website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Rabu, 13 Juni 2012

Pengertian Development Research



ADA sepucuk surat elektronik yang dikirim oleh seorang pembaca. Ia mengaku sebagai salah seorang mahasiswa pascasarjana. Dalam surat itu dituliskan “Apa perbedaan antara penelitian percobaan (experimental research) dan penelitian pengembangan (developmental research)? Baik. Mari ditelaah lebih jauh.

Tulisan ini diberi judul ‘Development Research’ walaupun dalam surat elektronik yang diterima digunakan istilah ‘developmental research’ sebagai padanan dari penelitian pengembangan.  Development research secara internasional mewadahi sejumlah penelitian dengan berbagai nama: Design studies; Design experiments; Design research; Development  research; Developmental research; Formative research; Formative inquiry; Formative experiments; Formative evaluation; Action research; dan Engineering research.

Beberapa jenis penelitian ini sudah cukup lama berada dalam kasanah literatur penelitian, misalnya action research dan formative evaulation. Beberapa yang lain  sungguh masih baru, misalnya design studies dan design experiment.  Di Indonesia, developmental research yang dipadankan dengan penelitian pengembangan dipahami sebagai sebuah telaah yang sistematis tentangmerencanakan, mengimplementasikan, mengembangkan, mengevaluasi suatu program, proses atau produk sehingga memenuhi syarat-syarat konsistensi internal serta efektivitasnya. Pada umumnya, hasil developmental research berupa deskripsi tentang pembuatan, pengembangan dan evaluasi dari suatu produk tertentu. Misalnya penelitian tentang pembuatan media pembelajaran, pembuatan tes psikologi, pembuatan alat ukur, dan sebagainya.  Ada juga penelitian yang diarahkan pada analisis dampak dari suatu produk.

Namun, dalam literatur penelitian yang standar, ‘developmental research’ dijelaskan sebagai penelitian yang bertujuan ‘to assess changes over an extended period of time’ - mempelajari perubahan tentang sesuatu yang berlangsung selama jangka waktu tertentu. Misalnya, penelitian diarahkan pada perubahan pilihan-pilihan ideal di antara kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah, menengah, dan tinggi.  Peneliti membagi responden dalam ketiga kelompok itu yang diamati pilihan-pilihan idealnya dalam jangka waktu tertentu. Selama jangka waktu tersebut apakah terjadi perubahan-perubahan pilihan atau tidak. Jika terjadi perubahan kemana arah perubahannya. 

Sebagai contoh yang sangat terkenal adalah penelitian Piaget tentang perkembangan intelektual manusia. Piaget mengamati perkembangan intelektual ketiga anaknya sejak dari balita hingga dewasa. Ia menemukan bahwa intelektual anak-anaknya itu berubah dengan tahap-tahap yang sama baik urutannya maupun periodenya yaitu: pra-operasional (usia 0-6/7 tahun), operasional konkrit (6/7-12/13 tahun) dan operasional abstrak (sesudah usia 13 tahun). Piaget mengunakan ketiga anaknya sebagai ‘siklus’ pengamatannya. 

Untuk membedakan dengan penelitian model seperti inilah istilah ’development research’ yang digunakan dalam tulisan ini. Development research merujuk pada penelitian yang dikenal di Indonesia sebagai penelitian pengembangan, baik terkait dengan suatu program, proses maupun produk. Motif utama dari kegiatan penelitian pengembangan adalah keprihatinan  dari hasil penelitian-penelitian ‘tradisional’ yang ‘hanya’ berupa deskripsi tentang sesuatu baik secara umum (penelitian percobaan, survai) maupun secara khusus (studi kasus). Sementara, masyarakat praktisi mendambakan suatu ‘resep’ yang mujarab untuk menyelesaiakan sesuatu yang mereka hadapi. 

Kalaupun hasil suatu penelitian percobaan dipandang dapat dipakai untuk menyelesaiakan suatu masalah, hasil tersebut tetap bukan  sebuah ‘resep’ yang tepat guna. Karena,  penelitian percobaan bersifat ‘artificial’, bersifat laboratoris. Memang, penelitian percobaan yang menggunakan ‘quasi-experimental design’ dapat menangkis pendapat ini. Tetapi, penelitian ini masih dibatasi dengan jumlah variable yang tertentu saja. Sehingga, terasa kurang alamiah.

Dalam dunia pendidikan, dewasa ini penelitian pengembangan tersebar dalam berbagai ranah. Ada yang mengembangkan kurikulum. Ada yang mengembangkan media pembelajaran. Ada yang mengembangkan metode pembelajaran. Ada yang mengembangkan system evaluasi. Ada juga yang lebih luas dari itu yaitu menyelenggarakan model pendidikan, RSBI, SBI, unggulan misalnya. 

Secara umum, penelitian pengembangan digunakan untuk ‘mengurangi’  ketidakpastian para pengambil keputusan untuk dalam memilih suatu program, proses atau produk tertentu. Dalam penelitian digunakan istilah ‘intervensi’. Dua jenis hasil penelitian pengembangan ini adalah: berupa pendapat (saran) dan berupa dukungan ilmiah terhadap intervensi yang ditetapkan. Orang umum mengatakan berupa kajian akademik. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, para praktisi merasa dikuatkan pada putusan yang dibuatnya.   Inilah sejumlah hal yang cukup esensial tentang penelitian pengembangan. Kiranya, pembaca yang mengirim surat elektronik ini dapat mengembangkannya untuk mencari perbedaan antara penelitian percobaan dan penelitian pengembangan. Semoga! (*)
pontianakpos.com

Minggu, 20 Mei 2012 , 06:48:00

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis