelastisan dinding pembuluh darah dan fungsinya secara normal termasuk dalam mengaktifasi kontraksi otot yang membuatnya juga digunakan dalam pencegahan penyakit jantung.  

Selain kalium, kurma juga mengandung banyak mineral penting lainnya seperti magnesium, potassium dan kalsium yang sama pentingnya bagi kesehatan tubuh terutama dalam mekanisme pengaturan pembuluh darah dan vaskularisasinya.

Kurma dan Kandungan Zat Gizi Lainnya
Ada banyak zat gizi yang terdapat dalam kurma disamping karbohidrat dan protein serta vitamin dan mineralnya. Salah satunya, salisilat, merupakan kandungan zat yang biasanya bekerja secara sinergis dengan kandungan mineral kalium dalam mencegah pembekuan darah, antiinflamasi sekaligus menekan rasa nyeri. 

Khusus untuk menekan rasa nyeri tersebut, salisilat yang digunakan sebagai bahan baku aspirin ini dalam kerjanya akan mempengaruhi prostaglandin dalam merangsang kontraksi otot polos dan menjaga tekanan darah. Kurma juga mengandung serat cukup tinggi yang berfungsi dalam melunakkan usus dan mengaktifkan metabolismenya. 

Hormon yang dikandungnya sendiri berperan dalam penciutan pembuluh darah rahim sehingga dalam beberapa penelitian tradisional digunakan untuk mencegah perdarahan di sekitar rahim. 

Dengan kandungan zat gizi yang cukup lengkap tersebut kurma memang sedikit lebih memiliki fungsi sebagai pilihan menu berbuka dan sahur di saat kita berpuasa dibandingkan banyak buah-buahan lain, namun lagi, semua keuntungan tersebut masih tetap tergantung pada cara pemrosesan kurma itu sendiri karena seperti kita ketahui, kebanyakan kurma yang menjadi konsumsi selama berpuasa ini seringkali bukan dalam bentuk murni.     
(dr. Daniel Irawan)
Sumber : http://www.waspada.co.id/

Efek Ekstrak Buah Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Darah Secara In Vitro



 Latar belakang :
Kurma merupakan buah yang istimewa di hati kaum muslimin. Kandungan berbagai nutrisi dalam kurma memberi banyak manfaat bagi tubuh. Salah satu manfaat yang diberikan kurma antara lain dapat mencegah anemia. Salah satu tanda laboratoris dari anemia yaitu kurangnya kadar hemoglobin (Hb). Maka penelitian ini ingin mengetahui pengaruh ekstrak kurma terhadap peningkatan kadar Hb.



Tujuan : 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian ekstrak buah kurma terhadap peningkatan kadar Hb darah pada tikus putih jantan.

Metode Penelitian : 
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan 20 ekor tikus sebagai subyek penelitian yang dibagi secara acak menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok kontrol negatif yang menerima akuades, kelompok kedua merupakan kelompok kontrol positif yang menerima Ferro sulfat, kelompok ketiga dan keempat merupakan kelompok pemberian kurma 60 dan 120 mg/kgBB. Penelitian ini berlangsung selama 90 hari dengan mengamati perubahan kadar Hb dalam 3 tahap penelitian yaitu sebelum, 60 dan 90 hari perlakuan.

Hasil : 
Pada tahap I dan tahap II nilai p=0,76; tahap I dan tahap III p=0,61; tahap II dan tahap III p=0,00. Tahap yang memiliki perbedaan bermakna yaitu tahap II dan tahap III (p<0,05). Hal ini dikarenakan pada tahap III kadar Hb tikus mengalami penurunan.

Simpulan : 
Ekstrak kurma dapat meningkatkan kadar Hb pada hari 60 penelitian, namun peningkatan ini tidak bermakna secara statistik. 


sumber :http://medicine.uii.ac.id/

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis