website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Selasa, 05 Juni 2012

Bayi Prematur Berisiko Gangguan Jiwa


Ghiboo.com - Bayi prematur memang rentan terhadap risiko berbagai penyakit. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bayi prematur berisiko tinggi mengalami masalah kejiwaan serius.

"Kami menemukan hubungan yang sangat kuat antara kelahiran prematur dan berbagai gangguan kejiwaan. Namun, penting untuk diingat bahwa peningkatan risiko gangguan ini masih hanya mempengaruhi 1-6 persen dari populasi," ungkap Dr Chiara Nosarti, dari Institute of Psychiatry di King College London, dikutip melalui The Telegraph (4/6).

Dibandingkan dengan bayi normal, bayi prematur dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu memiliki tiga kali risiko lebih mungkin untuk menderita masalah kejiwaan saat anak beranjak dewasa. 

Selain itu, bayi prematur juga memiliki dua kali lebih tinggi mengembangkan risiko skizofrebua dan bentuk lain dari psikosis. Risiko gangguan bipolar juga meningkat hingga lebih dari tujuh kali lipat, sedangkan risiko kemungkinan terkena depresi berat dan gangguan makan mencapai 2,9-3,5 kali lebih tinggi.

Bayi prematur juga lebih rentan terhadap masalah perkembangan, seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), gangguan perilaku dan autisme.

Bahkan risiko tersebut juga mengintai bayi prematur dengan usia kehamilan antara 32-36 minggu, meskipun risiko tidak sebesar bayi prematur usia 32 minggu.

Penelitian menunjukkan bahwa bayi prematur berusia 32-36 minggu memiliki kesempatan meningkatkan risiko psikosis hingga 1,6 kali, gangguan bipolar 2,7 kali dan depresi serius 1,3 kali.

Para peneliti percaya bahwa meningkatnya risiko gangguan jiwa di kemudian hari pada bayi prematur disebabkan oleh kelahiran prematur dimana perkembangan awal otak anak belum sempurna.

"Kami percaya bahwa peningkatan risiko gangguan mental pada anak yang terlahir sangat prematur disebabkan oleh perubahan dalam perkembangan otaknya. Sistem saraf belum jadi secara sempurna pada saat mereka terlahir, sehingga mereka sangat rentan terhadap cedera otak neonatal sebagai akibat komplikasi kelahiran," tambah Dr Nosarti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis