website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Rabu, 13 Juni 2012

Daun Nanas Dijadikan Pembersih Perak


Image: corbis.com
Image: corbis.com
SETIAP industri pasti berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Dibutuhkan teknologi tepat guna mengatasinya. Seperti halnya industri penyepuhan (electroplating) perak di sentra industri perak Kotagede yang menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Yogyakarta.

Industri ini ternyata menimbulkan masalah, yaitu limbah buangan yang mencemari lingkungan sekitar. Tertarik memberikan solusinya, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melakukan penelitian. Dari penelitian ini diketahui masalah tersebut bisa diatasi dengan daun nanas (ananas comosus).

"Limbah cair industri perak di Kotagede mengandung logam-logam berat, seperti tembaga (Cu) dan Perak (Ag). Jika hal ini dibiarkan, limbah cair akan mencemari sungai dan meresap ke tanah. Ini memengaruhi kualitas air sumur warga," kata Ardi Yuli Wardani, salah satu dari tiga mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY yang melakukan penelitian.

Cu dan Ag adalah logam berat yang tidak dapat terurai secara alami sehingga akan berbahaya bagi kesehatan manusia. Bersama Winda Nirmala dan Eko Budiyanto, mereka memanfaatkan daun nanas sebagai bioadsorben logam Ag dan Cu. Limbah Ag berasal dari hasil pembuangan larutan elektrolit AgNO3 yang dipakai untuk penyepuhan perak. Sementara limbah Cu muncul dari pencelupan dengan menggunakan HCl yang bersifat asam dan berfungsi melarutkan kotoran-kotoran yang menempel pada perak setelah proses penempaan agar didapatkan warna cemerlang.

"Cara yang dapat digunakan adalah menggunakan adsorben logam berat. Adsorben yang dapat dipakai ialah daun nanas," ujar Yuli.

Winda Nirmala menambah, biasanya pemanfaatan tanaman nanas hanya sebatas pada buahnya, sedangkan daun nanas belum banyak diolah. Untuk dua hingga tiga kali panen, tanaman ini harus diganti dengan tanaman nanas baru sehingga relatif banyak menghasilkan daun.

"Daun nanas mengandung banyak bahan kimia, salah satunya selulosa. Dengan kandungan selulosa 69,6–71  persen dalam daun nanas, serat daun dapat dijadikan adsorben limbah logam berat. Sebab, struktur rongga dalam selulosa dapat meng-adsorbsi logam berat Cu dan Ag," papar Winda.

Pembuatan bioadsorben dari daun nanas dilakukan dengan cara mencuci daun nanas dengan air sampai bersih. Kemudian menghaluskannya dengan blender. Lalu, mengaktivasi NaOH dua persen dengan perbandingan 1:30 (w/v) selama 24 jam. Setelah itu, mencuci dengan air hingga air cucian netral dan mengeringkan dalam oven bersuhu 100 derajat Celsius selama tiga jam. Proses tersebut dilanjutkan dengan mengayak biaoadsorber daun nanas dengan ayakan 50 mesh. (ratih keswara/koran si)(//rfa)

Rabu, 13 Juni 2012 10:43 wib
okezone.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis