website trackingwebsite tracking

PTC..PELUANG DAPAT UANG HANYA DENGAN MODAL KLIK

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !

Rabu, 13 Juni 2012

Popok Sekali Pakai Sebabkan Kaki Bayi Melengkung?


SELASA, 12 JUNI 2012 18:27 wib


Gustia Martha Putri - Okezone

detail berita
Anak nyaman pakai popok (Foto: Corbis)
MENURUT survei, bayi yang menggunakan popok sekali pakai masih berjumlah sedikit di Indonesia. Salah satu penyebabnya karena adanya mitos yang masih dipercaya dapat membuat kaki bayi melengkung seperti huruf "O".

Pemakaian popok pada bayi berfungsi memberikan kenyamanan pada bayi, khususnya saat sang bayi tidur. Pasalnya, saat seorang bayi tidur, hormon-hormon perkembangan dan pertumbuhan pada otak dan tubuhnya bekerja.

Secara keseluruhan di Indonesia, penggunaan popok sekali pakai atau diapers hanya sebesar 74 persen. Di kota-kota kecil di Indonesia hanya 39 persen. Angka tersebut masih tergolong rendah di banding negara-negara Asia lainnya.

Ada tiga hal yang menjadi penyebab masih rendahnya jumlah pengguna popok sekali pakai di Indonesia. Pertama, kehawatiran iritasi pada kulit bayi. Kedua, masih diyakininya mitos pemakaian popok sekali pakai dapat membuat kaki bayi melengkung seperti huruf O, dan harga yang mahal menjadi faktor ketiga.

"Salah satu yang membuat bayi nyaman ketika tertidur karena tidak merasakan lembap akibat popoknya yang bocor. Pemilihan popok sekali pakai yang sudah dikenal kualitasnya dapat dijadikan solusi untuk mengatasi kenyamanan tidur bayi. Jika ada anggapan penggunaan popok sekali pakai dapat membuat kaki bayi melengkung seperti huruf O, itu hanya mitos," tutur dr. Rosalina Dewi Roeslani, SpA(K) dalam peluncuran produk Mamypoko terbaru di Djakarta Theatre, Jakarta, Selasa (12/6/2012).

Wanita yang akrab disapa dokter Rosi ini menjelaskan, sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan popok sekali pakai bisa menyebabkan kaki berbentuk seperti huruf O atau disebut bow leg.

"Semua bayi terlahir dengan bentuk seperti katak dan kakinya memang bengkok, tapi kondisi ini normal sampai dia berusia 18 bulan. Seiring dengan berjalannya waktu, maka kondisi ini akan menghilang ketika bayi sudah mulai belajar berjalan," tutupnya.
(tty)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GRATIS PLUS HADIAH

Hosting Gratis