website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label TEKANAN DARAH TINGGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEKANAN DARAH TINGGI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Desember 2012

Manfaat Beras Merah

Manfaat Beras Merah
Manfaat Beras Merah - Selama ini, kita hanya mengonsumsi beras putih saja, sehingga kita cenderung tidak tertarik untuk mencoba jenis yang lain. Padahal sebenarnya masih ada beberapa jenis yang memiliki kandungan sama atau bahkan lebih baik dari pada beras putih, misalnya seperti manfaat beras merah
Experimental Biology annual conference pernah melakukan riset pada tanggal 24-28 April di Anaheim, California, AS. Hasil dari riset tersebut diketahui terdapat dua jenis beras beras yang dapat mengurangi tekanan darah tinggi dan resiko serangan jantung, yaitu beras merah dan setengah-giling.
Dari hasil penelitian itu juga simpulkan bahwa manfaat beras merah jauh lebih baik dari beras putih, terutama sebagai pelindung tubuh dari penyakit arterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) dan tekanan darah tinggi.
Salah seorang peneliti bernama Satoru Eguci, profesor fisiologi di Temple University School of Medicine di Philadelphia, AS mengatakan bahwa riset yang mereka lakukan menunjukkan bahwa beras mempunyai potensi yang mungkin menjadi titik awal yang baik untuk meneneliti obat pencegah penyakit kardiovaskuler.
Eguci bersama koleganya sebelumnya pernah mengatakan bahwa riset yang mereka lakukan adalah mencatat zat angiotensin II yang terkandung pada beras merah. Zat inilah yang membuat salah satu manfaat beras merah adalah mampu mengatasi penyumbatan arteri dan tekanan darah tinggi.
Zat angiotensin II itu terdapat di lapisan beras yang terkelupas saat proses beras merah diubah menjadi beras putih. Agar lapisan tersebut tidak terkelupas, ketika menggiling beras harus menggunakan alat tradisional seperti masyarakat Jepang.
Ringkasan tentang Manfaat Beras merah
Berikut ini adalah beberapa manfaat beras merah yang mungkin dapat menjadi referensi bagi Anda untuk mempertimbangkan variasi makanan pokok selain beras putih:
Beras merah dapat membuat kulit lebih halus serta mengatasi alergi.
Beras merah dapat mencegah maupun mengatasi berbagai penyakit degeneratif seperti Diabetes militus, hipertensi, asma, lever, dll.
Beras merah memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat mengatasi gangguan pencernaan, sembelit, perut kembung, serta menurunkan kadar kolesterol darah.
Beras merah mampu meningkatkan stamina, memperkuat tubuh, dan mengatasi cepat lelah.
Beras merah memiliki kandungan vitamin B yang tinggi yang bermanfaat mencegah penyakit beri-beri, sakit pinggang, reumatik, ataupun kesemutan

Senin, 18 Juni 2012

Manfaat Mesin C-PAP untuk Atasi Hipertensi

Peneliti Spanyol mempelajari apakah mesin C-PAP bisa membantu penderita apnea mengurangi tekanan darah tinggi dan masalah kardiovaskular.
Peneliti di Spanyol ingin tahu seberapa efektif C-PAP dalam mengobati tekanan darah tinggi dan gejala-gejala kardiovaskuler pada penderita apnea, khususnya mereka yang tidak mengantuk pada siang hari (foto: dok.).
UKURAN HURUF 
Siapapun yang suami atau istrinya mendengkur keras mungkin menginginkan kamar tidur terpisah.

Itulah tanda-tanda gangguan tidur apnea, gangguan kronis di mana seseorang mengalami pernapasan pendek atau sering berhenti bernapas ketika tidur.

Dalam apnea, otot tenggorokan dan jaringan lain di belakang tenggorokan secara berkala menutup jalan napas.

Otak bereaksi dengan mengangkat otot tenggorokan, menjauhi pipa udara. Akibatnya, penderita sering terbangun karena tidak bisa bernapas. Pada saat itu, menurut peneliti, kadar oksigen darah menurun dan kualitas tidur terganggu akibat hormon stres.

Gangguan tidur apnea dialami kurang dari 10 persen orang di banyak negara. Lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan yang menderita gangguan itu, dan lebih umum terjadi pada orang berusia lanjut.

Montse Oliver, yang menderita gangguan tersebut, mengatakan,
"Pada malam hari, kadang-kadang saya terbangun karena tidak bisa bernapas dan suami saya bilang saya banyak mendengkur."

Jika tidak diobati, gangguan tidur apnea meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kegemukan, penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Penelitian baru juga menunjukkan kemungkinan kaitan gangguan itu dengan kanker.

Pengobatan standar untuk gangguan itu adalah C-PAP, singkatan dari Continuous Positive Airway Pressure. Mesin itu mengalirkan udara secara teratur ke dalam tenggorokan, membuka sumbatan. Pasien akan merasa segar setelah bangun dari tidur yang nyenyak.

Tetapi, peneliti di Spanyol ingin tahu seberapa efektif C-PAP dalam mengobati tekanan darah tinggi dan gejala-gejala kardiovaskuler pada penderita apnea, khususnya mereka yang tidak mengantuk pada siang hari.

Dr. Ferran Barbe dari Institut Penelitian Llieda dan timnya mempelajari lebih dari 700 pasien gangguan tidur dan menindaklanjutinya selama lebih dari empat tahun. Beberapa pasien itu menggunakan mesin C-PAP. Lainnya tidak.

"Kami mendapati sedikit penurunan dalam kasus hipertensi dan masalah kardiovaskular baru pada kelompok pengguna C-PAP. Namun, secara statistik, perbedaan jumlah itu tidak signifikan," paparnya.

Kajian kedua, juga di Spanyol, ingin mengetahui apakah C-PAP menurunkan tekanan darah pada pasien apnea yang baru saja didiagnosis mengidap hipertensi.

Penelitian tersebut memang menunjukkan penurunan risiko hipertensi hampir 30 persen dibandingkan pada kelompok kontrol.

Walaupun kedua penelitian itu menunjukkan manfaat C-PAP, peneliti mengatakan, dibutuhkan penelitian yang lebih besar dengan tindak lanjut yang lebih lama.

Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal American Medical Association.

sumber : http://www.voaindonesia.com


Demikian isi postingan kali ini.....
Jika ada yang tidak berkenan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Silahkan tinggalkan komentar ke kotak komentar atau di kotak chat (obrolan)
Terim kasih atas kunjungannya. semoga apa yang kami sampaikan di atas ada manfaatx...mari kita saling mendoakan kebaikan untuk sesama..

PLUS DARI KAMI .....
Terkhusus bagi sobat yang ingin membuat atau mengatur blog tetapi mengalami kesulitan dalam membuat blog atau mengatur tampilan blog, kami berinisiatif menyediakan tutorial cara membuat dan mengatur blog.
kami akan memberikan segala kemampuan kami membantu sobat semua menghadapi kesulitan dalam membuat dan mengatur blog sesuai kemampuan dan ilmu yang kami punya.
Kami akan menyediakan tutoril sedemikian mulai dari tingkat pemula sampai pengembangan blog!Kami akan merancang sedemikian rupa sehingga dapat mudah dipahami meskipun masih kategori pemula.
Klik matari pilihan kamu untuk melihat tutorialnya!!!!!
Adapun materi-materi yang akan kami muat antara Lain:

TAHAP AWAL :

Pengembangan

Keyword : penelitian, abstrak, penelitian terbaru, penelitian terbaru 2012, penelitian 2012, alamiah, sains, kesehatan, sehat, penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, penelitian sains, sains, penelitian tindakan kelas, ktk, kualitatif, kuantitatif, khasiat, manfaat, kandungan, khasiat avokad, buah avokad, avokad, buah, antioksidan, antibiotik, diet, langsing, kegemukan, hopertensi, tidur, insomnia, kolesterol, obesitas, balita, teknologi, tutorial, cara, blog, arsip, tulisan, animasi, label, komunikasi, template, virus, bakteri, wanita, makanan, minuman, menemukan, meningkatkan, buahan, merusak, peneliti, ahli, kumpulan, artikel, otak, kopi, teh, jantung, stroke, ekstrak, berbahaya, tekanan darah, sehat, payudara, diabetes, gizi, wanita, anak, obat, kanker, orang, contoh, bahaya, pria'

Sabtu, 16 Juni 2012

Menurunkan Tekanan Darah Orang Obesitas dengan Kentang Ungu

Adelia Ratnadita - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Konsumsi dua porsi kentang ungu dalam diet sehari-hari selama 1 bulan dapat menurunkan tekanan darah pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas. Kentang ungu juga dapat menghentikan penambahan berat badan.

Hal tersebut merupakan hasil penelitian baru. Dalam penelitian tersebut, peneliti melibatkan 18 orang dewasa setengah baya yang kelebihan berat badan.

Separuh dari peserta penelitian diminta untuk makan kulit dan daging dari 6-8 kentang ungu kecil saat makan siang dan makan malam selama 4 minggu. Sedangkan peserta yang lain tidak menambahkan kentang ungu dalam diet sehari-hari.

Dibandingkan dengan mereka yang pergi kentang bebas, Para peserta penelitian yang memakan kentang ungu memiliki penurunan rata-rata lebih dari 4 persen pada tekanan diastolik dan penurunan lebih dari 3 persen pada tekanan sistolik.

Sekitar 14 dari 18 peserta penelitian memiliki tekanan darah tinggi dan hampir semuanya mengonsumsi obat untuk darah tinggi bahkan selama penelitian. Penurunan tekanan darah meskipun dalam angka yang kecil, dapat membantu mengurangi risiko untuk penyakit jantung.

"Kentang ungu adalah agen efektif untuk mengurangi tekanan darah dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke pada orang dengan tekanan darah tinggi tanpa penambahan berat badan," kata peneliti seperti dilansir dari WebMD, Senin (6/2/2012).

Meskipun orang yang mengonsumsi kentang mengambil lebih banyak kalori dibandingkan dengan orang dewasa yang tidak mengonsumsi kentang, berat badan mereka tidak berubah. Di Korea, kentang berwarna ungu dianggap sebagai obat tradisional untuk menurunkan berat badan.

"Sayuran ungu memiliki banyak pigmen tanaman yang sama baiknya untuk kesehatan seperti buah-buahan ungu. Sayur dan buah yang berwarna ungu kaya akan antioksidan, seperti anthocyanin, karotenoid, dan asam fenolik, yang dapat mengurangi peradangan kronis yang terkait dengan penyakit jantung dan stroke," kata peneliti.

Kentang berpigmen juga memiliki jumlah tinggi asam klorogenat. Asam klorogenat merupakan zat yang menunjukkan dapat untuk mengurangi tekanan darah tinggi dalam penelitian terhadap hewan.

Mengonsumsi kentang ungu bersama dengan kulitnya adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan antioksidan yang paling efektif. Orang Amerika rata-rata makan sekitar porsi sedang kentang sehari.

Kentang ungu adalah sumber vitamin C dan kalium, dan jika mengonsumsinya beserta kulitnya, maka akan dapat menambahkan lebih banyak serat dalam diet sehari-hari.

Para peneliti tidak tahu apakah kentang putih, yang memiliki lebih sedikit pigmen tanaman dan antioksidan, akan memiliki efek menguntungkan yang sama dengan kentang ungu. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Sumber : detik.com

Jumat, 15 Juni 2012

Kombinasi Obat & Bawang Putih Percepat Turunkan Darah Tinggi


AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
foto: Thinkstock
Adelaide, Salah satu bumbu dapur yang punya banyak manfaat adalah bawang putih, termasuk untuk kesehatan jantung. Bila dikonsumsi bersama dengan obat-obat antihipertensi, bawang putih bisa membuat tekanan darah turun lebih mudah. 

Dalam sebuah penelitian diUniversity of Adelaide, tekanan darah pasien yang mengonsumsi obat antihipertensi bersama dengan ekstrak bawang putih turun lebih rendah dibandingkan hanya dengan obat-obatan saja. Perbedaannya cukup signifikan karena mencapai 10 mmHg. 

Sebagian partisipan dalam penelitian ini mendapatkan suplemen bawang putih sebanyak 4 kapsul selama 12 pekan dan sebagian lainnya mendapat plasebo. Jenis obat antihipertensi yang digunakan bervariasi, termasuk di antaranya golongan diuretik. 

"Ini adalah riset pertama yang meneliti bawang putih sebagai terapi tambahan pada hipertensi yang diobati namun tidak terkontrol," ungkap salah satu peneliti, Karl Ried seperti dikutip dari AOL Health, Senin (22/11/2010). 

Berbagai penelitian terdahulu telah membuktikan manfaat bawang putih bagi kesehatan jantung. Pada hipertensi yang tidak terkontrol, efek bawang putih juga telah dibuktikan meski baru kali ini diteliti efeknya jika digunakan bersama dengan obat moderen. 

Namun kombinasi ekstrak bawang putih dengan obat-obat moderen tetap harus dikonsultasikan dengan dokter. Beberapa senyawa dalam herba ini bisa mengencerkan darah, mengurangi kemampuan untuk menggumpal dan bisa berinteraksi dengan golongan obat tertentu. 

Para peneliti juga belum bisa menganjurkan dosis yang tepat untuk mendapatkan efek paling optimal. Yang jelas dalam penelitian ini bawang putih hanya digunakan sebagai suplemen dan tidak untuk menggantikan obat antihipertensi. 

Sementara itu pakar kesehatan jantung dari AOL Health, Dr. Christopher Cannon menilai penelitian ini kurang bisa diterapkan. Dosis bawang putih yang digunakan menurutnya tidak wajar untuk konsumsi sehari-hari. 

"Untuk menurunkan tekanan darah, langkah terpenting adalah mengurangi konsumsi garam. Berikutnya adalah olahraga dan diet, namun beberapa orang mungkin tidak nyaman untuk memasukkan bawang putih ke dalam dietnya,"  
(up/ir


sumber : detik.com

Rabu, 13 Juni 2012

Awalnya Cuma Susah Tidur, Lama-lama Bisa Darah Tinggi


AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Seseorang yang mengalami insomnia atau usah tidur biasanya gampang stres, tapi jarang dikaitkan dengan risiko penyakit kronis seperti hipertensi. Kali ini para ilmuwan membuktikan bahwa susah tidur bisa memicu tekanan darah tinggi.

Para peneliti dari Henry Ford Center of Sleep Dosirder membuktikan, kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi lebih sering terjadi pada penderita insomnia dibandingkan pada orang yang tidurnya normal-normal saja. Kecenderungan ini menunjukkan bahwa keduanya saling berhubungan.

"Penyebab hipertensi pada penderita insomnia adalah seringnya terjaga di tengah malam maupun lamanya waktu yang dibutuhkan sejak terjaga hingga terlelap," kata Christopher Drake yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari Science Daily, Kamis (7/6/2012).

Menurut Drake, makin lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk terlelap maka risiko untuk mengalami tekanan darah tinggi cenderung meningkat. Demikian juga bagi orang yang tidurnya tidak nyenyak, makin sering terbangun di tengah malam maka risiko hipertensi juga lebih tinggi.

Drake menyimpulkan hal itu setelah melakukan pengamatan terhadap 5.314 penderita insomnia di seluruh dunia. Pengamatan tersebut dilakukannya melalui survei di Internet, yang antara lain menggali informasi tentang riwayat hipertensi dan pola tidurnya sehari-hari.

Insomnia sendiri adalah ketidakmampuan seseorang untuk terlelap dan banyak diderita oleh orang Amerika Serikat. Diperkirakan 30-40 persen warga di negara tersebut pernah mengalami gejala insomnia dalam setahun terakhir, bahkan 10-15 persen sudah mengalami insomnia kronis.

Selain meningkatkan risiko hipertensi seperti yang terungkap dalam penelitian Drake, gangguan tidur juga dikenal sebagai faktor risiko berbagai masalah kesehatan. Penelitian-penelitian terdahulu membuktikan bahwa masalah tidur bisa memicu obesitas, diabetes dan juga gangguan fungsi jantung

Senin, 11 Juni 2012

Makanan Asin Bisa Rusak Pembuluh Darah Dalam Waktu 30 Menit


Vera Farah Bararah - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Mengonsumsi makanan dengan kadar garam atau natrium yang tinggi bisa menimbulkan masalah bagi tubuh. Namun ternyata efek ini lebih buruk daripada yang diperkirakan. Kadar garam tinggi bisa merusak pembuluh darah dalam waktu 30 menit.

Peneliti dari Australia mengungkapkan bahwa makanan yang sarat akan garam dengan cepat akan menghentikan pelebaran pembuluh darah, meskipun orang tersebut memiliki tekanan darah yang normal. Kerusakan pembuluh darah ini bisa terjadi hanya dalam waktu 30 menit dari saat ia makan.

Kacie M Dickinson dan rekannya dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization di Adelaide melibatkan 16 orang sehat dalam studi ini. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok, yang mana kelompok pertama diberikan sup tomat dengan kadar garam rendah sedangkan kelompok kedua diberikan sup tomat yang sama dengan kadar garam 10 kali lipat lebih banyak.

Setelah itu peneliti mengukur arteri (pembuluh darah) peserta dengan menggunakan ultrasound. Didapatkan arteri peserta yang mengonsumsi garam lebih banyak akan mengalami kerusakan yang membuat aliran darah terbatas. Efek ini akan mulai berkurang dalam waktu sekitar 2 jam. Hasil ini telah dipublikasikan dalamAmerican Journal of Clinical Nutrition.

"Yang penting dari studi ini adalah menambahnya bukti bahwa natrium bisa memberikan efek kronis langsung pada pembuluh darah," ujar Dr Sahil Parikh, ahli jantung dari University Hospitals Case Medical Center, seperti dikutip dari AOLHealth, Kamis (10/2/2011).

Ketika jantung memompa darah melalui arteri akan menghasilkan gas oksida nitrat yang menyebabkan dinding arteri menjadi rileks dan memungkinkannya untuk menyempit atau melebar, sesuai dengan keadaan.

Para ilmuwan percaya garam yang berlebih bisa menghalangi pelepasan oksida nitrat yang membuat dinding arteri mengeras dalam waktu singkat. Karenanya orang yang berpotensi atau memiliki faktor risiko terhadap hipertensi dan juga jantung harus melakukan diet garam atau natrium.

Parikh menyarankan masyarakat untuk mengikuti pedoman yang direkomendasikan dalam mengonsumsi garam per harinya. Sedangkan pada orang yang bekerja keras dan berolahraga mungkin membutuhkan kadar garam yang sedikit lebih tinggi dalam pola dietnya.

Rekomendasi konsumsi garam yang diberikan pakar kesehatan setiap hari berdasarkan usia adalah
0-6 bulan 1 gram
7-12 bulan 1 gram
1-3 tahun 2 gram
4-6 tahun 3 gram
7-10 tahun 5 gram
11-14 tahun 6 gram
Dewasa 6 gr
(ver/ir


sumber : detik.com

Saatnya Bersahabat dengan Garam


detail berita
Garam (Foto: Google)
GARAM kerap dianggap musuh bagi para penderita hipertensi. Pasalnya, mengonsumsi garam secara berlebihan akan mengganggu tensi darah mereka. Padahal, hal tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Terbukti, garam pun membantu proses metabolisme tubuh. Benarkah?

Berapa banyak Anda mengonsumsi garam setiap harinya? Apakah Anda termasuk orang yang tidak bisa menyentuh makanan dengan jumlah garam yang berlebihan? Atau apakah Anda termasuk kategori yang secara keras menolak untuk menambahkan garam dalam makanan karena dianggap merusak diet? Sebenarnya, terlalu banyak garam dan tidak mengonsumsi sama sekali keduanya adalah hal yang sama-sama berbahaya.

Menurut konsultan Ahli jantung Interventional Dr Vijay Surase, garam dianggap banyak orang sebagai komponen penting ketika seseorang melakukan diet. Belakangan, seiring dengan kebutuhan tersebut, kesadaran masyarakat tentang mengonsumsi garam yang berlebihan justru meningkat. Apalagi rak-rak di supermarket dipenuhi dengan makanan yang mengandung sedikit garam atau bahkan tidak ada asupan garam sama sekali. Pertanyaannya, apakah sebegitu pentingnya pembatasan garam dilakukan?

“Garam secara umum terdiri dari natrium dan klor. Natrium klorida adalah zat penting untuk memelihara keseimbangan osmotic dan fungsi lainnya. Memang benar garam bisa menjadi berbahaya bagi sebagian orang. Apalagi natrium klorida juga dapat diperoleh dari makanan lain. Namun, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80 persen penduduk justru mendapatkan keuntungan dari konsumsi garam laut alami yang biasanya kurang halus daripada garam meja dimana tidak mengandung senyawa alumunium di dalamnya.

Hal terpenting adalah, Anda baru perlu membatasi garam ketika spesialis kesehatan memang melarang Anda untuk menghentikan asupan garam pada konsumsi makanan Anda. Pasalnya ketika hal tersebut dilanjutkan maka akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti mengantuk, depresi, kejang dan bahkan koma. Bahkan, pasien hipertensi pun tidak perlu merasa takut dengan garam karena asupan garam yang normal sangat baik untuk kesehatannya. Tetapi kelebihan garam yang diakibatkan oleh konsumsi dari kentang goreng, acar, dan makanan lainnya itulah yang perlu dihindari,” kata Dr Surase.

Interventional Cardiologist Dr Shantanu Deshpande mengatakan, garam sangat penting untuk menjaga homeostasis dalam tubuh kita. “Persyaratan normal untuk memenuhi kebutuhan harian yakni 500 mg per hari dan tidak dianjurkan melebihi batasan tersebut. Asupan garam berlebihan biasanya akan diekspresikan dalam urin yang Anda keluarkan. Hampir 50 persen ginjal individu tidak dapat menangani hal ini yakni kelebihan natrium. Kelebihan garam dalam aliran darah Anda akan mengakibatkan kenaikan volume darah dan tekanan darah. Ini akan menyebabkan hipertrofi jantung dan otot pembuluh darah sehingga mengakibatkan peningkatan permanen dalam tekanan darah. Efek ini akan terasa jelas pada orangtua dan penderita diabetes. Mengurangi asupan garan dalam diet Anda dan mengurangi tekanan darah bisa menjadi solusinya. Diet rendah garam yang mengandung kurang dari 5 gram garam per hari dianjurkan kepada pasien tekanan darah tinggi. Selain itu, mereka pun perlu menghindari makanan seperti keju, makanan olahan dan junk food.

Sementara itu, Interventional Cardiologist Senior Dr Rajiv Bhagwat mengatakan, pentingnya asupan garam dalam pengaturan tekanan darah sangatlah dibutuhkan. “Pengurangan garam adalah salah satu modifikasi hidup yang paling penting dan efektif untuk mengurangi tekanan darah. Penurunan tekanan darah akan mengurangi mortalitas stroke sebesar 10 persen dan tujuh persen lainnya akan berpengaruh pada penurunan mortalitas akibat penyakit jantung koroner. Selain mengurangi tekanan darah, pengurangan garam juga mengurangi Left Ventricular Sickness (Hyper Trophy), mengurangi hilangnya protein dalam urin, mengurangi osteoporosis dan kehilangan mineral seiring perjalanan usia, melindungi kanker lambung, asma, dan katarak. Meningkatkan asupan kalium yang ditemukan dalam buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran terbukti menjadi asupan efektif untuk mengurangi tekanan darah tersebut.

Sumber : okezone.com

Dwi Indah Nurcahyani - Okezone
Senin, 4 Juli 2011 18:23 wib

Senin, 04 Juni 2012

Gula Buah Tidak Sebabkan Hipertensi?


HeadlineMaryland - Pemanis buatan memang mempengaruhi tekanan darah naik. Namun studi terbaru menyatakan bahwa efek gula buah tidak berdampak sama.
Seperti dikutip dari ST, para peneliti mengikuti sekira 200 ribu pria dan wanita selama 38 tahun, dan menemukan bahwa minuman yang mengandung gula atau pemanis buatan, terkait dengan kenaikan 13% tekanan darah.
Menurut jurnal General Internal Medicine, minuman cola maupun hasil karbonasi berhubungan erat dengan resiko hipertensi. Namun gula buah atau fructose, tidak berdampak sama.
"Kami pun belum tidak tahu apa penyebab naiknya minuman-minuman dengan pemanis buatan," ujar Dr Lisa Cohen, pimpinan dari penelitian yang dilakukan oleh University of Maryland Medical Centre tersebut
sumber : http://www.inilah.com/

Minuman Bersoda dan Cola Picu Hipertensi


E-LIFE
Senin, 04 Juni 2012 , 13:12:00






ilustrasi
NEWYORK - Anda bukan penderita hipertensi tetapi suka minum-minuman manis? Sebaiknya berpikir ulang saat ini. Pasalnya, hasil penelitian di Amerika menunjukkan kebiasaan meminum minuman manis berisiko memiliki tekanan darah tinggi daripada mereka yang lebih sedikit. Apalagi minuman berkarbonasi dan mengandung Cola dituding sangat terkait dengan resiko hipertensi.

Tim peneliti menemukan orang yang mengkonsumsi lebih banyak soda dan minuman manis potensial memiliki tingkat tekanan darah lebih tinggi dibandingkan mengkonsumsi lebih sedikit. Namun, gula yang dihasilkan dari buah disinyalir tidak mengakibatkan hal serupa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of General Internal Medicine tersebut diikuti lebih dari 200.000 pria dan wanita dengan rentang usia hingga 38 tahun. Hasilnya ditemukan bahwa seseorang yang mengkonsumsi minuman manis secara teratur yang mengandung gula atau pemanis buatan, meningkatkan resiko sekitar 13 persen terkena tekanan darah tinggi.

Minuman berkarbonasi dan cola disebutkan yang paling potensial dengan risiko hipertensi. Tetapi gula buah atau fruktosa dalam minuman bukan termasuk kategori ini. "Kami tidak tahu apa yang menyebabkan peningkatan risiko dalam minuman dengan pemanis buatan," kata Lisa Cohen, penulis utama studi dan peneliti di University of Maryland Medical Center seperti dilansir Reuters (3/6).

Cohen dan timnya memantau data dari tiga studi besar-besaran, termasuk hampir 224.000 pekerja kesehatan, pelaku diet dan kesehatan usia 16 - 38 tahun. Sebelumnya, telah dipastikan tidak ada peserta yang menderita tekanan darah tinggi pada awal studi tersebut. Seiring waktu, mereka yang minum setidaknya satu minuman pemanis buatan sehari memiliki peningkatan risiko 13 persen terkena hipertensi dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki minuman manis sekali sebulan atau kurang. Demikian pula dengan peserta yang minum setidaknya satu gelas minuman manis sehari, dimana memiliki resiko peningkatan 14 persen atas hipertensi.

Sementara itu, Walikota New York Michael Bloomberg pekan lalu mengusulkan larangan ukuran besar minuman bersoda manis. Ini merupakan gebrakan baru dari serangkaian inisiatif kesehatan masyarakat yang mencakup kampanye untuk mengurangi garam dalam makanan restoran dan makanan kemasan.(esy/jpnn)
sumber : http://www.jpnn.com/

Kaitan gula buah dalam hipertensi dipertanyakan lagi


Senin, 4 Juni 2012 18:50 WIB | 1660 Views

Ilustrasi cek tekanan darah.
 "Anda dapat meningkatkan risiko hipertensi."
Washington (ANTARA News/Reuters) - Minuman ringan kerap dikaitkan dengan naiknya tekanan darah, namun penelitian di Amerika Serikat (AS) membuktikan bahwa gula buah atau yang berasal dari buah-buahan bukanlah yang menjadi penyebabnya.

Para peneliti melibatkan lebih dari 200.000 lelaki maupun perempuan yang berumur tidak lebih dari 38 tahun dan mengkonsumsi minuman manis secara teratur --baik yang mengandung gula atau pemanis buatan-- berkaitan dengan naiknya sekitar 13 persen risiko tekanan darah tinggi.

Minuman berkarbonasi dan cola sangat terkait dengan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi), namun gula buah, atau fruktosa, dalam minuman tidak tampak sebagai faktor pemicu, demikian dilaporkan dalam Journal of General Internal Medicine.

"Kami tidak tahu apa yang menjadi penyebab meningkatnya risiko pada pemanis buatan ataupun minuman manis," ujar Kepala penulisan hasil penelitian dan seorang peneliti di Pusat Kesehatan Universitas Maryland, Lisa Cohen.

Ia menimpali, "Ini sulit untuk dikatakan bahwa dari fruktosa sendiri. Anda dapat meningkatkan risiko hipertensi."

Wali kota New York, Michael Bloomberg, pada pekan lalu mengajukan larangan untuk minuman soda dalam jumlah besar. Hal terbaru, serangkaian inisiatif kesehatan masyarakat juga memasukkan kampanye untuk mengurangi garam di makanan yang dijual di restauran dan makanan kemasan.

Penelitian sebelumnya menyebutkan, fruktosa sebagai salah satu faktor pemicu meningkatnya risiko tekanan darah tinggi, namun Cohen menyebutkan bahwa mereka hanya mengambil gambaran pada waktu itu, dan tidak menentukan yang mana yang pertama, tingginya tekanan darah tinggi atau minuman manis.

Cohen dan rekan-rekannya melihat data dari tiga penelitian masif, termasuk melibatkan sedikitnya 224.000 pekerja kesehatan berumur 16 hingga 38 tahun yang melakukan diet dan dalam kondisi sehat. Tidak ada peserta yang didiagnosa mengalami tekanan darah tinggi pada saat penelitian dilakukan.

Seiring waktu, mereka yang meminum sedikitnya satu gula yang terdapat di minuman kemasan setiap hari, mengalami peningkatan risiko hipertensi dibanding mereka yang hanya mengkonsumsi sedikit atau kurang.

Demikian pula, orang-orang yang mengonsumsi sedikit-dikitnya satu minuman ringan dengan pemanis buatan mengalami peningkatan resiko 14 persen dibanding mereka yang mengonsumsi sedikit atau kurang.

Untuk melihat apakah fruktosa yang menjadi penyebab semua itu, para peneliti juga menelaah orang yang dalam pola makannya mengkonsumsi fruktosa, misalnya dari buah-buahan.

Di antara orang-orang tersebut ada yang mengkonsumsi 15 persen kalori mereka dari sumber fruktosa selain minuman, dan hasilnya risiko peningkatan hipertensi lebih rendah atau sama dengan orang yang makan sedikit fruktosa.

"Anda akan berpikir, jika fruktosa adalah faktor penyebab, dan kemudian memakan banyak apel, sebagai contoh, dapat juga meningkatkan risiko hipertensi," terang Cohen kepada Reuters Health.

Kenyataan adanya hubungan kuat antara minuman ringan berkarbonasi dan peningkatan risiko hipertensi dapat dijelaskan melalui hubungan dengan kandungan soda dalam jumlah besar atau beberapa zat lain yang tidak diketahui bahannya, katanya.

Namun, ia menambahkan, masih diperlukan riset lanjutan untuk mengungkap hal tersebut.
(Uu.I025/H-AK)l

Editor: Priyambodo RH
sumber : http://www.antaranews.com/

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis