website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Kamis, 28 Juni 2012

Kayu Manis Efektif Gempur Lemak Tubuh

Kayu Manis Efektif Gempur Lemak TubuhJakarta - Rempah kecokelatan ini aromanya sangat semerbak. Populer sebagai bahan pewangi kue dan minuman. Khasiatnya sangat banyak untuk kesehatan. Yang terakhir, kayu yang wangi ini mampu menggempur lemak tubuh sehingga berat badan menyusut.

Kulit manis atau yang lebih dikenal dengan kayu manis adalah jenis rempah yang beraroma wangi. Selain manis rempah yang memiliki nama latin Cinnamomum Verum ini juga menghasilkan rasa sedikit pedas.

Sejak 5000 tahun lalu atau pada zaman Mesir kuno, kayu manis dikenal sebagai bumbu masakan. Bentuknya yang panjang, tipis bergulung ini dipercaya juga dapat mengobati penyakit. Namu, ada juga yang dikemas dalam bentuk serbuk atau bubuk.

Kayu manis dipercaya dapat menggobati radang sendi, penyakit kulit, jantung dan perut kembung. Untuk mengatasi sakit perut, campurkan bubuk kayu manis dengan madu di dalam air hangat lalu diminum. Tidak perlu menunggu lama sakit perut akan langsung hilang, cara ini juga bisa dilakukan untuk menyembuhkan bisul.

Sebuah penelitian yang dilakukan di India dan Jepang juga menemukan bahwa, madu yang diminum bersama kayu manis panas dapat dapat membaut nafas tetap segar sepanjang hari. Orang Amerika bagian Selatan sering meminum ramuan ini dipagi hari.

Cara yang dilakukan orang Amerika tersebut ternyata unya dampak lain yaitu dapat mengatasi kelebihan berat badan. Asalkan meminumnya saat setengah jam sebelum makan. Jika diminum teratur minuman ini akan mencegah timbunan lemak di tubuh sehingga berat badan jadi berkurang.

Saat ini juga sudah tersedia jenis kayu manis organik di pasaran. Mungkin harganya jauh leih mahal, meskipun begitu kegiatan penjualan kayu manis organik sudah mulai merambah ke pasar ekspor dunia.
(dyh/odi)

detik.com

Selamatkan Diri dan Keluarga dari Penyakit Materialisme


Selamatkan Diri dan Keluarga dari Penyakit Materialisme
Sabtu, 09 Juni 2012 
Oleh: Abdullah al-Mustofa

SEBUAH 
penelitian di Amerika Serikat yang dilakukan tiga orang ahli dari tiga universitas yang berbeda di Amerika Serikita yang hasil penelitian mereka dipublikasikan olehAssociation for Consumer Research, sebuah lembaga penelitian konsumen di University of Minnesota Duluth, Amerika Serikat, meneliti pengaruh frekuensi menonton program televisi pada pengadopsian nilai-nilai materialistis. Penelitian tersebut membuktikan semakin banyak jam yang dihabiskan seseorang dalam menonton televisi maka yang bersangkutkan semakin materialistis. Hubungan antara menonton televisi dengan materialisme lebih besar bagi mereka yang lebih fokus memperhatikan ketika menonton televisi, dan bagi mereka yang lebih mengembangkan apa yang ditonton dengan berfantasi.
Untuk mengurangi tingkat materialisme pada seseorang, para peneliti tersebut menyarankan untuk mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan di depan televisi. Namun, tren menonton televisi di mana-mana menunjukkan hanya sedikit yang mau atau mampu melakukan hal ini. Sebagai obat alternatif, kata mereka, seseorang dapat memerangi materialisme dengan menyadari apa yang mereka menonton dan efeknya, dan menahan dorongan untuk berfantasi tentang gaya hidup makmur yang digambarkan di televisi.
Dengan kata lain, mengingatkan diri kita bahwa dunia pertelevisian terdistorsi. Lanjut mereka, tentu saja, ini mungkin bukan cara yang menyenangkan untuk menonton televisi karena pemirsa cenderung memaksimalkan kenikmatan dengan berfantasi.
Cara untuk mengurangi tingkat materialisme dan memerangi materialisme tersebut di atas ternyata kurang efektif, bahkan sulit untuk dilakukan. Namun lain halnya dengan Islam.
Islam telah menyediakan vaksin untuk mencegah dan obat mujarab untuk menyembuhkan penyakit materialisme. Dalam Islam ada satu cara yang sangat efektif dan praktis untuk mencegah dan mengobati materialisme, yaitu dengan cara mengingat mati.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi saw, beliau berkata:

أَكْثِرُوا ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

“Perbanyaklah mengingat hal yang akan memutuskan berbagai kenikmatan. – yaitu maut." (HR. Ashabus Sunan, dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’)

Salah satu efek positif dari mengingat mati adalah menyebabkan hati memiliki sikap qana’ah. 

"Barangsiapa banyak mengingat mati maka dia akan dimuliakan dengan tiga perkara: segera bertaubat, hatinya qana’ah terhadap dunia, dan semangat beribadah. Sedangkan barangsiapa yang melupakan mati, dia akan dibalas dengan tiga perkara: menunda-nunda taubat, hatinya tidak qana’ah terhadap dunia, dan malas beribadah. Maka ingat-ingatlah kematian, sakaratul maut, dan susah serta sakitnya, wahai orang yang tertipu dengan dunia!.” (Abu Ali Ad-Daqqaq rahimahullah)

Menurut bahasa, qana’ah berarti merasa cukup. Sedangkan menurut istilah, qana’ah berati merasa cukup dan menerima atas apa yang telah diberikan Allah swt, sehingga mampu menjauhkan diri dari sikap tamak, dan sikap tidak puas yang berlebihan.
Dari Fadlolah bin Ubaid bahwasanya dia mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Sungguh berbahagialah orang yang mendapatkan hidayah Islam dan penghidupannya sederhana serta mau qana’ah (menerima apa adanya).” (HR. Tirmidzi)

“Qana’ah itu mengandung lima perkara: Menerima dengan rela akan apa yang ada. Memohonkan kepada Tuhan tambahan yang pantas, dan berusaha. Menerima dengan sabar akan ketentuan Tuhan. Bertawakal kepada Tuhan. Tidak tertarik oleh tipu daya dunia.” (Hamka)

Mari latih dan biasakan diri dan anggota keluarga kita untuk selalu mengingat mati agar mempunyai gaya dan pola hidup qana’ah dan bukannya kebalikannya yakni gaya dan pola hidup materialistis yang mengajak “meminum air laut”. Semoga diri dan keluarga kita bebas dari penyakit al-Wahn (cinta dunia dan benci/takut mati) yang telah Rasulullah saw sebut 15 abad yang lalu. Semoga diri dan keluarga kita bukan orang-orang yang fasik, yakni yang lebih mencintai harta benda dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya dengan jiwa dan harta benda. Wallahu a’lam.*
Penulis peneliti ISFI (Islamic Studies Forum for Indonesia) Kuala Lumpur Malaysia


http://www.hidayatullah.com

Senin, 25 Juni 2012

Pria bersuara berat kurang sperma

Suara berat pria biasanya dilihat sebagai salah satu tanda kejantanan dan kerap kali menjadi daya tarik pria. Namun, para peneliti mengklaim bahwa hal tersebut bisa menjadi tanda sedikitnya jumlah sperma yang diproduksi tubuh.




Leigh Simmons, Marianne Peters dan Gillian Rhodes dari Universitas Western Australia mengatakan bahwa pria bersuara berat mungkin memiliki lebih banyak testosteron. Tapi, terlalu banyak testosteron justru mengurangi jumlah sperma yang dihasilkan pada proses ejakulasi.

Tentu hasil penelitian ini menjadi kejutan besar bagi para wanita. Pasalnya, wanita kerap kali tertarik pada pria dengan suara yang berat, memiliki banyak rambut di tubuh, dan berotot sebagai indikasi kejantanan.

Seperti dilansir dari Daily Mail, penelitian ini dimulai dengan ketertarikan wanita terhadapa pria bersuara rendah, setelah responden wanita mendengar rekaman suara 54 pria berusia 18 hingga 32 tahun.

Responden pria tersebut juga diminta untuk memberikan contoh sperma untuk diteliti lebih lanjut. Contoh sperma tersebut pun dibandingkan dengan jumlah sperma yang sehat dalam sekali ejakulasi.

Hasil yang diterbitkan oleh jurnal Plos ONE ini justru menunjukkan fakta yang berbeda. Mereka menemukan bahwa pria bersuarta rendah cenderung menghasilkan sperma dalam jumlah yang sedikit.

Para peneliti menyimpulkan bahwa hal ini sebagai adaptasi yang dilakukan tubuh. Mereka percaya bahwa suara yang berat adalah cara alami untuk menyeimbangkan sedikitnya jumlah sperma yang dihasilkan.(vivanews.com)

LIPI Kembangkan Pisang "Gemuk" dan Tahan Penyakit

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kini tengah mengembangkan pisang berkualitas unggul. Target pisang yang dihasilkan adalah panjang, berukuran besar alias gemuk, tahan penyakit, serta lezat.

Dr Ir Witjaksono MSc, Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, mengungkapkannya dalam diskusi "Penelitian untuk Ciptakan Pisang Berkualitas dan Tahan Penyakit" yang diadakan pada Selasa (19/6/2012) di Jakarta. 

Witjak menjelaskan, upaya mengembangkan pisang kualitas unggul dilakukan lewat persilangan pisang tetraploid (punya 4 set kromosom) dengan pisang diploid (wild type). Hasil persilangan akan memiliki sifat triploid (punya 3 set kromosom).

Sejauh ini, LIPI telah melakukan penyilangan beberapa jenis pisang tetraploid hasil induksi dengan pisang jenis Musa acuminata malaccensis. Jenis Musa acuminata malaccensis diketahui tahan terhadap penyakit layu fusarium yang disebabkan jamur fusarium.

Dalam persilangan, indukan jantan yang digunakan adalah pisang madu (Musa acuminata), pisang mas soponyono yang berasal dari Yogyakarta dan pisang mas kluthuk. Sementara induk betinanya ialah jenis Musa acuminata malaccensis. kompas.com

"Tapi hasilnya, pisangnya ukurannya kecil, karena membawa sifat induknya. Pisang mas, pisang madu lalu malaccensis itu ukurannya kecil. Ini kurang potensial secara ekonomis kalau mau dijual," papar Witjak.

Witjak menerangkan bahwa satu tandan pisang mas maksimal hanya seberat 10 kg, sementara satu tandan pisang ambon bisa seberat 25 kg. Sebagai sumber pangan, pisang mas tidak ekonomis karena konsumen harus membeli lebih.

Untuk memberi solusi, LIPI kini berupaya mencari indukan lain yang berukuran besar. Pisang ambon sudah terlalu banyak dikonsumsi sehingga tidak dipilih. Akhirnya, LIPI fokus pada Musa acuminata sumatrana, jenis pisang asal Sumatera yang berukuran besar tapi tak tahan penyakit.

Pisang sebagai sumber pangan pokok

Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati pisang. Jenis pisang yang dikenal saat ini serta telah dikonsumsi saja ada 20 spesies. Sementara itu, masih ada ratusan yang sampai kini belum dimanfaatkan.

Witjak mengungkapkan, pisang bisa dimanfaatkan sebagai sumber makan an pokok. Afrika, misalnya, mampu mengolah pisang menjadi tepung pisang. Di Indonesia, pemanfaatan tepung pisang masih minim, hanya sebagai campuran kue.

Dengan pengembangan varietas pisang, Indonesia bisa menambah daftar sumber pangan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi di dalam negeri. Bahan olahan dari pisang juga bisa diekspor untuk menghasilkan pemasukan.

Pengembangan varietas pisang juga penting untuk kemandirian. Wakil Kepala LIPI Dr Endang Sukara menambahkan, "Jangan sampai pisang yang buah tropis saja kita impor. Sekarang ini kita banyak mengimpor pisang Cavendish, karena tampilannya yang bagus."

Pada pertemuan Selasa kemarin, James Dale dari Queendsland University of Technology yang sudah mempelajari pisang selama 30 tahun menjajaki kemungkinan kerja sama dengan ilmuwan Indonesia untuk mengembangkan varietas pisang berkualitas.

Dale sebelumnya telah menemukan gen dalam jenis pisang Musa acuminata malaccensis yang membuat tanaman tersebut tahan pada penyakit layu fusarium. Dale telah mencoba menyisipkan gen tersebut pada jenis pisang Cavendish dan berhasil.

Witjaksono mengungkapkan, "Gen yang ditemukan bisa digunakan sebagai penanda. Jika kita teliti suatu tanaman yang mengandung gen tersebut, pasti dia resisten dengan fusarium. Ini dinamakanMolecular Marker Assisted Breeding, pemuliaan tanaman yang dibantu penandaan."

Pertanian pisang saat ini menghadapi beberapa kendala. Serangan fusarium membuat daun layu dan mati. Selain itu, terdapat pula penyakit bunchy top yang membuat tanaman pisang kepok tidak menghasilkan buah.

Ingin Selalu Terlihat Cerdas? Tatap Wajah Cantik

Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk mengingkatkan kecerdasan, mulai dari mengkonsumsi makanan, multivitamin, hingga sering melakukan latihan berkesinambungan.

Namun tanpa disadari , sebuah penelitian mengungkapkan melihat wajah cantik juga dapat meningkatkan kesigapan seseorang dalam melakukan tugas keprofesian. Benarkan?

Dilansir Times of India, penelitian yang dipimpin Jonathan Haidt ini meminta responden perempuan dan pria menatap foto anak kucing dan anjing. Kelompok lainnya diperlihatkan gambar kucing dan anjing dewasa. Mereka lantas diminta melakukan permainan operasi.

Peneliti menemukan, responden yang sebelumnya diperlihatkan foto-foto itu ternyata mendapatkan nilai lebih tinggi daripada peserta yang melihat foto kucing dan anjing dewasa.

Haidt mengemukakan keimutan foto-foto hewan memang berpengaruh pada ketangkasan gerak motorik peserta. Sebab, jelasnya, melihat sesuatu yang membuat gemas memicu kelembutan, mendorong rasa peduli, dan meningkatkan kemampuan ekspresi kepeduliannya itu.

Dan pada akhirnya, penelitian itu menyimpulkan bahwa sifat imut tersebut punya dampak positif besar pada emosi positif seperti kehangatan, empati, dan kasih sayang. inilah.com

Shisa 70 Kali Lebih Berbahaya daripada Rokok?

Headline
Menghisap shisa ternyata lebih berbahaya dari pada rokok. Satu kali hisapan shisha, mengandung zat berbahaya yang sama dengan 70 kali menghisap rokok biasa.
Dilansir Dailymail, penelitian yang dilakukan kolaborasi Departemen Kesehatan dan Pusat Kontrol Tembakau di Inggris menemukan fakta yang menyebutkan mengisap Shisha lebih berbahaya dengan mengisap rokok tembakau.
Ini disebabkan karena durasi dan jumlah tembakau yang ada pada satu tabung shisha lebih banyak dibanding dengan durasi dan jumlah tembakau yang ada pada rokok biasa.
Jumlah asap yang dihirup oleh si perokok shisha pun jelas lebih banyak dibanding rokok biasa, sebab bentuk pipa shisha yang besar.
Besarnya bahkan mencapai 0,15-1 liter asap sekali hisapan. Sedangkan rokok biasa tidak sebesar itu.
Kandungan tar, nikotin dan karbon monoksida yang dihasilkan shisha pun amat berlimpah.
Profesor Robert West, direktur studi tembakau di University College London menjelaskan berkembangnya kekhawatiran pada shisha karena orang tidak sadar akan risikonya yang sama dengan merokok tembakau.
Menurutnya, jika seseorang duduk dan menghisap shisha satu jam, maka bahayanya sama seperti orang yang menghabiskan 100 batang rokok.
Risiko penularan penyakit paru seperti TBC dan hepatitis juga lebih besar terjadi, sebab pemakaian satu tabung shisha yang bersama-sama membuat kuman dan bakteri mudah berpindah.
Sebabkan sakit kepala dan kanker
Tak hanya penyakit paru dan hepatitis, setiap perokok shisha akan mengalami sakit kepala setelah menikmati shisha. Karbon monoksida dari hisapan shisha dapat menyebabkan sakit kepala dan mual.
Selain itu, kadar karbon monoksida yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan otak yang memicu rasa sakit di kepala dan hilangnya kesadaran.
Sementara, shisha dihisap melalui pipa logam. Ketika Anda menghisap melalui pipa logam, maka Anda menghirup logam berat, seperti karbon monoksida, tar, besi dan logam beracun lainnya yang memberikan efek buruk bagi tubuh. Salah satunya memicu kanker.
Bahan kimia ini dapat menjadi karsinogenik (penyebab kanker) bagi tubuh. Merokok shisha tidak sehat karena meningkatkan kemungkinan menderita kanker terutama kanker mulut, tenggorokan, paru-paru atau bibir.
Menghisap shisha merupakan kebiasaan yang berasal dari Timur Tengah yang sudah menjadi tren di beberapa kafe. Menghisap shisha memerlukan pipa khusus, sehingga hal ini membedakanya dengan merokok biasa. inilah.com

Proses Bayi Tabung Tingkatkan Kanker Payudara?


HeadlinePenelitian di Australia baru-baru ini menemukan bahwa wanita yang pernah atau sedang melakukan proses fertilisasi in vitro (IVF) cenderung memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara ketimbang yang tidak.
Namun demikian, seperti yang dilansir dariReuters, penelitian memang tidak spesifik menemukan apakah risiko kanker merupakan kontribusi langsung dari IVF atau ada hal lainnya yang kebetulan ditemukan pada wanita yang melakukan IVF dan terkena kanker payudar
Penelitian yang melibatkan 21.000 wanita ini sudah dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility.
"Saya tidak berpikir meningkatnya risiko itu lalu harus membuat Anda khawatir atau panik," kata Louise Stewart, penulis utama penelitian dan seorang peneliti di University of Western Australia di Crawley.
Untuk penelitian ini, Stewart dan rekan-rekannya mengumpulkan informasi dari 21.025 perempuan berusia 20-40 yang melakukan perawatan kesuburan di rumah sakit Australia Barat antara 1983-2002.
Hasilnya, sekitar 1,7% dari 13.644 wanita yang menggunakan obat kesuburan namun tanpa proses IVF terkena kanker payudara pada akhir penelitian. Sebaliknya ada penambahan dua persen dari angka tersebut terhadap para wanita yang menjalani.
Wanita yang mulai menkonsumsi obat kesuburan sekitar usia mereka di 24 tahun dan menjalani IVF memiliki kesempatan 56% lebih besar terkena kanker payudara dibanding mereka yang hanya menkonsumsi obat kesuburan tanpa IVF.
Tapi risiko itu tidak ditemukan pada wanita yang baru melakukan pengobatan itu pada umur 40 tahun dan terlepas dari apakah mereka memiliki bayi tabung atau tidak.
Stewart mengatakan, banyak alasan yang mungkin mengapa risiko kanker payudara hanya menyerang wanita muda yang melakukan IVF, yaitu salah satunya adalah sirkulasi produksi estrogen yang berlebihan selama perawatan IVF.
"Perkembangan kanker payudara terkait dengan eksposur estrogen," kata Linda Giudice, presiden terpilih dari American Society of Reproductive Medicine.
Fertilisasi in vitro/In vitro fertilization (IVF)adalah proses pembuahan sel telur dengan sperma yang dilakukan di luar rahim. Bayi yang dilahirkan dengan proses ini disebut sebagai bayi tabung.
In vitro berarti‘in glass’ atau dalam gelas. In vitro berarti semua proses yang dilakukan diluar tubuh, yaitu dilakukan pada lingkungan artifisial atau buatan. Jadi IVF adalah proses fertilisasi yang dilakukan di laboratorium dan bukan di dalam tubuh wanita. inilah.com

Bunga Bakung Pengobat Depresi

Headline
Penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa bunga bakung memiliki khasiat mengobati depresi. Senyawa dalam bunga disebut bisa melancarkan peredaran darah ke otak.
Para ilmuwan menemukan bahwa senyawa dalam spesies bunga dari Afrika Selatansnowdrops dan bunga bakung dapat melewati sawar darah otak yang merupakan dinding pertahanan yang menjaga agar otak terisolasi. Seperti dilansir dari dailymail.co.uk.
Penghalang adalah masalah utama bagi dokter untuk merawat kondisi otak yang mengalami depresi karena mengandung protein yang mendorong obat keluar segera setelah mereka masuk.
Penelitian menunjukkan, sembilan dari 10 senyawa obat tidak bisa menembus otak, Tapi Profesor Birger Brodin, yang melakukan penelitian dari University of Copenhagen, mengatakan senyawa dari bunga-bungan itu mampu melewati penghalang.
Terobosan
Temuan ini diharapkan dapat digunakan untuk membantu memberikan obat ke otak. Brodin dalam Jurnal Farmasi dan Farmakologi menulis, "Hasil kami menjanjikan, dan beberapa senyawa kimia akan dipelajari lebih lanjut sebagai calon jangka panjang untuk pengembangan obat.”
"Jadi itu sangat menarik untuk menemukan senyawa yang berhasil 'menipu' garis pertahanan. Studi dari terapi alami adalah sumber inspirasi yang berharga, memberikan kita pengetahuan yang juga dapat digunakan dalam konteks lain.” tambahnya.
Namun dia memperingatkan penelitian ini adalah hanya tahap pertama, dan akan memperlukan waktu yang lama dan penelitian lebih lanjut apakah senyawa itu bisa dikembangkan menjadi obat yang bisa digunakan. inilah.com

Gula Buah Aman Untuk Penderita Diabetes

Gula Buah Aman Untuk Penderita DiabetesGula buah atau fruktosa merupakan jenis gula yang mudah larut dalam air. Banyak ditemukan dalam buah dan madu. Beberapa penelitian sempat menyebutkan kalau gula ini tidak aman dikonsumsi penderita diabetes. Namun penelitian baru menyebutkan fruktosa aman dikonsumsi.

Penelitian yang dilakukan di St. Michael's Hospital, menemukan bahwa penderita diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 dapat dikontrol gula darahnya meskipun mengkonsumsi fruktosa. Selain itu tekanan darah, kolesterol dan berat badan responden juga bisa dikendalikan.

Responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 209 orang, dikelompokkan berdasarkan usia remaja dan orang tua. Masing-masing responden diberikan fruktosa setiap hari selama 12 minggu. Gula buah yang diberikan berasal dari madu, buah dan sayuran.

"Fruktosa yang dikonsumsi tidak berlebihan atau dalam jumlah yang cukup, namun anggapan negatif pada fruktosa masih terjadi." ungkap Adrian Cozna, seorang asisten peneliti di St. Michael's Hospital.

Selain itu, penelitian dari Universitas of Maryland Medical Center, menghubungkan minum minuman manis dengan peningkatan resiko hipertensi. Hasilnya tidak ada hubungan antara fruktosa dengan kenaikan tekanan darah.

Namun peneliti menemukan responden yang banyak makan buah dinyatakan memiliki resiko hipertensi. "Mungkin Anda akan berfikir kalau fruktosa adalah penyebabnya dan memilih untuk banyak makan apel yang juga dapat meningkatkan resiko hipertensi." ujar Dr. Lisa Cohen Reuters, seorang peneliti. Detik.com

Para peneliti juga mencatat hasil studi dan menyarankan penderita kanker harus mengurangi asupan fruktosa. Karena sel-sel kanker dapat berkembang biak jika mengkonsumsi gula buah. Dalam penelitianMayo Clinic juga ditemukan, kebanyakan wanita di Amerika Serikat mendapatkan tambahan kalori dari gula tambahan kurang dari 100 kalori, sedangkan untuk pria sekitar 150 kalori perhari

Tiga Buah Pisang Kurangi Risiko Stroke


SEBUAH penelitian yang dilakukan ilmuwan Inggris dan Italia menemukan asupan pisang secara teratur berakibat baik untuk kesehatan jantung. Makan tiga buah pisang sehari efektif mengurangi risiko stroke. Menurut para ilmuwan, satu pisang untuk sarapan, satu pisang lagi untuk makan siang, dan satu buah untuk makan malam memberikan cukup kalium untuk mengurangi risiko penggumpalan darah di otak sebanyak 21 persen. Temuan itu juga menunjukkan stroke dapat dicegah dengan mengonsumi makanan lainnya yang kaya kalium seperti bayam, kacang-kacangan, ikan, lentil yang merupakan jenis kacang-kacangan.

Para ilmuwan menganalisis data dari sebuah penelitian yang berbeda dimulai dari pertengahan 1960-an dan mengumpulkan hasilnya. Mereka menemukan asupan harian sekitar 1.600 mg kalium, setengah dari yang dianjurkan 3.500 mg untuk orang dewasa, cukup untuk mengurangi risiko stroke.

Sebuah pisang rata-rata mengandung 500 mg kalium yang membantu menurunkan tekanan darah dan mengontrol keseimbangan cairan dalam tubuh. Kekurangan kalium dapat menyebabkan seseorang mengalami mudah marah, mual, denyut jantung tidak teratur, dan diare.

Peneliti dari University of Warwick dan University of Naples mengatakan, asupan kalium pada kebanyakan orang jauh melebihi jumlah yang disarankan setiap hari. Selain mengurangi risiko stroke, asupan kalium dapat mengurangi asupan garam mereka.

Pisang, juga dikenal sebagai makanan super untuk meningkatkan energi. Penelitian itu telah dipublikasikan dalam Journal of American College of Cardiology
http://www.metrotvnews.com

Minggu, 24 Juni 2012

Dampak Revolusi Digital pada Proses Belajar-Mengajar


Teknologi digital yang terus berkembang akan membawa perubahan-perubahan besar dalam pendidikan tinggi, termasuk tawaran pemberian mata kuliah lewat internet.


Bayangkan sebuah matakuliah di universitas yang diikuti oleh 160.000 mahasiswa yang duduk di depan komputer di seluruh dunia, semua belajar dari profesor yang sama. Ini bukan cerita fiksi ilmiah. Ini adalah matakuliah di Universitas Stanford, California yang diberikan oleh Sebastian Thrun.

Matakuliah “artificial intelligence” yang diberikan oleh Sebastian Thrun dan Peter Norvig dapat ditemukan di YouTube. Matakuliah ini gratis, dan para pendukungnya mengatakan hal itu menunjukkan bahwa cendekiawan ternama dapat mengajar beberapa mata pelajaran untuk siapapun, di manapun.

Menurut Profesor Rita McGrath dari Universitas Columbia di New York, selama ini banyak universitas yang lamban mengikuti perubahan.

"Model bisnis dasar pendidikan tinggi kita belum berubah sejak zaman Socrates. Model itu adalah dengan menampilkan seorang dosen berdiri di depan kelas. Versi terbaru dari model ini adalah dengan melibatkan mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan,” kata Profesor McGrath.

Profesor McGrath melacak industri yang mengalami perubahan cepat. Ia mengatakan teknologi digital telah meningkat dan akan memicu perubahan besar. Perubahan-perubahan itu termasuk bagaimana guru mengajar, menurut Profesor Spencer Benson dari Universitas Maryland.

Ia memaparkan, "Cara mengajar telah berubah, termasuk peran guru atau profesor yang tadinya menjadi penyampai isi matakuliah menjadi orang yang membantu mahasiswa mencari dan mengevaluasi dan pada akhirnya dapat menggunakan isi matakuliah itu."

Perubahan lain adalah bagaimana tingkat kemajuan mahasiswa diukur. Rob Hughes, pimpinan TopCoder, perusahaan yang memberikan ijazah bagi mahasiswa yang menempuh pelajaran melalui internet, berbicara melalui Skype.

"Tentu saja kode, pengembangan piranti lunak, matematika, algoritma, ilmu komputer; berbagai mata kuliah seperti itu sangat baik untuk sistem pengujian yang obyektif dan dilakukan secara otomatis," ujarnya.

Yang lebih sulit dinilai adalah kemajuan mahasiswa dalam bidang sastra, sejarah, dan bidang non-teknis lainnya. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan kelas online untuk menyajikan materi, tetapi masih menggunakan instruktur untuk menilai pemahaman mahasiswa.

Itulah yang telah dilakukan oleh Profesor George Siemens di Universitas Athabasca di Alberta, Kanada. Ia berbicara kepada VOA melalui Skype.

"Sekarang ini benar-benar merupakan waktu yang sangat menarik dalam bidang pendidikan, tetapi agak sedikit meresahkan karena ada pertanyaan besar tentang apakah universitas akan bertahan, dan jika ya, nantinya seperti apa?" paparnya.

Sementara para pimpinan lembaga pendidikan berpendapat kelak banyak mata kuliah akan diberikan secara online, sebagian mahasiswa di Universitas Maryland khawatir.

Cooper Gilbert, salah seorang mahasiswa, mengatakan, "Tampak akan sedikit asing dan lebih sulit belajar dengan cara demikian.”

Mahasiswa lainnya, Chuma Obinemen, mengatakan, "Belajar sampai larut malam bersama teman-teman di asrama rasanya penting untuk mendapat nilai baik dan memahami mata kuliah.”

Para mahasiswa itu menyukai gagasan bahwa kuliah online bisa lebih murah dari kuliah tradisional dan tersedia untuk orang di luar universitas. Sementara sebagian cendekiawan mengatakan universitas akan menolak perubahan, sebagian yang lain mengatakan dengan tegas bahwa kuliah online besar-besaran hanya merupakan bagian revolusi digital yang akan segera membawa perubahan-perubahan dramatis terhadap bagaimana kita mengumpulkan dan berbagi ilmu pengetahuan.



sumber : http://www.voaindonesia.com

Minum 4 Cangkir Teh Sehari Turunkan Resiko Diabetes

Minum 4 Cangkir Teh Sehari Turunkan Resiko DiabetesJakarta - Diabetes adalah salah satu penyakit keturunan yang sulit disembuhkan. Untuk mencegahnya mungkin beberapa orang telah melakukan diet untuk tetap menjaga pola makannya. Sebuah penelitian baru berhasil menemukan minuman yang dapat mencegah diabetes.

Sebuah studi yang dilakukan di Eropa menemukan bahwa orang yang minum teh sebanyak empat cangkir perhari memiliki resiko 20 persen lebih rendah untuk terkena penyakit diabetes tipe-2. Penelitian ini telah terbukti di negara Inggris yang rata-rata warganya sering minum teh.

Penelitian ini juga menemukan bahwa orang yang minum teh kurang dari empat cangkir ternyata tidak dapat menurunkan resiko terkena diabetes tipe-2.

Tim penelitian ini dipimpin oleh Criatian Herder dari Leibniz Center for Diabetes Research dari Heinrich Heine Universitas Duesseldorf, Jerman. Ia juga mengatakan bahwa, hasil analisis sebelumnya menunjukkan bahwa konsumsi teh dihubungkan dengan kejadian penurunan resiko diabetes tipe-2.

Penelitian ini telah melibatkan banyak orang karena dilakukan di 26 wilayah didelapan negara Eropa. Tediri dari 12.403 responden dengan kasus diabetes tipe-2 dan ditambah ribuan responden lainnya yang tanpa penyakit.

Obesitas adalah faktor utama terjadinya penyakit diabetes, namun faktor makanan juga sangat berperan. Teh dapat menyerap glukosa dengan melindungi beta-sel dari kerusakan radikal bebas. Kandungan polifenol dalam teh sangat menguntungkan untuk tubuh.

"Minum sedikitnya empat cangkir teh per hari dan akan menurunkan resiko 20 persen terkena diabetes, dibandingkan dengan mereka yang hanya minum satu atau tiga cangkir teh perhari." ungkap Herder.

Laporan kejadian penyakit diabetes cepat meningkat. Dengan mengubah gaya hidup dipercaya juga dapat mengurangi resiko diabetes. Minum teh bisa dijadikan sebagai bagian gaya hidup baru yang menyehatkan.


Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
detik,com

Dikembangkan, udang tahan virus dan cepat tumbuh











Jakarta (ANTARA News) - Upaya pencarian bibit udang windu nan handal terus dilakukan oleh para peneliti Indonesia, dan besar harapan dalam waktu yang relatif tak lama lagi udang windu Indonesia akan tahan virus dan lebih cepat tumbuh.

Saat ini para peneliti yang tergabung di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP) Maros, Sulawesi Selatan, sedang mengembangkan bibit udang windu yang telah direkayasa segara genetik agar tahan terhadap penyakit serta cepat tumbuh.

"Kalau hasil penelitian ini sukses, dalam 3-4 tahun ke depan kita sudah bisa menghasilkan bibit udang windu yang tahan penyakit sekaligus cepat tumbuh," kata Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP), Dr. Rachmansyah di Maros, Sulawesi Selatan, Minggu.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa bibit udang windu yang dikembangkan di BPPBAP Maros telah sampai ditahap pembesaran benih.

"Kami telah menemukan gen yang menentukan daya tahan udang terhadap virus bintik putih/white spot syndrome virus (WSSV) dan gen yang membuat pertumbuhan lebih cepat," kata Andi Parenrengi, salah seorang peneliti yang terlibat dalam penelitian itu.

Lebih lanjut Andi menjelaskan bahwa rekayasa genetik ini memungkinkan pencarian bibit udang windu yang tahan terhadap WSSV, dengan mengambil gen yang berperan sentral lalu diimplan kepada bibit udang.

Pada beberapa tahun terakhir, industri udang windu Indonesia sangat terpukul oleh serangan WSSV sehingga banyak petambak beralih membudidaya komoditas lain.
(E012)

http://www.antaranews.com
Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Sabtu, 23 Juni 2012

Istirahat Total dapat Sembuhkan Gegar Otak


Beristirahat selama sepekan dari semua kegiatan fisik dan mental -- termasuk menonton televisi, menelepon dan bertemu teman -- dapat membuat kinerja mental menjadi lebih baik dan meredakan gejala pada penderita gegar otak, demikian hasil sebuah penelitian.

Menurut sebuah laporan Journal of Pediatrics, beristirahat selama sepekan penuh masih memiliki manfaat bahkan berbulan-bulan setelah orang mengalami cedera.

"Hal itu sangat penting karena kita sering mendapati pasien dengan gejala pasca-gegar otak berbula-bulan setelah mengalami cedera," kata Direktur Pusat Gegar Otak Olahraga dari New Jersey Rosemarie Moser, yang juga penulis utama dalam penelitian itu.

Gejala pasca-gegar otak meliputi sakit kepala, gangguan mental, kelelahan, sulit konsentrasi dan sulit tidur.

Biasanya, istirahat merupakan jenis perawatan yang utama tapi bukan yang sistematis dan komprehensif, kata Moser. Beristirahat dapat dilakukan secara beragam sesuai dengan bagaimana para praktisi mendefinisikannya. Penelitian tersebut bertujuan untuk menguji hasil dari beristirahat secara intensif.

Kelompok peneliti itu melakukan uji coba dengan meminta 49 pasien, yang berusia setara sekolah menengah tingkat atas (SMA) dan perguruan tinggi, untuk beristirahat selama sepekan penuh. Aturan yang ditetapkan kepada mereka ketat, yaitu mereka tidak boleh pergi sekolah atau bekerja, menelepon, berolahraga, menonton televisi, bersosialisasi maupun bekerja di depan komputer.

Sebanyak 14 pasien memulai terapi itu dalam sepekan selama mereka mengalami cedera, sementara 22 orang lainnya memulainya dalam sebulan. Sisanya memulai istirahat sepekan itu antara satu dan tujuh bulan setelah gegar otak.

Pada awal penelitian, semua pasien mengalami gejala yang berhubungan dengan gegar otak, seperti sakit kepala dan sulit berkonsentrasi. Namun semuanya mengalami perbaikan setelah mereka beristirahat selama sepekan.

Para atlet yang mulai melakukan cara pengobatan itu mengalami penurunan gejala pasca-gegar otak dari angka 22, pada skala poin 132, ke angka tujuh, Mereka yang beristirahat lebih dari sebulan mengalami penurunan gejala dari 28 ke delapan.

"Semua gejala itu membaik secara dramatis. Secara kualitatif, anda merasa lebih baik," kata Moser.

Moser dan rekan-rekannya juga melakukan tes mental terhadap para partisipan -- yaitu pengukuran memori, kecepatan pemrosesan, dan waktu reaksi -- pada saat sebelum dan sesudah mereka beristirahat. Para peneliti itu menemukan bahwa para pasien tersebut menjadi lebih baik saat melakukan tes mental sesudah beristirahat.

Para peneliti itu tidak membandingkan perbaikan kinerja para partisipan dengan penderita gegar otak lain yang tidak beristirahat dalam waktu khusus, atau dengan mereka yang beristirahat tapi kurang dari anjuran seharusnya.

"Penelitian tersebut menghasilkan sejumlah bukti untuk mendukung suatu rekomendasi yang sudah ada," kata Willem Meeuwisse, seorang profesor di Universotas Calgary.

Profesor Willem Meeuwisse juga seorang dokter spesialis di bidang cedera olahraga dan tida terlibat dalam penelitian itu.

Namun dia mengatakan bahwa penelitian itu masih belum jelas apakah istirahat yang diperlukan tersebut menjadi seintensif seperti manfaatnya.  (Ant/ICH)
http://www.metrotvnews.com

Buah Persik Bisa Cegah Diabetes dan Penyakit Jantung


Buah Persik Bisa Cegah Diabetes dan Penyakit JantungJakarta - Persik atau peach memiliki daging buah berwarna kuning. Aromanya harum dan memiliki satu biji. Kalau di Jepang buah ini disebut dengan buah momo. Buah yang bernama latin Prunus persica ini punya berkhasiat mencegah beragam penyakit.

Buah persik dipercaya dapat mencegah obesitas, yang dapat mengakibatkan penyakit jantung dan diabetes. Buah yang pertama tumbuh didataran Cina ini sudah dikonsumsi sejak 3000 tahun lalu. Kini sudah banyak dibudidayakan, terutama didataran tinggi berhawa sejuk.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh California Plum Board danCalifornia Grape and Tree League, senyawa fenolik dalam buah persik bersifat anti-obesitas. Juga mengandung anti-inflamasi dan anti-diabetes serta dapat mengurangi jumlah LDL (lemak jahat) yang bisa menyebabkan penyakit jantung.

Temuan ini nantinya akan dipresentasikan pada American Chemical Society di Philadelphia, Agustus mendatang. Senyawa bioaktif dalam buah persik dapat bekerja dengan baik dalam tubuh terutama untuk mencegah terkena penyakit.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa empat kelompok fenolik utama dalam persik adalahanthocyaninsclorogenic acids, quercetin derivatives dan catechins. Senyawa tersebut akan bekerja dalam sel lemak dan pembuluh darah,” jelas Luis Cisneros-Zevallos, penulis penelitian.

Berdasarkan hasil tes laboratorium buah ini dapat membasmi sel-sel kanker payudara. Dalam pengujiannya melibatkan beberapa penderita kanker payudara dan diberikan ekstrak peach dan plum. Sel-sel kanker responden dapat berkurang dan kembali normal.

Tidak hanya tinggi senyawa fenol, buah persik juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain persik buah lainnya yang tinggi fenol adalah ceri, anggur dan plum. Sedangkan sayuran ada artichoke dan kentang. 
Sumber: Detik.com

Menurut Penelitian Terbaru Inggris dan AS : Alkohol Lemahkan Sistem




Kekebalan Tubuh. SEBUAH studi terbaru di Inggris dan Amerika Serikat menemukan bahwa mengonsumsi alkohol berdampak langsung pada setiap orang untuk melakukan "unsafe sex" atau "hubungan seks yang tidak sehat dan tidak aman".
Alkohol mempengaruhi setiap orang dalam mengambil keputusan, begitu pula dalam urusan melakukan hubungan intim. Dengan terpengaruh oleh alkohol, orang mungkin tak akan berfikir untuk menjaga keamanannya dari terjangkit HIV-AIDS.

Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa tubuh yang dikandungi oleh alkohol membuat sistem kekebalan tubuh menurun terhadap segala macam virus penyakit.

Semakin banyak alkohol dikonsumsi, maka akan semakin besar pula peluang untuk tak terlindungi dari berbagai virus termasuk HIV.

Penelitian ini diterbitkan dalam edisi Januari dari jurnal Addiction, dan hasil dari 12 percobaan yang diuji menyatakan adanya hubungan sebab akibat secara sistematis antara konsumsi alkohol dengan hubungan seks yang tidak sehat dan aman.

Setelah penyatuan hasil percobaan tersebut, para peneliti menemukan bahwa konsumsi alkohol akan mempengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan. Dampak ini meningkat dengan semakin banyaknya jumlah alkohol yang dikonsumsi.

Tim peneliti bereksperimen terhadap dua kelompok lelaki. Kelompok lelaki pertama dipengaruhi alkohol dan semakin banyak alcohol dikonsumsi, maka semakin tinggi kesediaan mereka untuk melakukan unsafe sex.

Di kelompok pertama, ada peningkatan tingkat alkohol dalam darah yakni 0,1 mg/mL, dan menghasilkan peningkatan sebesar 5,0% (95% CI: 2,8% -- 7,1%). Dengan begitu, kelompok itu terlibat dalam unsafe sex, salah satu contohnya yaitu adalah hubungan intim tanpa alat pelindung.

Minum alkohol memiliki efek kausal pada kemungkinan untuk terlibat dalam seks tak aman. Dengan demikian, mengonsumsi alkohol harus dimasukkan sebagai faktor utama dalam upaya pencegahan HIV, demikian komentar Dr J Rehm, pemimpin penelitian ini. (ic/bh)
http://www.analisadaily.com

Jumat, 22 Juni 2012

Sepeda Motor Berbahan Bakar Air ‘SiPede’


Oleh: Bambang Riyanto. Kerja keras, doa dan keyakinan selalu dipercaya berbanding lurus dengan pencapaian maksimal. Kegagalan dan anggapan orang lain akan selalu diabaikan bila suatu pekerjaan diyakini membuahkan keberhasilan.
Begitulah yang dilakukan oleh Tulus Ikhsan Nasution penemu alat sistem penghasil hidrogen elektronik yang diberikannya nama SiPede. Berkat alat tersebut sebuah sepeda motor dapat melaju hanya dengan menggunakan campuran air dan biotenol. Tanpa bensin, hemat dan ramah lingkungan.

"Penelitian ini saya mulai di tahun 2007 sewaktu masih mengajar di Malaysia untuk Universiti Malaysia Perlis. Sesudah mengajar, saya banyak menghabiskan waktu di dalam lab tempat saya meneliti SiPede. Hampir setiap hari, karenanya banyak yang bilang saya ini gila. Gila penelitian," ujar Tulus sembari meluncurkan senyum kebanggaan.

Wajar bila saat ini ia merasa bangga atas pencapaiannya. Buah kerja kerasnya kini mulai dilirik masyarakat dan berpeluang menggantikan bensin sebagai bahan bakar utama kendaraan yang banyak digunakan, di tengah kelangkaan dan potensi melambungnya harga bensin. Tulus yang dianggap ‘gila’ membawa harapan baru. Harapan untuk beralih ke bahan bakar air dan campuran bioetanol.

"Awal mula penelitian ini dimulai adalah ketika saya sebagai seorang yang berpengetahuan dan berpendidikan tinggi merasa memiliki tanggung jawab untuk memecahkan krisis pemanasan global dan krisis hemat energi yang sedang melanda dunia. Saya merasa tertantang untuk mengatasai persoalan tersebut," ujar bapak tiga anak ini.

Produksi Massal

Suami dari Dr Irwana Nainggolan itu pun sedang mempersiapkan produksi massal agar masyarakat juga turut menikmati hasil ciptaannya itu. Ia pun berharap pemerintah mau ikut campur tangan dalam proses produksi dan pemasaran.

"Saat ini sedang proses pengurusan hak kekayaan intelektual agar alat tersebut dapat dipatenkan. Dalam proses pengembangannya saya dibantu dengan tujuh orang mahasiswa, selain itu peran Dekan FMIPA Dr Sutarman MSc Phd pun juga turut berjasa dalam mendukung pengembangan yang kami lakukan di FMIPA USU ini," kata pria kelahiran P. Brandan 38 tahun silam.

Atas pencapaiannya yang luar biasa itu, Tulus ternyata belum puas, kini ia sedang mempersiapkan dua penelitian lainnya yang hampir rampung. Sistem elektronik pengelola air satu langkah yang dilengkapi dengan bio sensor dan pembuatan alat sensor diabetes melalui pernafasan.

"Ketika saya memutuskan untuk memilih mengabdi dan berkarir di USU pada tahun 2008, beberapa rekan juga menganggap saya sudah gila, karena gaji saya di Malaysia jauh lebih tinggi dari di sini. Ditambah lagi dengan semakin pesimisnya orang atas keberhasilan penetian saya bila dibawa ke Indonesia," ujar Dosen Fisika FMIPA USU itu.

Semua orang tahu, bahwa dukungan Indonesia terhadap peneliti sangat minim, itu mengapa orang-orang ‘gila’ seperti Tulus memilih untuk berkarir di negeri orang. Tapi Tulus punya kepercayaan dan keyakinan lain, ia merasa bahwa keterbatasan tidak pernah jadi penghalang untuk meraih kesuksesan, karenanya ia berharap peneliti lainnya mau mengikuti jejaknya dengan terus berkarya dan meneliti untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak.

"Saya mulai penelitian ini dengan biaya sendiri, menghasilkan ratusan juta, tenaga dan pikiran. Bukan hanya orang yang menganggap saya gila, istri saya pun anggap saya gila. Tapi anggapan orang atas diri saya, tak pernah saya hiraukan. Saya buktikan dengan pencapaian," ujarnya mantap.

Mereka, yang menganggap orang-orang seperti Tulus Ikhsan Nasution adalah orang ‘gila’ harus mengingat bahwa dunia ini pernah diubah oleh ilmuwan ‘gila’ pantang menyerah yang mampu menghasilkan lampu, telepon, listrik sampai bom atom.

Orang-orang ‘gila’ itu, yang mau mendedikasikannya secara totalitas di dunia penelitian pernah dimiki oleh negara-negara Eropa, misalnya seperti Alexander Graham Bell, James Watt, Thomas Alfa Edison dan Albert Einstein. Kini, rasanya cukup pantas bila Tulus Ikhsan yang berasal dari Indonesia disejajarkan dengan orang-orang ‘gila’ seperti mereka itu. Dan tibalah saatnya kita mengucapkan terimakasih atas kegilaannya. http://www.analisadaily.com

Gila Kerja, Antara Stres dan Gangguan Lambung

Headline
Memiliki sifat pekerja keras atau yang dikenal denganWorkhaholic memang baik untuk mengukur produkstivitas kerja, namun tidak untuk kesehatan.

Pasalnya workhaholic selain dapat menimbulkan stres karena berpacu dengan deadline juga dapat menimbulkan penyakit kronik mulai dari gangguan pencernaan hingga jantung.

Berdasarkan riset, gangguan pencernaan yang dialami workaholic biasanya disebabkan karena tidak teraturnya pola makan. Tak hanya itu, rasa cemas yang berlebihan juga merupakan sumber utama penyebab sakit maag.
Rasa cemas yang diikuti stres dapat mempengaruhi sistem saraf pusat sehingga mengakibatkan gangguan motilitas (gerakan) lambung.
"Beban pekerjaan yang berlebih membuat pola hidup dan pola makan berubah. Dari sini muncullah rasa khawatir yang berlebihan sehingga bisa menyebabkan keluhan fisik,' kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr Ari Fahrial Syam, saat dihubungi INILAH.COM,Jumat (25/5).
Fahrial menjelaskan terjadi hubungan yang kuat antara otak manusia dengan lambung (Brain Gut Axix). Dimana, ketika otak bekerja dengan keras dan kurang tidur akan mengakibatkan beberapa gangguan pencernaan diantaranya diare, asam lambung meningkat hingga depresi.
"Tergantung daerah mana yang saat terjadinya stres rentan terkena penyakit," jelas Fahrial.
Namun, dari beberapa penelitian, sambung Fahrial akan terlihat dampak negatif dari orang yang workaholic dengan ganggunan lambung. Manurut praktisi kesehatan dari Universitas Indonesia itu, penyebab utama dari gangguan lambung adalah pola makan yang tidak teratur, penggunaan obat-obatan seperti obat pengurang rasa sakit, infeksi, cemas atau depresi hingga komplikasi dengan penyakit lain.
Stres yang kerap muncul akibat pekerjaan bisa memicu gangguan lambung, tepatnya pada usus dua belas jari. Gangguan lainnya bisa menyerang bagian usus besar yang apabila dibiarkan akan muncul peradangan atau infeksi.
Fahrial menambahkan, secara teknis rasa cemas akibat pekerjaan menyebabkan saraf simpatis bekerja lebih aktif menstimuli hormon cathecholamin. Alhasil hormon tersebut akan meningkat dan menyebabkan sekresi asam lambung melonjak pula.
"Rasa cemas mempengaruhi sistem saraf pusat melalui saraf vagus, mengakibatkan gangguan motilitas lambung,” ungkap Fahrial.

Cara pencegahaan

Jika stres sebagai penyebab gangguan lambung biasanya akan dilakukan beberapa prosedur diagnosis. Para dokter terlebih dahulu akan mencari tahu riwayat timbulnya penyakit pada si penderita. Tahap selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium.

Biasanya dokter juga akan melakukan pemeriksaan gastroduodenoskopi dan biopsi yang kemudian dilanjutkan dengan diagnosis banding dengan kasus gangguan lambung akibat sebab lainnya.
Fahrial menyarankan agar gangguan lambung dicegah dengan menjalani pola hidup yang lebih sehat.

”Memperbaiki pola hidup sebaiknya termasuk mengerjakan tugas dengan rileks dan tepat waktu.Dengan bekerja rileks maka akan jauh dari rasa cemas dan stres yang berpotensi menimbulkan penyakit. Tapi tugas itu juga dikerjakan dengan baik dan diikuti pikiran positif, yakni berharap mendapat hasil yang baik," ungkap Fahrial. [mor]
INILAH.COM,Jakarta - 

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis