website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Rabu, 13 Juni 2012

Sikat Gigi Tidak Bersih Sebabkan Kanker


SELASA, 12 JUNI 2012 12:15 wib


Restika Ayu Prasasty - Okezone

detail berita
Rajin sikat gigi (Foto: Corbis)
HATI-HATI saat menyikat gigi. Pasalnya, para peneliti mengklaim bahwa menyikat gigi dengan tidak benar dan bersih dapat meningkatkan risiko kematian prematur akibat kanker.

Peneliti menemukan hubungan antara tingginya tingkat plak atau bakteri gigi dengan kematian akibat kanker. Terlalu banyak bakteri pada permukaan gigi dan gusi menyebabkan peningkatan risiko kematian dini sebanyak 80% (mengurangi usia hingga 13 tahun).

Para peneliti mengatakan, infeksi dan inflamasi sebagai penyebab satu dari lima kanker. Infeksi dan inflamasi juga merupakan elemen kunci dalam penyakit gusi yang disebabkan oleh plak gigi. Penyakit gusi menyebabkan bau mulut dan gusi berdarah. Jika tidak diobati akan menyebabkan gigi berlubang, gusi surut, dan ompong karena plak mengendap di antara gigi dan gusi.

Infeksi dan inflamasi gigi dan gusi juga dikaitkan dengan masalah kesehatan kronis, termasuk penyakit jantung. Hal ini diduga disebabkan peradangan dari gusi ke dalam aliran darah, meskipun peneliti di Amerika Serikat baru-baru ini menyampaikan bahwa hubungan tersebut mungkin hanya kebetulan.

Para peneliti di Swedia mengaku, temuan dalam studi terbaru mereka tidak membuktikan adanya hubungan sebab akibat antara kanker dan plak gigi. Namun, dibenarkan jika kebersihan mulut yang buruk dapat menjadi indikator faktor gaya hidup lain yang terkait dengan kanker.

Studi ini melacak kesehatan 1.390 orang dewasa yang dipilih secara acak dari Stockholm selama 24 tahun, mulai 1985. Semua peserta berusia 30-an dan 40-an pada awal periode pemantauan. Kebersihan mulut mereka dinilai untuk mengetahui tingkat plak gigi, karang gigi, penyakit gusi, dan gigi mereka.

Tidak ada seorang pun di antara mereka yang memiliki penyakit gusi terbuka, tetapi mereka semua memiliki berbagai tingkat plak pada gigi dan permukaan gusi. Pada 2009, sebanyak 58 dari 1.390 orang tersebut meninggal, sekira sepertiga di antaranya perempuan (35%). Dari 58 kematian, 35 sendiri disebabkan kanker.

Rata-rata usia kematian 1.390 orang tersebut ialah 61 tahun untuk wanita dan 60 tahun untuk pria, menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal online BMJ Open. Padahal, pimpinan studi dari departemen kedokteran gigi di Institut Karolinka di Huddinge, Profesor Birgitta Soder mengatakan, para wanita dalam penelitian ini diharapkan hidup sekitar 13 tahun lebih lama, sedangkan para prianya 8,5 tahun. Kematian di antara para wanita itu terutama disebabkan kanker payudara, sedangkan para pria disebabkan berbagai jenis kanker yang berbeda.

Indeks plak gigi asli pada mereka yang telah meninggal lebih tinggi dibandingkan mereka yang masih hidup. Mereka yang meninggal memiliki nilai plak gigi 0,84-0,91 menunjukkan bahwa permukaan gusi dan gigi telah ditutupi dengan plak. Sedangkan nilai plak pada mereka yang masih hidup secara konsisten lebih rendah, berkisar antara 0,66-0,67 yang menunjukkan bahwa gigi dan gusi hanya sebagian tertutup plak.

Bahkan setelah faktor risiko penyebab kanker, seperti usia, merokok, tingkat pendidikan rendah dan frekuensi kunjungan gigi, hubungan antara jumlah plak gigi dan kematian dini tetap kuat. Namun, risiko absolut dari kematian dini rendah, seperti dilansir Dailymail, Selasa (12/6/2012).
(tty)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis