website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Sabtu, 23 Juni 2012

Menurut Penelitian Terbaru Inggris dan AS : Alkohol Lemahkan Sistem




Kekebalan Tubuh. SEBUAH studi terbaru di Inggris dan Amerika Serikat menemukan bahwa mengonsumsi alkohol berdampak langsung pada setiap orang untuk melakukan "unsafe sex" atau "hubungan seks yang tidak sehat dan tidak aman".
Alkohol mempengaruhi setiap orang dalam mengambil keputusan, begitu pula dalam urusan melakukan hubungan intim. Dengan terpengaruh oleh alkohol, orang mungkin tak akan berfikir untuk menjaga keamanannya dari terjangkit HIV-AIDS.

Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa tubuh yang dikandungi oleh alkohol membuat sistem kekebalan tubuh menurun terhadap segala macam virus penyakit.

Semakin banyak alkohol dikonsumsi, maka akan semakin besar pula peluang untuk tak terlindungi dari berbagai virus termasuk HIV.

Penelitian ini diterbitkan dalam edisi Januari dari jurnal Addiction, dan hasil dari 12 percobaan yang diuji menyatakan adanya hubungan sebab akibat secara sistematis antara konsumsi alkohol dengan hubungan seks yang tidak sehat dan aman.

Setelah penyatuan hasil percobaan tersebut, para peneliti menemukan bahwa konsumsi alkohol akan mempengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan. Dampak ini meningkat dengan semakin banyaknya jumlah alkohol yang dikonsumsi.

Tim peneliti bereksperimen terhadap dua kelompok lelaki. Kelompok lelaki pertama dipengaruhi alkohol dan semakin banyak alcohol dikonsumsi, maka semakin tinggi kesediaan mereka untuk melakukan unsafe sex.

Di kelompok pertama, ada peningkatan tingkat alkohol dalam darah yakni 0,1 mg/mL, dan menghasilkan peningkatan sebesar 5,0% (95% CI: 2,8% -- 7,1%). Dengan begitu, kelompok itu terlibat dalam unsafe sex, salah satu contohnya yaitu adalah hubungan intim tanpa alat pelindung.

Minum alkohol memiliki efek kausal pada kemungkinan untuk terlibat dalam seks tak aman. Dengan demikian, mengonsumsi alkohol harus dimasukkan sebagai faktor utama dalam upaya pencegahan HIV, demikian komentar Dr J Rehm, pemimpin penelitian ini. (ic/bh)
http://www.analisadaily.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis