website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !
Tampilkan postingan dengan label TEORI PENELITIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEORI PENELITIAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juni 2012

Pengertian Development Research



ADA sepucuk surat elektronik yang dikirim oleh seorang pembaca. Ia mengaku sebagai salah seorang mahasiswa pascasarjana. Dalam surat itu dituliskan “Apa perbedaan antara penelitian percobaan (experimental research) dan penelitian pengembangan (developmental research)? Baik. Mari ditelaah lebih jauh.

Tulisan ini diberi judul ‘Development Research’ walaupun dalam surat elektronik yang diterima digunakan istilah ‘developmental research’ sebagai padanan dari penelitian pengembangan.  Development research secara internasional mewadahi sejumlah penelitian dengan berbagai nama: Design studies; Design experiments; Design research; Development  research; Developmental research; Formative research; Formative inquiry; Formative experiments; Formative evaluation; Action research; dan Engineering research.

Beberapa jenis penelitian ini sudah cukup lama berada dalam kasanah literatur penelitian, misalnya action research dan formative evaulation. Beberapa yang lain  sungguh masih baru, misalnya design studies dan design experiment.  Di Indonesia, developmental research yang dipadankan dengan penelitian pengembangan dipahami sebagai sebuah telaah yang sistematis tentangmerencanakan, mengimplementasikan, mengembangkan, mengevaluasi suatu program, proses atau produk sehingga memenuhi syarat-syarat konsistensi internal serta efektivitasnya. Pada umumnya, hasil developmental research berupa deskripsi tentang pembuatan, pengembangan dan evaluasi dari suatu produk tertentu. Misalnya penelitian tentang pembuatan media pembelajaran, pembuatan tes psikologi, pembuatan alat ukur, dan sebagainya.  Ada juga penelitian yang diarahkan pada analisis dampak dari suatu produk.

Namun, dalam literatur penelitian yang standar, ‘developmental research’ dijelaskan sebagai penelitian yang bertujuan ‘to assess changes over an extended period of time’ - mempelajari perubahan tentang sesuatu yang berlangsung selama jangka waktu tertentu. Misalnya, penelitian diarahkan pada perubahan pilihan-pilihan ideal di antara kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah, menengah, dan tinggi.  Peneliti membagi responden dalam ketiga kelompok itu yang diamati pilihan-pilihan idealnya dalam jangka waktu tertentu. Selama jangka waktu tersebut apakah terjadi perubahan-perubahan pilihan atau tidak. Jika terjadi perubahan kemana arah perubahannya. 

Sebagai contoh yang sangat terkenal adalah penelitian Piaget tentang perkembangan intelektual manusia. Piaget mengamati perkembangan intelektual ketiga anaknya sejak dari balita hingga dewasa. Ia menemukan bahwa intelektual anak-anaknya itu berubah dengan tahap-tahap yang sama baik urutannya maupun periodenya yaitu: pra-operasional (usia 0-6/7 tahun), operasional konkrit (6/7-12/13 tahun) dan operasional abstrak (sesudah usia 13 tahun). Piaget mengunakan ketiga anaknya sebagai ‘siklus’ pengamatannya. 

Untuk membedakan dengan penelitian model seperti inilah istilah ’development research’ yang digunakan dalam tulisan ini. Development research merujuk pada penelitian yang dikenal di Indonesia sebagai penelitian pengembangan, baik terkait dengan suatu program, proses maupun produk. Motif utama dari kegiatan penelitian pengembangan adalah keprihatinan  dari hasil penelitian-penelitian ‘tradisional’ yang ‘hanya’ berupa deskripsi tentang sesuatu baik secara umum (penelitian percobaan, survai) maupun secara khusus (studi kasus). Sementara, masyarakat praktisi mendambakan suatu ‘resep’ yang mujarab untuk menyelesaiakan sesuatu yang mereka hadapi. 

Kalaupun hasil suatu penelitian percobaan dipandang dapat dipakai untuk menyelesaiakan suatu masalah, hasil tersebut tetap bukan  sebuah ‘resep’ yang tepat guna. Karena,  penelitian percobaan bersifat ‘artificial’, bersifat laboratoris. Memang, penelitian percobaan yang menggunakan ‘quasi-experimental design’ dapat menangkis pendapat ini. Tetapi, penelitian ini masih dibatasi dengan jumlah variable yang tertentu saja. Sehingga, terasa kurang alamiah.

Dalam dunia pendidikan, dewasa ini penelitian pengembangan tersebar dalam berbagai ranah. Ada yang mengembangkan kurikulum. Ada yang mengembangkan media pembelajaran. Ada yang mengembangkan metode pembelajaran. Ada yang mengembangkan system evaluasi. Ada juga yang lebih luas dari itu yaitu menyelenggarakan model pendidikan, RSBI, SBI, unggulan misalnya. 

Secara umum, penelitian pengembangan digunakan untuk ‘mengurangi’  ketidakpastian para pengambil keputusan untuk dalam memilih suatu program, proses atau produk tertentu. Dalam penelitian digunakan istilah ‘intervensi’. Dua jenis hasil penelitian pengembangan ini adalah: berupa pendapat (saran) dan berupa dukungan ilmiah terhadap intervensi yang ditetapkan. Orang umum mengatakan berupa kajian akademik. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, para praktisi merasa dikuatkan pada putusan yang dibuatnya.   Inilah sejumlah hal yang cukup esensial tentang penelitian pengembangan. Kiranya, pembaca yang mengirim surat elektronik ini dapat mengembangkannya untuk mencari perbedaan antara penelitian percobaan dan penelitian pengembangan. Semoga! (*)
pontianakpos.com

Minggu, 20 Mei 2012 , 06:48:00

Rabu, 06 Juni 2012

Penelitian Dasar di Indonesia Kurang Perhatian


SEMARANG, KOMPAS.com -- Penelitian dasar di Indonesia sangat kurang mendapat perhatian, karena terkait dengan ketersediaan dana dan payung hukum bagi keterlibatan swasta dalam kegiatan penelitian di perguruan tinggi. Oleh karena itu, harus ada perubahan cara pandang agar penelitian tidak semata-mata menjadi proyek kegiatan rutin untuk meningkatkan pendapatan peneliti.
"Memang kesalahan tidak hanya terletak pada peneliti, tapi pemerintah terlalu kaku dengan mekanisme pengelolaan dana yang tidak jarang berakibat penelitian hanya sebagai proyek rutin," kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam orasi ilmiah berjudul Peran Sumber Daya Manusia Berkualitas dalam Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, ketika menerima anugerah gelar doktor kehormatan (honoris causa) dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah, Selasa (5/6/2012).
Selain harus dibuka peluang untuk riset dasar dan berkelanjutan selama beberapa tahun, menurut Agung, ke depan, pemberian insentif diharapkan tidak lagi berbenturan dengan aturan keuangan yang kaku.
Melalui perencanaan yang matang, dalam waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang, Agung yakin Indonesia dapat memperpendek ketertinggalan di bidang inovasi, kesiapan teknologi, dan pendidikan. Maka dia menilai sudah saatnya dipertimbangkan gagasan penyatuan kementerian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi. Dengan penyatuan ketiga kementerian tersebut diharapkan terjadi sinergitas antara penelitian, inovasi, dan pendidikan tinggi.
Fakta menunjukkan sangat banyak periset-periset unggul Indonesia yang saat ini tersebar di berbagai negara. Sudah saatnya mereka diminta ikut membangun budaya riset dan memberi kontribusi pemikiran bagi masalah bangsa . "Memanfaatkan jejaring dan sarana yang ada, tidaklah terlalu sulit mengoptimalkan potensi mereka," ujar Agung.
Oleh karena itu, dia berharap perguruan tinggi selain berorientasi pada riset, para dosen juga diharapkan meningkatkan kualitas risetnya. Perhatian dan penghargaan yang memadai kepada periset haruslah diberikan. Pemerintah juga perlu memberi bantuan terkait dengan perlindungan hak atas kekayaan intelektual, sehingga berbagai jenis temuan terlindungi sehingga mendorong penemu untuk terus berkarya.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menegaskan, sebelum Agung menerima anugerah doktor kehormatan, sudah ada tim independen yang melakukan penilaian apakah Agung layak diberi anugerah tersebut. "Kami sangat yakin dengan kajian yang dilakukan kelompok promotor," kata Nuh.
Hal yang sama diungkapkan Rektor Unnes Sudijono Sastroatmodjo. Agung mendapat gelar doktor kehormatan terhadap Agung, karena perannya dalam pembangunan sumber daya manusia. "Beliau seorang yang berlatar belakang pendidikan dokter, tapi kegiatan dan sumbangan beliau bagi pembangunan bangsa ini menembus batas-batas formal bidang kedokteran. Beliau adalah aktivis sosial, pengusaha, dan aktivis politik," tutur Sudijono.



Kumpulan artikel penelitian ilmiah terbaru dan akurat: 
"sains, kesehatan, kualitatif, kuantitatif plus penelitian tindakan kelas(ktk)," 
Key word : 2012, penelitian, penelitian terbaru, penelitian terbaru 2012, penelitian 2012, abstrak, abstrak penelitian, alamiah, sains, kesehatan, sehat, penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, penelitian sains, sains, penelitian tindakan kelas, ktk, kualitatif, kuantitatif, khasiat, manfaat, kandungan, khasiat avokad, buah avokad, avokad, buah, antioksidan, menemukan, meningkatkan, buahan, merusak, peneliti, ahli, kumpulan, artikel, contoh, bahaya

KLIK LINK UNTUK MEMBUKA

Minggu, 03 Juni 2012

Jenis-Jenis Penelitian Ilmiah


Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, antara lain berdasarkan: (1) Tujuan; (2) Pendekatan; (3) Tempat; (4) Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh; (5) Bidang ilmu yang diteliti; (6) Taraf Penelitian; (7) Teknik yang digunakan; (8) Keilmiahan; (9) Spesialisasi bidang (ilmu) garapan. Berikut ini masing-masing pembagiannya.

Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh:

1. Basic Research (Penelitian Dasar), Mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;
2. Applied Reseach (Penelitian Terapan), Mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.

Berdasarkan Bidang yang diteliti:

1. Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi, pendidikan, hukum, dsb.
2. Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.

Berdasarkan Tempat Penelitian :

1. Field Research (Penelitian Lapangan), langsung di lapangan;
2. Library Research (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya;
3. Laboratory Research (Penelitian Laboratorium), dilaksanakan pada tempat tertentu / lab, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;

Berdasarkan Teknik yang digunakan :

1. Survey Research (Penelitian Survei), tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.
2. Experimen Research (Penelitian Percobaan), dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.

Berdasarkan Keilmiahan :

1. Penelitian Ilmiah

Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu:

1. Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti:
2. Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain;

Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah:

1. Purposiveness, fokus tujuan yang jelas;
2. Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik;
3. Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas
4. Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis;
5. Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional;
6. Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna;
7. Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat;
8. Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.

2. Penelitian non ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah)

* Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen, Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara, Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan), dll.
* Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen.

Penelitian secara umum :

o Penelitian Survei:

* Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;
* Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb.
* Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa;
* Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel;
* Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;
* Penelitian ini dapat berupa :

1. Penelitian Exploratif (Penjajagan). Terbuka, mencari-cari, pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas. Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya : Apakah yang paling mencemaskan anda dalam hal infrastruktur di daerah Kalbar dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda, bagaimana cara perawatan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik.
2. Penelitian Deskriptif. Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis.
3. Penelitian Evaluasi. Mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya. Evaluasi di sini mencakup formatif (melihat dan meneliti pelaksanaan program), Sumatif (dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan).
4. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan). Menggunakan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis.
5. Penelitian Prediksi. Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu;
6. Penelitian Pengembangan Sosial. Dikembangkan berdasarkan survei yang dilakukan secara berkala: Misal: Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kalbar, 1998-2003;

o Grounded Research

Mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan; bertujuan mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep, membuktikan teori, mengembangkan teori; pengumpulan dan analisis data dalam waktu yang bersamaan. Dalam riset ini data merupakan sumber teori, teori berdasarkan data. Ciri-cirinya : Data merupakan sumber teori dan sumber hipotesis, Teori menerangkan data setelah data diurai.


TUJUAN PENELITIAN :

Secara umum ada empat tujuan utama :

1. Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu
2. Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada
3. Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada
4. Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)



PERANAN PENELITIAN

1. Pemecahan Masalah, meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang kompleks dan kait-mengkait;
2. Memberikan jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang diajukan, meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan atau menggambarkan fenomena-fenomena dari masalah tersebut;
3. Mendapatkan pengetahuan / ilmu baru :

PERSYARATAN PENELITIAN :

1. Mengikuti konsep ilmiah
2. Sistematis/Pola tertentu
3. Terencana

Penelitian dikatakan baik bila :

1. Purposiveness, Tujuan yang jelas;
2. Exactitude, Dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti;
3. Testability, Dapat diuji atau dikaji;
4. Replicability, Dapat diulang oleh peneliti lain;
5. Precision and Confidence, Memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel;
6. Objectivity, Bersifat objektif;
7. Generalization, Berlaku umum;
8. Parismony, Hemat, tidak berlebihan;
9. Consistency, data/ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata/ungkapan yang memiliki arti sama;
10. Coherency, Terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian lainnya.

PROSEDUR / LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN :

Garis besar :

1. Pembuatan rancangan;
2. Pelaksanaan penelitian;
3. Pembuatan laporan penelitian

Bagan arus kegiatan penelitian

1. Memilih Masalah; memerlukan kepekaan
2. Studi Pendahuluan; studi eksploratoris, mencari informasi;
3. Merumuskan Masalah; jelas, dari mana harus mulai, ke mana harus pergi dan dengan apa
4. Merumuskan anggapan dasar; sebagai tempat berpijak, (hipotesis);
5. Memilih pendekatan; metode atau cara penelitian, jenis / tipe penelitian : sangat menentukan variabel apa, objeknya apa, subjeknya apa, sumber datanya di mana;
6. Menentukan variabel dan Sumber data; Apa yang akan diteliti? Data diperoleh dari mana?
7. Menentukan dan menyusun instrumen; apa jenis data, dari mana diperoleh? Observasi, interview, kuesioner?
8. Mengumpulkan data; dari mana, dengan cara apa?
9. Analisis data; memerlukan ketekunan dan pengertian terhadap data. Apa jenis data akan menentukan teknis analisisnya
10. Menarik kesimpulan; memerlukan kejujuran, apakah hipotesis terbukti?
11. Menyusun laporan; memerlukan penguasaan bahasa yang baik dan benar.

Minggu, 27 Mei 2012

Pengertian Penelitian kualitatif


Kumpulan Penelitian Ilmiah Terbaru
Kumpulan Artikel Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Terbaru dan Akurat

Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.
Penelitian kualitatif jauh lebih subyektif daripada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam.
Peserta diminta untuk menjawab pertanyaan umum, dan interviewer atau moderator group periset menjelajah dengan tanggapan mereka untuk mengidentifikasi dan menentukan persepsi, pendapat dan perasaan tentang gagasan atau topik yang dibahas dan untuk menentukan derajat kesepakatan yang ada dalam grup. Kualitas hasil temuan dari penelitian kualitatif secara langsung tergantung pada kemampuan, pengalaman dan kepekaan dari interviewer atau moderator group.
Jenis penelitian yang sering kurang dilakukan dari survei karena mahal dan sangat efektif dalam memperoleh informasi tentang kebutuhan komunikasi dan tanggapan dan pandangan tentang komunikasi tertentu. Dalam hal ini sering metode pilihan dalam kasus di mana pengukuran atau survei kuantitatif tidak diperlukan.

sumber : http://id.wikipedia.org

Pengertian Penelitian kuantitatif


SPONSORED BY
Komisi Gratis | Bisnis Online Tanpa Modal
KLIK GAMBAR ATAU DI SINI UNTUK BERGABUNG


Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematisteori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.
Penelitian kuantitatif banyak dipergunakan baik dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif.
Penelitian kuantitatif adalah definisi, pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka. Sebagai contoh: 240 orang, 79% dari populasi sampel, mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa depan mereka dari setahun yang lalu hingga hari ini. Menurut ketentuan ukuran sampel statistik yang berlaku, maka 79% dari penemuan dapat diproyeksikan ke seluruh populasi dari sampel yang telah dipilih. pengambilan data ini adalah disebut sebagai survei kuantitatif atau penelitian kuantitatif.
Ukuran sampel untuk survei oleh statistik dihitung dengan menggunakan rumusan untuk menentukan seberapa besar ukuran sampel yang diperlukan dari suatu populasi untuk mencapai hasil dengan tingkat akurasi yang dapat diterima. pada umumnya, para peneliti mencari ukuran sampel yang akan menghasilkan temuan dengan minimal 95% tingkat keyakinan (yang berarti bahwa jika Anda survei diulang 100 kali, 95 kali dari seratus, Anda akan mendapatkan respon yang sama) dan plus / minus 5 persentase poin margin dari kesalahan. Banyak survei sampel dirancang untuk menghasilkan margin yang lebih kecil dari kesalahan.
Beberapa survei dengan melalui pertanyaan tertulis dan tes, kriteria yang sesuai untuk memilih metode dan teknologi untuk mengumpulkan informasi dari berbagai macam responden survei, survei dan administrasi statistik analisis dan pelaporan semua layanan yang diberikan oleh pengantar komunikasi. Namun, oleh karena sifat teknisnya metode pilihan pada survei atau penelitian oleh karena sifat teknis, maka topik yang lain tidak tercakup dalam cakupan ini.

sumber : http://id.wikipedia.org/

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Penelitian Kuantitatif



Kumpulan Penelitian Ilmiah Terbaru
Kumpulan Artikel Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Terbaru dan Akurat

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Penelitian Kuantitatif (Penelitian Naturalistik)

Berikut ini, disajikan tabel perbedaan penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif.


Tabel Perbedaan Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif
Penelitian KualitatifPenelitian Kuantitatif
Desain tidak terinci, fleksibel, timbul "emergent" serta
berkembang sambil jalan antara lain mengenai tujuan, subjek,
sampel, dan sumber data.
Desain terinci dan mantap.
Desain sebenarnya baru diketahui dengan jelas setelah penelitian
selesai (retrospektif).
Desain direncanakan sebelumnya pada tahapan persiapan

(projektif)
Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, hipotesis lahir
sewaktu penelitian dilakukan; hipotesis berupa "hunches", petunjuk
yang bersifat sementara dan dapat berubah; hipotesis berupa
pertanyaan yang mengarahkan pengumpulan data.
Mengemukakan hipotesis sebelumnya, yang akan diuji

kebenarannya.
Hasil penelitian terbuka, tidak diketahui sebelumnya karena jumlah variabel penelitian tidak terbatasHipotesis menentukan hasil yang diharapkan; hasil telah diramalkan (apriori); hasil penelitian telah terkandung di dalam

hipotesis, jumlah variabel terbatas
Desain fleksibel, langkah-langkah tidak dapat dipastikan sebelumnya dan hasil penelitian tidak dapat diketahui atau diramalkan sebelumnyaDalam desain jelas langkah-langkah penelitian serta hasil yang

diharapkan
Analisis data dilakukan sejak mula penelitian dan dilakukan

bersamaan dengan pengumpulan data, walaupun analisis akan lebih

banyak pada tahap-tahap selanjutnya.
Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul pada tahap

akhir.

sumber : http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/

Sabtu, 26 Mei 2012

Metode Penelitian, Jenis-jenis penelitian, dan data penelitian




Metode Penelitian, Jenis-jenis penelitian, dan data penelitian– Apa itu metode penelitian? Apa saja jenis-jenis metode penelitian? dan data data metode penelitian.
Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu
Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada cirri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis.
  1. Rasional berarti kegiatan penelitian tersebut dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.
  2. Empiris berarti cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indra manusia, sehingga orang lainpun dapat mengamatinya.
  3. Sistematis berarti proses yang dilakukan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu bersifat logis

    Kriteria data empiris : 
    valid (tepat) menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti, Reliabelitas, objektifitas
    Tiga tujuan penelitian :
    1. penemuan, berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui
    2. pembuktian, berarti data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
    3. Pengembangan, berarti memperdalam dan memperluas pengetahuan yang ada.
    Fungsi (kegunaan hasil) penelitian :
    1. Memahami berarti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi fakta
    2. Memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah.
    3. Mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi
    Syarat-syarat latar belakang masalah :
    1. Argumentasikan urgensi penelitian, sehingga orang percaya bahwa hal itu perlu diteliti
    2. Bagaimana meyakinkan pada pembaca bahwa topic itu penting
    3. Kemukakan fakta-fakta awal yang kongkrit
    4. Kemukakan kesenjangan yang ada antara dassain (keadaan yang ada) dengan dassolen (keadaan yang diinginkan)
    5. Perlu segera ditangani atau perlu diteliti
    6. Kemukakan ide-ide awal
    Syarat-syarat rumusan masalah :
    1. Berisi pertanyaan yang akan dijawab melalui pengumpulan data, pengolahan dan analisis data
    2. Rumusan masalah sebaiknya terdiri dari 2 atau 3
    3. Harus mempunyai rujukan (tinjauan pustaka)
    Tinjauan pustaka (bagaimana seorang peneliti menempatkan teori sebagai satu bangunan ilmiah atau mereview pendapat-pendapat orang lain) terbagi atas dua:
    • Landasan teoritis : setiap teori mempunyai asumsi yang berkaitan dengan kondisi nyata dimasyarakat.
    • Landasan empiris : merekonstruksi hasil penelitian orang lain yang kemudian digunakan sebagai landasan dengan melengkapi banguna ilmiah yang telah ada sebelumnya.
    • Kerangka pikir merupaka ide (gagasan) yang bersumber dari peneliti itu sendiri dan melihat hubungan-hubungan setelah membaca referensi, kemudian memilih pendekatan-pendekatan apa yang digunakan
    Jenis-jenis penelitian
    Penelitian menurut tujuan:
    • Penelitian murni merupakan penelitian yang dilakukan atau diarahkan sekedar untuk memahami masalah organisasi secara mendalam dan hasil penelitian tersebut untuk pengembangan ilmu administrsi atau manajemen.
    • Penelitian terapan mereupakan penelitian yang diarahkan untuk mendapakan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
    Penelitian menurut metode:
    • Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetap[I data yang dipelajari adalah data dari sample yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variable. Contoh: penelitian untuk mengungkapkan kecenderungan masyarakat dalam memilih pemimpin nasional dan daerah, kualitas SDM masyarakat Indonesia.
    • Penelitian Ex post facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliyi peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui factor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut. Contoh: penelitian untuk mengungkapakn sebab-sebab terjadinya kebakaran gedung di suatu lembaga pemerintah, penelitian untuk mengungkapakan sebab-sebab terjadinya kerusuhan di suatu daerah.
    • Penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Tredapat empat bentuk metode eksperimen yaitu pre experimental, true experimental, factorial, dan quai experimental. Contoh: penelitian penerapan metode kerja baru terhadap produktifitas kerja, penelitian pengaruh mobil berpenumpang tiga terhadap kemacetan lalu lintas.
    • Penelitian naturalistic sering juga disebut metode kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah. Contoh: penelitian untuk mengungkapakn makna upacara ritual dari kelompok masyarakat tertentu, penelitian untuk menemukan factor-faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi.
    • Policy research (penelitian kebijaksanaan) adalah suatu proses penelitian yang dilakukaan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah social yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah. Contoh: penelitian untuk membuat undang-undang atau peraturan tertentu, penelitian untuk pengembangan struktur organisasi.
    • Action research aadalah penelitian yang bertujuan untu mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat. Contoh: penelitian untuk memperbaiki prosedur dan metode kerja dalam pelayanan masyarakat, penelitian mencari metode mengajar yang baik.
    • Penelitian evaluasi adalah penelitian yang berfungsi untuk menjelaska fenomena suatu kejadian, kegiatan dan product. Contoh: penelitian proses pelaksanaan suatu peraturan atau kebijakan, penelitian keluarga berencana.
    • Penelitian sejarah adalah penelitian yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu.
    • Contih: penelitian untuk mengetahui kapan berdirinya kota tertentu yang dapat digunakan untuk menentukan hari ulang tahun, penelitian untuk mengetahui perkembangan peradaban kelompok masyarakat tertentu.
    Penelitian menurut tingkat explanasinya
    • Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable mandiri, baik satu variable atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang lain. Contoh: penelitian yang berusaha menjawab bagaimanakah profil presiden Indonesia, bagaimanakah etos kerja dan prestasi kerja para karyawan di departemen x.
    • Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan.  Contoh: adakah perbedaan profil presiden Indonesia dari waktu ke waktu, adakah perbedaan kemampuan kerja antara lulusan SMK dengan SMU.
    • Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variable atau lebih.
      Contoh: adakah hubungan antara datangnya kupu-kupu dengan tamu, adakah pengaruh insentif terhadap prestasi kerja pegawai.
    Penelitian menurut jenis data dan analisis
    • Penelitian kualitatif adalah peneltian yang menggunakan data kualitatif (data yang berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar)
      Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan
      Penelitian kualitatif dan kuantitatif
    Macam-macam data penelitian
    • Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat sketsa dan gambar.
    • Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan.
    • Data diskrit (data nominal) adalah data yang hanya dapat digolong-golongkan secara trepisah, secara diskrit atau kategori.
    • Data kontinum adalah data yang bervariasi menurut tingkatan dan diperoleh dari hasil pengukuran.
    • Ordinal adalah data yang berbentuk rangking atau peringkat.
    • Interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidam mempunyai nilai 0 (nol) mutlak.
    • Rasio adalah data yang jaraknya sama.
    • Variable adalah atribut seseorang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain.
    Macam-macam istilah dalam penelitian
    Variable independent adalah variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variable terikat (dependen).
    Variabel dependen adalah variable yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variable bebas.
    Variable moderator adalah variable yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variable dependen dan variable independent.
    Variable intervening adalah variable yang secara teoritis mempengaruhi hub. Antara variable dependen dan variable independent menjadi hub. Yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.
    Variable control adalak variable yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variable independent terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti.
    Paradigma penelitian adalah pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variable yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab dalam penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistic yang akan digunakan.
    Bentuk-bentuk paradigma atau model penelitian kuantitatif : 
    Paradigma sederhana adalah paradigma penelitian yang terdiri dari satu variabel independent dan satu variable dependen
    Teknik sampling adalah teknik pengambilan sample untuk menentukan sample yang akan digunakan dalam penelitian
    Teknik sampling terdiri dari :
    • Probability sampling adalah teknik pengambilan sample dengan memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sample, yang terdiri dari :
    • Simple random sampling adalah pengambilan sample dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi tersebut.
    • Proportionate stratified random sampling adalah pengambilan sample dari populasi yang dilakukan secara acak dengan memperhatikan strata secara proporsi dalam populasi tersebut.
    • Disproporsi stratified random sampling adalah pengambilan sample dari populasi yang dilakukan secara acak apabila dalam populasi berstrata tersebut kurang proporsional.
    • Cluster sampling adalah teknik pengambilan sample dari populasi yang dilakukan secara acak apabila dalam populasi tersebut terdiri dari populasi yang sangat luas.
    • Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sample yang tidak memberi peluang yang sama bagi setiap unsur dari populasi untuk dipilih menjadi sample, yang terdiri dari :
    • Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sample berdasarkan urutan dari anggota popuasi yang telah diberi nimor urut.
      Sampling kuota adalah teknik pengambilan sample dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.
    • Sampling incidental adalah tekhnik penentuan sample berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sample, apabila orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data
    • Sampling purporsive adalah tekhnik penentuan sample dengan pertimbangan tertentu
    • Sample jenuh adalah tekhnik penentuan sample apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sample.
    • Snowball sampling adalah tekhnik penentuan sample yang mula-mula jumlahnya kecil kemudian membesar

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis